PILEG 2019 #1: CALEG MENANG 2019

PILEG 2019 #1: CALEG MENANG 2019

Setiap kesusksesan itu meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri, begitu kata banyak orang. PILEG yang akan datang adalah pelaksanaan PILEG yang kesekian kalinya pasca reformasi. Tentu sudah ada pengalaman yang dapat ditelusuri untuk mengetahui faktor apa penyebab menang terpilih dan mengapa caleg tidak terpilih. Tulisan ini coba menguak sedikit terhadap faktor-faktor apa saja yang dominan mempengaruhi seorang caleg dapat menang terpilih. Alasan–alasan yang disampaikan berikut ini mungkin saja berbeda bagi pengalaman setiap orang, paling tidak informasi disini dapat memberikan gambaran sehingga bagi caleg pemula ada bahan tambahan selain keyakinan semata.

Ada tiga modal utama caleg yang akan meningkatkan peluang keterpilihannya. Hal ini berdasarkan pengamatan semata sepanjang proses PILEG sejak tahun 2009 dan 2014 yang lalu. Berikut tiga hal tersebut ;

  1. Modal sosial,
  2. Modal capital,
  3. Keinginan logis,

Modal sosial adalah terkait sejauh mana pribadi caleg selama ini kedudukan sosialnya dalam wilayah dapil (daerah pemilihan). Penting untuk mengukur dan mengetahui seperti apa posisi diri caleg dari sudut pandang pemilih ini. Apakah sang caleg sudah dikenal 100% oleh pemilih dalam dapilnya, apakah keterkenalan itu dikenal karena kebaikannya atau dikenal karena kekurangannya. Dari pengenalan/ popularitas inilah peluang untuk dipilih itu akan berpotensi meningkat. Peluang keterpilihan inilah yang dimaksud dengan elektabilitas.

Modal capital adalah kemampuan bagi pribadi caleg untuk memenuhi pembiayaan aktifitasnya selama menjalankan proses “merayu” masyarakat pemilih. Kemampuan pembiayaan ini termasuk hal yang sangat sensitif, jangan sampai urusan pembiayaan ini lupa diatur dengan serius. Besar – kecilnya modal kapital ini adalah urusan yang sangat relative tetapi harus ada kemampuan yang memadai. Akan banyak kegiatan caleg yang akan berdampak kepada pembiayaan, terutama biaya akomodasi selama proses sosialisasi dan biaya keadministrasian lainnya termasuk biaya tim yang akan dibentuk.

Modal ketiga sebagai modal dasar bagi caleg adalah adanya keinginan logis yaitu adanya niat dan semangat yang tertanam sejak awal untuk maju dalam pileg mendatang. Keinginan ini terkait dengan pemahaman mengenai “aturan permainan” dalam pileg baik pengetahuan dalam urusan peraturan pemilu itu sendiri yang berlaku maupun pemahaman dalam urusan sosial kemasyarakatan. Banyak orang mengatakan faktor keinginan logis ini terkait dengan kemampuan sadar diri dan mampu mengukur keberadaan diri sendiri bagi caleg yang akan maju untuk berkompetisi pada pileg mendatang tahun 2019.

Modal nekat asal maju tentu itu adalah semangat yang menggebu, tetapi harus diingat bahwa logika tetap harus dijalankan. Mulai sekarang bersemangatlah untuk mempelajari perundang-undangan minimal yang terkait dengan pemilu, kemudian mulailah mempelajari data – data mendasar dalam pileg tersebut yakni data dapil dan pemilih serta kalkulasi targetannya. Sangat penting hal ini bagi caleg yang akan maju tahun 2019 nanti.

Sebagai informasi tambahan berikut pertanyaan yang harus dijawab oleh caleg 2019 ;

  1. Bagaimana kepastianmu nyaleg secara keadministrasian?
  2. Dalam dapilmu, berapa jumlah pemilihnya?
  3. Bagaimana cara pemenanganmu dan simpulnya dimana saja?
  4. Buatlah scheduling yang berisi langkah – langkah strategis.
  5. Atur gaya manajemen dan harus bekerjasama dengan caleg mana saja?
  6. Lakukan pencitraan dirimu sebagai caleg. Ingatlah bahwa seorang caleg kedepannya akan menjadi wakil rakyat sehingga akan menjadi harapan bagi konstituen/ pemilihmu.
  7. Perbanyaklah wawasan kebangsaan dan pahamilah aturan bernegara sejak sekarang.

Demikian opini kami hari ini, silahkan beri komentar jika setuju atau ajak kami untuk mendiskusikannya.

(DC)