PILGUB KALTIM 2018 #11: WHATSAPP MENENTUKAN PILGUB KALTIM

PILGUB KALTIM 2018 #11: WHATSAPP MENENTUKAN PILGUB KALTIM

Senyum dulu baru baca ya… hehehe. Sudah punya WA kah? Duh ting-tung-tang-tung bunyi pesan WA masuk di HPku, ratusan pesan nih belum terbaca… banyak banget yang invite untuk masuk ke group WA, banyak juga sudah aku keluar dari group WA yang isinya gak jelas saling pamer, narsis, dan share info2 aneh aja isinya. Begitu kata temanku kemarin sore di kantornya.

WA itu tempat eksis, WA itu wadah silaturrahim, WA itu mencitrakan siapa kamu. Hari gini gak punya WA ah kemana aja. Tiap jam baca WA, dimana saja sibuk sama HP juga nge-cek WA masuk dan ngebalesin pesan. WA obat bete pas ngobrol sama orang lain, bahkan WA juga membuatmu begaya pembuktian dirimu orang kekinian jaman now… ehm cil..

Gak suka baca berita tapi dapat share info di WA, bahkan peta politik terkini sering kita peroleh dari WA. Sehingga patut dicurigai WA ini punya maksud apa masuk ke urusan pilgub Kaltim. Calon gak punya WA gimana menurutmu?

Diskusi pilgub Kaltim bisa berhari hari dilakukan via WA. Putus-nyambung sih diskusinya tetapi teruuus berjalan diskusinya meskipun terkadang diseling saling share foto ehm atau sekedar potongan video lucu… iyakah cil… hihihi

Teman-teman di WA punya ketajaman analisis politik yang mampu mengalahkan ketajaman seorang pakar analisis politik terkenal. Visi dan misi untuk seorang calon Gubernur-Wakil Gubernur Kaltim mendatang banyak terungkap dari WA jika di banding info media mainstream. WA itu sifatnya pribadi-pribadi tetapi masalah yang dibahas justru keumuman.

Bagi tim sukses pilgub Kaltim kami sarankan lebih seriuslah menggunakan WA ini, karena dengan WA calonmu bisa meroket tajam popularitas dan elektabilitasnya. Bagi yang nyalon gak perlu lah WA-mu ikut sibuk, silahkan sibukan dirimu selain urusan WA supaya gak kesandung masalah hukum. Urusan bagi diri sang calon monggo lebih focus ke urusan kepastian pencalonanmu lah ya. Cukup tim sukses dan fans-mu saja yang bergelut mesra dengan WA-nya masing-masing.

Bocoran strateginya, seribu group WA aktif se-Kaltim akan berpeluang memenangkan Pilgub Kaltim bulan Juni 2018 mendatang. Silahkan kontak tim IT kalian masing-masing.

Selamat berjuang… salam kompak warga Kaltim dan NKRI !!!

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada

PILGUB KALTIM 2018 #10: MERAYU PDIP GABUNG GOLKAR?

PILGUB KALTIM 2018 #10: MERAYU PDIP GABUNG GOLKAR?

Ada dua pasangan bakal calon yang sangat santer disebut saat ini sudah siap maju dalam pilgub Kaltim mendatang. Isran Noor–Hadi Mulyadi dikabarkan sudah hampir positif karena sudah mengantongi SK Gerindra dan PKS. Sementara pasangan Syaharie Jaang–Rizal Effendi juga sudah mulai terlihat ramai menghiasi diskusi-diskusi di sosisal media entah sudah pasti apa belum.

Jika mengamati Golkar di Kaltim, kita akan mudah mengatakan Golkar mungkin mencalonkan kader internalnya sendiri karena memang secara persyaratan hanya Golkar yang mampu mengusung calon tanpa wajib menambah koalisi dengan partai lain, sementara PDIP masih membutuhkan minimal 1 kursi lagi untuk menambahi syarat jika ingin mengusung calonnya.

Menarik memang untuk mengamati gelagat kedua partai ini. Partai lain yang sadar sejak jauh hari harus melakukan koalisi agar dapat nyalon justru sudah mengambil langkah cepat dan deal sehingga kita sudah melihat hasilnya bahwa sudah ada dua group koalisi yang sudah mungkin terjadi yakni koalisi pertama Gerindra-PKS-PAN, dan kedua Koalisi Demokrat-PKB-PPP. Masih tersisa Hanura, Nasdem, PDIP, dan Golkar yang masih nampaknya berproses entah sampai kapan (paling lama 10 Januari 2018).
(Lihat artikel : PILGUB KALTIM #1 : MENERAWANG PETA KARANGPACI)

Dua group koalisi sepertinya sudah. Nah, apakah masih mungkin dua group koalisi lagi?. Ini pertanyaan yang menggelitik untuk dicermati. PDIP dan Golkar yang justru dua partai terbesar malah justru juga belum nampak mengambil keputusan siapa calon yang bakal diusungnya. Mungkin saja Hanura dan Nasdem menunggu keputusan PDIP atau Golkar. Namun, PDIP menunggu apa dan Golkar menunggu apa masih belum terjawab.

Berikut nama  – nama tokoh yang paling santer disebut-sebut akan maju berkompetisi pada pilgub Kaltim bulan Juni 2018 mendatang :

  1. Awang Ferdian Hidayat
  2. Farid Wajdy
  3. Hadi Mulyadi
  4. Isran Noor
  5. Makmur HAPK
  6. Mohammad Djailani
  7. Nusyirwan Ismail
  8. Rita Widyasari
  9. Rizal Effendi
  10. Rusmadi Wongso
  11. Safaruddin
  12. Sofyan Hasdam
  13. Syaharie Jaang
  14. Yusran Aspar

Dari 14 nama – nama tersebut mungkin sudah berkurang 4 nama. Sedangkan 10 nama masih belum mendapat kepastian.  Apakah “sisa” 10 nama ini yang akan berkoalisi dan bersepakat mengusung 2 nama diantara mereka sendiri dengan komitmen bekerjasama? Apakah PDIP lagi menghitung-hitung 10 nama ini? Apakah Golkar juga sedang menimbang-nimbang 10 nama ini?

Hmm… 3 atau 4 pasang calon masih sulit dijawab. Mari menunggu keputusan dari pusat, kita di daerah menunggu keputusan nasib baik saja… hehehe

Sekian.

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada

PILGUB KALTIM 2018 #9: MENIPU ITIK DALAM PILGUB KALTIM

PILGUB KALTIM 2018 #9: MENIPU ITIK DALAM PILGUB KALTIM

(Mohon maaf sebelumnya kepada sidang pembaca kalau tulisan berikut banyak menggunakan bahasa Samarinda, silahkan mencari pendamping penerjemah jika diperlukan… heheh).

Awal kesah ulun ini, tersebutlah suatu kampung bengaran kampung Selili yang masih beparakan jua lawan kota Samarinda. Nengkaya ini sambung kesah bubuhannya nang pina mandah itu ;

Tompel : … (hengap-hengap duduk memaraki Sandi nang lagi duduk benjuntai batis kebanyu diatas batang dipelabuhan Selili hari itu).

Sandi      : kenapa pulang ikam ini Pel pina keuyuhan nengkaya habis mehaga itik bekunyung ?

Tompel : aku hanyar limbah mendatangi urang acara tadi diwadah pak RT kita, rami tadi urang disitu bekesah kita handak memilih calon gubernur Kaltim nang hanyar.

Sandi      : uma ae haratnya ikam lah kada mau ketinggalan berita jua rupanya.

Tompel : harat nang apa, aku kada paham kesah urang disitu tadi.

Sandi      : nah ham, apanya nang ikam kada paham?

Tompel : masa Ndi ujar pak RT menipu itik dalam pilgub Kaltim kaina kada bulih itu adalah terlarang?

Sandi      : terus apa lagi ujar pak RT nang ikam dangar?

Tompel : amun sampai ada nang menipu itik maka urusannya bisa sampai ke pulisi ujar sidin?

Sandi      : ah kada masuk akal Pel ae ujar ikam itu.

Tompel : itu jua Ndi ae, kada masuk akal ku jua. (Cuma si Tompel ini urangnya tetulian)

Haratan asik bekesahan Tompel wan sandi  ini, Julak Doja rupanya asik jua mendangarkan kesah bedua nengini, lalu ae memaraki… (maka lanjut kesah ulun ini lah)

Julak Doja : aku ini sudah rancak umpat pemilu Pel ae hanyar ini jua mendangar menipu itik nang ujar ikam itu. Amun membari duit ke pemilih itu nang kada bulih, tapi amun ketahuan pang… hahaha

Tompel : (pina takajut melihat Julak Doja beparak)…

Sandi      : bujur tu Julak Doja ae amun membari-bari duit ke pemilih itu nang ulun tahu kada bulih. (sambil mikir kada 7 keliling pang, tapi matanya nang kesana kemari mencari kalau pina telihat ada bebinian mandi pinggir sungai situ)

Julak Doja : membari duit ke pemilih itu istilahnya wayahni jaman now ini manipolitik. (money-politic tulisannya)

Sandi      : naaaahhh… mungkin manipolitik itu kalo nang ikam danger menipu-itik

Tompel :…. (begaruk kepala masih kada paham)

Julak Doja : sini telinga ikam Pel beparak… Ndi coba ikam ulangi nang nyaring.

