PILEG 2019 #2: STRATEGI RAHASIA CALEG MENANG; MENDONGKRAK POPULARITAS

PILEG 2019 #2: STRATEGI RAHASIA CALEG MENANG; MENDONGKRAK POPULARITAS

Tak kenal maka tak sayang, begitu pepatah lamanya. Pertama kalinya seorang caleg harus mengerti peta geografis dan keadaan diwilayah dapilnya diamana dia akan berkompetisi. Meningkatkan angka popularitas dari kurang dikenal menjadi sangat dikenal adalah keniscayaan pada era pileg 2019 mendatang. Maksud dan tujuan meningkatkan popularitas adalah sebagai upaya meningkatkan peluang keterpilihan (elektabilitas caleg).

Caleg yang populer akan lebih berpeluang untuk dipilih jika dibanding caleg yang kurang dikenal. Keterkenalan adalah awal mula dari upaya untuk menang dan terpilih bagi seorang caleg.

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan angka popularitas. Intinya adalah berkenalan dengan sungguh-sungguh kepada masyarakat pemilih diwilayah dapil.

BACA JUGA : Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019

Aktif pada media sosial/ medsos adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan dalam rangka meningkatkan popularitas ini. Aktifkan account facebook (FB) mu secara serius dan mengayomi, begitu juga dengan penampilanmu di instagram maupun twitter jagalah kesopanan kehadiranmu pada setiap aktifitasnya. Pelajarilah teknik marketing pada bidang medos ini secara lebih serius karena pembangunan karaktermu sebagai caleg ada pada sikap/ respon yang kamu tampilkan.

BACA JUGA : Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019

Membangun kepribadian yang berkarakter khusus adalah bagian dari upaya yang berdampak kepada angka popularitas. Popularitas itu dapat berarti dikenal oleh masyarakat pemilih pada dapil dimana kamu maju sebagai caleg. Bangunlah karakter pribadimu sebagai seorang caleg berkelas tinggi yang merakyat, mengayomi, ramah dalam tegur sapa, visioner yang cerdas, mampu, berkemauan yang kuat, gentle/ fair, serta memiliki ahlak yang terpuji. Jangan sampai dikenal sebagai caleg yang lemah, culas, egois, hipokrit, untung-untungan, malas belajar, ortodok, sempit pemahaman, dan karakter negative lainnya.

BACA JUGA : Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019

Jika 100% angka popularitasmu maka itu artinya peluangmu untuk menang semakin mendekat. Jangan sampai jauh panggang dari api seperti bunyi pepatah lama itu. Artinya jangan sampai punya keinginan menang tetapi logikanya terbalik terhadap keniscayaan. Mana bisa mau menang sebagai caleg terpilih tetapi tidak mampu bertindak logis.

BACA JUGA : Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019

Mendongkrak popularitas dapat pula dilakukan dengan menempuh cara-cara seperti berikut ini ;

Aktif menghadiri setiap undangan warga diseputar tetangga tempat tinggal maupun di dapilmu secara terus menerus.

Aktif menghadiri secara sengaja acara-acara social diseputar lingkunganmu seperi kegiatan gotong-royong, rapat-rapat RT, urusan tempat ibadah, acara kepemudaan, acara keagamaan, acara kesukuan, acara hajatan, dan seterusnya dimana membutuhkan kehadiranmu secara fisik langsung.

Membentuk tim kecil yang bertugas untuk mensupport urusan online maupun offline seluruh kegiatanmu yang terkait dengan urusan pencalegan.

BACA JUGA : Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019

Ikutilah les-private yang terkait dengan pengembangan diri, gak usah yang ribet-ribet cukup tau gambaran umumnya itu sudah bagus tinggal dilatih sendiri penggunaannya. Pelatihan gesture atau pelatihan public-speaking juga sangat disarankan untuk diikuti secara serius. Poin ini targetnya adalah supaya dirimu memiliki sifat luwes yang dapat menyenangkan orang lain. Mengapa harus menyenangkan orang lain? Ya itu karena hanya orang yang senang denganmu yang akan memilihmu. Jangan harap orang yang membencimu akan mendukungmu.

Lakukan dulu diawal-awal ini langkah kecil untuk melihat kemampuanmu. Mulailah bersosialisasi secara lebih teratur, bertutur layaknya seorang wakil rakyat. Tampilkan jati dirimu yang memang peduli pada rakyat yang mau engkau wakili. Tidak perlu berlebihan dalam bersosialisasi kepada masyarakat, tidak harus selalu berpakaian jas dan dasi untuk bepergian kemana-mana. Sesuaikan momentumnya.

