PILGUB KALTIM 2018 #15: RESOLUSI AKHIR TAHUN, PASANGAN KONTRAK EHM…

PILGUB KALTIM 2018 #15: RESOLUSI AKHIR TAHUN, PASANGAN KONTRAK EHM…

Apa kata dunia bicara resolusi akhir tahun, apa resolusi-mu bro, sudah gak jomblo lagi kan gimana rencana pasanganmu?… cuit-cuiitt. Akan banyak hal yang terkait perkara resolusi ini terutama bagi yang mau nyalon pada Pilgub Kaltim tahun depan. Galau-mu itu urusan kecil bro paling mikirnya seputar nyari pasangan juga kan. Nah menjadi sama tuh dengan calon Pilgub Kaltim yang juga sibuk nge-pas-kan pasangannya.

Bagi partai politik di Kaltim bicara urusan pasang-memasang  juga lagi sedang in nih. Sibuknya beda dengan mencari pasangan beneran. Mencari pasangan hidup urusannya panjang karena rencana jangka panjang hidupmu. Kalau mencari pasangan dalam urusan pilgub Kaltim itu ibaratkan urusan periodik yang berjangka waktunya itu loh mirip pasangan kontrak… mbuh hahah.

Pilgub Kaltim itu = Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur provinsi Kalimantan – Timur, supaya jelas aja penjelasannya. Ini urusan serius, ini urusan negara. Meskipun urusan serius negara termasuk mengurusi hal terlihat tidak serius. Paket komplit lah pokoknya urusan negara itu, intinya negara itu wajib mengurusi manusianya seperti urusan kamu itu, ya aku juga, ya mengurusi mereka juga lah.

Pilgub Kaltim itu urusan semua warga Kaltim!. Kaltim itu wajib punya Gubernur-Wakil Gubernur dan semua warganya ber-hak memilih calon pemimpin yang terbaik untuk Kaltim. Gak mungkin mau kan kalau Kaltim dipimpin orang yang gak pas jadi pemimpin.

Pemimpin kedepan adalah pemimpin jaman now yang mampu mengakomodir semua aspirasi warganya. Tugas pemimpin termasuk utama yakni mampu merangsang tumbuhnya perekonomian lokal sehingga berimbas terciptanya banyak lapangan kerja yang pas untuk warganya bukan pas untuk warga negara orang lain.  Lapangan kerja yang pas adalah pekerjaan yang hasilnya pas juga yaitu pas buat bayar kontrakan, pas buat bayar belanja rumah-tangga, pas buat bayar anak sekolah, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan pas juga buat bayar lainnya. Karena kalau bayaran gak pas maka sulit terjadi transaksi bakal gak terjadi clousing kata orang sales / marketer.

Pemimpin itu “dikontrak” dalam durasi 5 tahun, bukan mengontrak 5 tahun. Jauh bedanya dikontrak vs mengontrak. Dikontrak dapat diartikan disuruh, sedangkan mengontrak biasanya atas keinginan sendiri. Siapa yang menyuruh? Ya rakyat. Jangan sampai masyarakat yang merasa sudah dikontrak, apalagi mau mengontrak rakyat aduh jangan sampai dah.

Pemimpin dikontrak rakyat itu dapat diartikan dalam 5 poin dasar berikut ini;

  1. Rakyat tetap hidup.
  2. Rakyat hidupnya tenang.
  3. Rakyat kaya.
  4. Rakyat mampu piknik.
  5. Rakyat tidak berkelahi.

Seperti itu opini kami hari ini, silahkan opini-mu kawan… selamat menjadi rakyat, ayo ber-NKRI !!!

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada