DESAIN LENGKAP STRATEGI PEMENANGAN PILKADA 2020 : UNTUK CALON BUPATI, CALON WALIKOTA, DAN CALON GUBERNUR

DESAIN LENGKAP STRATEGI PEMENANGAN PILKADA 2020 : UNTUK CALON BUPATI, CALON WALIKOTA, DAN CALON GUBERNUR

Jika suatu mobil balap yang utuh terdapat bagian atau part dasar yang harus ada maka begitu juga dalam upaya pemenangan pilkada tahun 2020 ini harus terdapat juga bagian dasar pembentuk unsur pemenangan itu. Pada suatu mobil balap harus ada rangka bodi dan bodi, ada mesin, ada roda dan ban, ada kursi dan setir  dengan ditambah kelengkapan pendukung yang sangat berpengaruh terhadap kondisi mobil tersebut ketika melaju. Begitu pula halnya dengan upaya pemenangan bagi kandidat dalam menjalankan gerakan pemenangannya harus ada bagian dasar dan pelengkap penunjangnya yang harus ada demi melajunya proses pemenangan tersebut.

Bagi seorang ketua tim atau manajer kampanye musti memiliki wawasan mendasar berupa anatomi pemenangan pilkada.

Anatomi dalam pemenangan pilkada berupa 14 item dasar  yang meliputi sebagai berikut ;

  1. Pembentukan tim pemenangan diseluruh wilayah.
  2. Survei secara periodik (sebagai evaluasi gerakan dan targeting berbasis peluang raihan suara).
  3. Teknik sosialisasi langsung (terkait titik lokasi yang tersebar secara proporsional).
  4. Teknik sosialisasi tidak langsung dengan alat peraga.
  5. Pengadaan dan manajemen Logistik.
  6. Produksi iklan.
  7. Manajemen Medsos.
  8. Manajemen kerelawanan/ kelompok pendukung
  9. Perekrutan personil
  10. Kesekretariatan dan keadministrasian
  11. Pusat data IT supporting
  12. Pelatihan saksi-saksi TPS
  13. Real Count
  14. Pasca pilkada

Semua pointer diatas harus ada dan dikoordinasikan dengan teknik pengaturan/manajemen yang terkondisikan secara aktif selama proses gerakan pemenangan itu berlangsung. Dimana setiap item/ anatomi tersebut masing-masing memiliki pengaruh terhadap potensi keterpilihan/elektabilitas bagi sang calon.

BACA JUGA : Sistem Manajemen Pemenangan Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak (Simpel Pilkada) 2020

Poin 1 sampai 14 adalah part yang dapat dijadikan rujukan dasar dalam membuat struktur tim pemenangan berikut dengan fungsi dan  tugas-tugasnya.

Setiap part harus dijelaskan ruang lingkupnya kepada coordinator masing-masing bidang tersebut. Hal itu dilakukan agar supaya arah taget perolehan suara dapat dicapai.

Tim hore dan tim seremonial tetap diperlukan sebagai faktor penggembira dan faktor penambah semaraknya selama proses pemenangan berlangsung.

Tetapi bagi bidang – bidang (14 poin)  yang sudah disebutkan diatas mesti tetap fokus kepada tupoksinya, jangan sampai bias karena kerja pemenangan adalah kerja yang tersistematis dimana setiap part/bagian sangat mempengaruhi bagian yang lain sebagaimana contoh pada penganalogian anatomi mobil yang telah disampaikan di awal.

BACA JUGA : Strategi Pemenangan Pilkada, Survei Internal

Karena tujuan dari semua adanya anatomi pemenangan yang tersebut diatas adalah dalam rangka mencapai target suara menang untuk kandidat.

Kandidat yang membentuk sistem pemenangan adalah calon menang, sedangkan yang mengabaikannya adalah calon kalah.

Tempatkanlah personil pemenangan sesuai dengan kemampuannya, bukan hanya sekedar mau dan menawarkan diri.

Ingatlah ini pertarungan hanya sekali dan tidak bisa diulang. Usahakan secara maksimal hingga mencapai kemenangan. Karena menang itu sangat berbeda dengan kalah dalam pilkada.

Karena kepemimpinan yang benar telah dijanjikan surga, sedangkan kepemimpinan yang zolim diancam dengan siksa neraka yang amat pedih.

Berpilkadalah dengan meng-edukasi, bukan mengintimidasi.

Berpilkadalah dengan mencapai peradaban, bukan kebiadaban.

Torehlah sejarah pilkada serentak kali ini dengan tinta emas, bukan dengan noda penindas.

Sekian artikel singkat desain pemenangan ini disampaikan, semoga bisa dipetik manfaatnya bagi yang mau. Salam santun kepada senior dan para sesepuh di Jakarta, bantulah anak-anakmu untuk berpenghidupan yang beradab sampai masa depan dalam ajang pilkada serentak tahun ini.

Tetap sehat dan tetap semangat untuk membaikan qalbu, bukan menurutkan nafsu hewani.

Salam kompak NKRI.

Penulis : Doni Candra. S.IP
Editor : Nizar Mahroussy H.E, S.Kom