BACA JUGA : Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019

Pilih sendiri cara apa yang akan kamu gunakan yang cocok di dapilmu. Perbanyaklah wawasan.

Popularitas itu sebuah konsep yang memiliki banyak sudut pandang. Ada popularitas seperti artis, ada popularitas seperti tokoh agama, tokoh keorganisasian, tokoh dunia, tokoh pembisnis, tokoh politik, dan lainnya. Nah yang dimaksud dalam opini kami ini adalah popularitas sebagai seorang caleg di dapil saja.

Waktu saat ini masih sangat panjang untuk menuju pileg tahun 2019 mendatang. Lari marathon lah sejak sekarang untuk mengurusi dirimu yang maju sebagai caleg. Kejar dulu popularitasmu.

Persiapan yang matang adalah ibunya keberhasilan, action adalah bapaknya.

(DC)

BACA JUGA : Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019

PILGUB KALTIM 2018#33: DILEMA CALEG DALAM PILGUB

PILGUB KALTIM 2018#33: DILEMA CALEG DALAM PILGUB

Pilkada serentak tahun 2018 ini beriringan pula dengan persiapan pemilu tahun 2019. Sehingga kesibukan proses pilgub disertai dengan kesibukan persiapan caleg. Berikut opini kami terkait dengan dua hal yang berbeda tersebut, kita akan melihat bersama dimana titik persinggungannya.

Beberapa hari yang lalu kami melakukan diskusi dengan beberapa caleg yang akan maju pada pileg tahun 2019 yang akan datang. Nah, hasil diskusi itulah yang kami paparkan dalam sepanjang tulisan ini.

Caleg yang terlibat pemenangan pilgub bekerja terhadap dua hal sekaligus bersamaan, selain berusaha mengkampanyekan jago pilgubnya ya sekaligus juga mengkampanyekan dirinya juga sebagai caleg.

Caleg yang serius berkampanye dalam pilgub akan melihat peluang-peluang bagi dirinya juga. Penjajakan dirinya sebagai tim pilgub akan sangat berarti untuk pengalaman selanjutnya menjelang pileg.

Jika dilapangan terjadi perbedaan pilihan pada pilgub antara masyarakat dan caleg tersebut maka caleg tersebut akan mengalami tantangan untuk melanjutkan aksi pemenangan pilgubnya terhadap masyarakat pemilih itu, kecuali caleg tersebut tidak sedang melakukan pemenangan pilgub di wilayah dapilnya.

Begitulah sedikit dilema yang dialami para caleg saat ini yang bertugas sebagai tim pemenangan pilgub. Dilema antara mengkampanyekan pilgubnya atau mengkampanyekan dirinya sebagai caleg.

Tentu ada solusi – solusi yang akan dapat menjawab persoalan ini, diperlukan kejernihan dalam menempatkan posisi caleg dalam tim pemenangan pilgub.

Calonnya dalam pilgub harus menang, sementara peluang calegnya juga harus meningkat. Begitu kira-kira solusi win-win yang akan diterapkan strategisnya.

Akankah hal ini dapat seirama, sehingga sekali berkayuh dua pulau akan terlewati?

Butuh kejeniusan untuk mengurusi hal ini, peran para pengambil keputusan dalam tim pilgub akan dituntut lebih ekstra ketelitiannya melihat persoalan ini.  Sementara masyarakat pemilih harus dipelihara juga ketenangannya agar tidak rancu dalam memandang perbedaan kepentingan pilgub dan kepentingan pileg.

BACA JUGA: Caleg Menang 2019

Sementara itu ada hal lain yang akan turut mempengaruhi hubungan pilgub dan pileg ini yang sangat dominan yakni kepentingan masyarakat pemilih itu sendiri.

Begitu sekilas info yang kami rangkum sedikit dari dialog terhadap para caleg beberapa hari yang lalu, semoga dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang terlibat aktif.

Jangan lupa tetap bersemangat dalam menjaga keutuhan bangsa, salam kompak NKRI !!!

(DC)

PILEG 2019 #1: CALEG MENANG 2019

PILEG 2019 #1: CALEG MENANG 2019

Setiap kesusksesan itu meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri, begitu kata banyak orang. PILEG yang akan datang adalah pelaksanaan PILEG yang kesekian kalinya pasca reformasi. Tentu sudah ada pengalaman yang dapat ditelusuri untuk mengetahui faktor apa penyebab menang terpilih dan mengapa caleg tidak terpilih. Tulisan ini coba menguak sedikit terhadap faktor-faktor apa saja yang dominan mempengaruhi seorang caleg dapat menang terpilih. Alasan–alasan yang disampaikan berikut ini mungkin saja berbeda bagi pengalaman setiap orang, paling tidak informasi disini dapat memberikan gambaran sehingga bagi caleg pemula ada bahan tambahan selain keyakinan semata.

Ada tiga modal utama caleg yang akan meningkatkan peluang keterpilihannya. Hal ini berdasarkan pengamatan semata sepanjang proses PILEG sejak tahun 2009 dan 2014 yang lalu. Berikut tiga hal tersebut ;

  1. Modal sosial,
  2. Modal capital,
  3. Keinginan logis,

Modal sosial adalah terkait sejauh mana pribadi caleg selama ini kedudukan sosialnya dalam wilayah dapil (daerah pemilihan). Penting untuk mengukur dan mengetahui seperti apa posisi diri caleg dari sudut pandang pemilih ini. Apakah sang caleg sudah dikenal 100% oleh pemilih dalam dapilnya, apakah keterkenalan itu dikenal karena kebaikannya atau dikenal karena kekurangannya. Dari pengenalan/ popularitas inilah peluang untuk dipilih itu akan berpotensi meningkat. Peluang keterpilihan inilah yang dimaksud dengan elektabilitas.

Modal capital adalah kemampuan bagi pribadi caleg untuk memenuhi pembiayaan aktifitasnya selama menjalankan proses “merayu” masyarakat pemilih. Kemampuan pembiayaan ini termasuk hal yang sangat sensitif, jangan sampai urusan pembiayaan ini lupa diatur dengan serius. Besar – kecilnya modal kapital ini adalah urusan yang sangat relative tetapi harus ada kemampuan yang memadai. Akan banyak kegiatan caleg yang akan berdampak kepada pembiayaan, terutama biaya akomodasi selama proses sosialisasi dan biaya keadministrasian lainnya termasuk biaya tim yang akan dibentuk.

Modal ketiga sebagai modal dasar bagi caleg adalah adanya keinginan logis yaitu adanya niat dan semangat yang tertanam sejak awal untuk maju dalam pileg mendatang. Keinginan ini terkait dengan pemahaman mengenai “aturan permainan” dalam pileg baik pengetahuan dalam urusan peraturan pemilu itu sendiri yang berlaku maupun pemahaman dalam urusan sosial kemasyarakatan. Banyak orang mengatakan faktor keinginan logis ini terkait dengan kemampuan sadar diri dan mampu mengukur keberadaan diri sendiri bagi caleg yang akan maju untuk berkompetisi pada pileg mendatang tahun 2019.

Modal nekat asal maju tentu itu adalah semangat yang menggebu, tetapi harus diingat bahwa logika tetap harus dijalankan. Mulai sekarang bersemangatlah untuk mempelajari perundang-undangan minimal yang terkait dengan pemilu, kemudian mulailah mempelajari data – data mendasar dalam pileg tersebut yakni data dapil dan pemilih serta kalkulasi targetannya. Sangat penting hal ini bagi caleg yang akan maju tahun 2019 nanti.

Sebagai informasi tambahan berikut pertanyaan yang harus dijawab oleh caleg 2019 ;

  1. Bagaimana kepastianmu nyaleg secara keadministrasian?
  2. Dalam dapilmu, berapa jumlah pemilihnya?
  3. Bagaimana cara pemenanganmu dan simpulnya dimana saja?
  4. Buatlah scheduling yang berisi langkah – langkah strategis.
  5. Atur gaya manajemen dan harus bekerjasama dengan caleg mana saja?
  6. Lakukan pencitraan dirimu sebagai caleg. Ingatlah bahwa seorang caleg kedepannya akan menjadi wakil rakyat sehingga akan menjadi harapan bagi konstituen/ pemilihmu.
  7. Perbanyaklah wawasan kebangsaan dan pahamilah aturan bernegara sejak sekarang.

Demikian opini kami hari ini, silahkan beri komentar jika setuju atau ajak kami untuk mendiskusikannya.

(DC)