Sandi  : Money-Politic dibaca manipolitik… Tompel ini nang didangarnya menipu – itik.. aahhh

(money-politic dibaca manipolitik… manipo-litik… menipu-itik, maklum pendangaran Tompel manipo didangarnya menipu… litik didangarnya itik)

Julak Doja : makanya Pel ae telinga itu dipasang amun urang lagi menjelaskan… byurrr (muyak Julak Doja ditunjulnya sampai tecabur  sekalian Tompel nang masih kebingungan itu… tau sorang sungai di Selili kalo’ banyak banar jebakan betmen nang hanyut disitu)

 Sandi : (masih haja kesana kemari matanya beharap kalo pang ada bebinian nang mandi di sungai parak situ).

???

Sekian dan terimakasih..

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada

PILGUB KALTIM 2018 #8: SUARA “LGBT” 30% DALAM PILKADA KALTIM

PILGUB KALTIM 2018 #8: SUARA “LGBT” 30% DALAM PILKADA KALTIM

Gak usah ngeres dulu, baca aja opini kami sampai selesai. Selamat Natal hari ini (bagi yang merayakan), Yuk mari silahkan menyimak sambil tetap mengamati lingkungan sekitar…

Si A akan mendukung calon ini, Si B akan mendukung calon itu, sedangkan Si C masih belum jelas calon mana yang akan didukungnya. Informasi dukungan seperti tersebut biasanya diperoleh dari hasil survei atau identifikasi yang mendalam terhadap perilaku pemilih.

Kejelasan siapa mendukung calon mana adalah bagaikan kejelasan jenis kelamin laki-laki atau perempuan, sedangkan ketidak jelasan siapa mendukung calon mana seolah-olah bagaikan ketidak jelasan jenis kelamin.

Dalam suatu pilkada biasanya pemilih yang belum jelas akan mendukung siapa termasuk kategori pemilih abu-abu (swing-voters). Besaran angkanya bisa mencapai diatas 30%. Sementara setiap calon mau-tidak mau harus berusaha maksimal untuk mendapatkan suara dukungan pemilih sebanyak banyaknya termasuk dukungan dari pemilih kategori abu-abu ini. Namun “menggarap” pemilih kategori abu-abu ini cukup sulit sehingga diperlukan strategi yang khusus.

Jangan dilupakan juga bagi calon beserta tim suksesnya bahwa sangat penting juga untuk mengkalkulasikan antara kategori pemilih abu-abu ditambahkan dengan potensi golput (golongan putih/ gak ikut nyoblos). Kelompok golput ini biasanya sama banyaknya dengan pemilih kategori abu-abu tersebut. Jumlah golput adalah jumlah semua pemilih dikurangi jumlah pemilih yang ikut nyoblos pada hari pemungutan suara. Nah, dari hitungan seperti  inilah angka partisipasi pemilih itu diperoleh. Pilgub Kaltim kedepan rasa-rasanya angka partisipasinya tidak lebih sekitar 70%-an saja, pengalaman kami selama ini begitu angkanya.

Pemilih yang gak ikut nyoblos seyogyanya (bukan se-Jakartanya hehe) kudu diperhatikan oleh semua penikmat pemilu. Jangan sampai kelompok golput ini bertransformasi menjadi kelompok “LGBT”, hahaha..

Kesimpulannya, calon yang maju dalam pilgub Kaltim kali ini dan tim suksesnya harus mampu memetakan pemilih yang belum menentukan pilihan ini dan mana pemilih yang berpotensi golput. Jika belum mampu memetakan seperti pemilih belum jelas ini (abu-abu + potensi golput) maka roda pergerakan pemenanganmu bakal membingungkan,  itu ibarat perang melawan LGBT yang lagi diributkan oleh berbagai kalangan dibeberapa waktu terakhir ini.

Sudah jelas kan, sekian dulu kawan-kawan… ayo cari pasangan supaya gak jomblo… hehehe

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada