PILKADA SERENTAK 2020 (2) :  LANGKAH AWAL PALING EFEKTIF UNTUK PILKADA , STRATEGI MENDONGKRAK POPULARITAS CALON BUPATI DAN CALON WALIKOTA

PILKADA SERENTAK 2020 (2) : LANGKAH AWAL PALING EFEKTIF UNTUK PILKADA , STRATEGI MENDONGKRAK POPULARITAS CALON BUPATI DAN CALON WALIKOTA

LANGKAH AWAL PALING EFEKTIF UNTUK PILKADA

Hal  paling penting untuk dilakukan secara fokus dan lebih serius di awal-awal waktu seperti saat ini bagi tokoh yang mau maju sebagai kontestan dalam pilkada tahun depan adalah mendongkrak popularitas  (menaikan tingkat ke-dikenal-an) dirinya. Perlu tim kecil sebagai pendamping yang mengerjakan kerja-kerja teknis dan men-setting program yang dijalankan supaya tidak serampangan atau asal melakukan upaya. Calon dan timnya diuji kerjasamanya pada saat awal-awal melangkah. Banyak tokoh potensial yang keliru memilih timnya sehingga berjalannya proses pemenangan amburadul. Tim pemenangan diperlukan sesuai spesifikasi tidak asal mau dan asal paling jago dalam berdebat atau asal paling cerdas melantunkan kata-kata terbang tanpa kenal staregi pendaratan yang mulus.

BACA JUGA : Tokoh Yang Paling Berpeluang Dalam Pilkada

Kerjasama antara calon dan timnya sangat menentukan langkah kedepannya, ada strategi yang harus dilakukan sampai bulan Desember 2019 ini dan dilanjutkan strategi untuk periode Januari 2020 sampai hari pelaksanaan pemilihan dilangsungkan. Oleh karena itu sebelum menetapkan strategi berjalannya awal sebaiknya calon menentukan dulu anggota tim pendampingnya sesuai kebutuhan lapangan bukan berdasarkan yang penting siapa mau bekerja membantunya tanpa keahlian yang jelas.

Sudah terlalu banyak contoh, calon yang berpotensi menjadi kurang greget dikarenakan tidak mampu bekerjasama dengan baik kepada timnya.

Kembali kepada langkah awal apa yang paling pas dilakukan oleh calon dan timnya hingga bulan Desember 2019 nanti berikut beberapa poin yang mungkin dapat dijadikan bahan tambahan untuk menentukan keputusan strategis :

POIN 1 : SEBARAN POPULARITAS YANG MERATA

Bahwa sebelum muncul adanya dukungan dari masyarakat pemilih maka diperlukan upaya memperkenalkan diri secara sungguh-sungguh. Perkenalan ini sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang paling efektif dan efisien. Efektif maksudnya dengan pertimbangan pemerataan sebaran perkenalan dengan target 100% populasi pemilih, dengan memperhatikan efisiensi sumberdaya yang dikerahkan, ini poin utamanya. Telah banyak upaya menaikan popularitas tanpa didasari dengan kalkulasi sebaran – pemerataan wilayah sehingga angka popularitasnya tidak meningkat tajam.

Jika ada 50-an kelurahan disuatu wilayah Kota yang akan melaksanakan pilkada maka sang calon harus mentarget popularitasnya merata di 50-an kelurahan tersebut tanpa terkecuali.

POIN 2 : TEKNIK POPULARITAS YANG EFEKTIF

Bahwa aksi popularitas yang paling efektif adalah yang dilakukan dengan kecepatan yang maksimal dan dengan sebaran – pemerataan wilayah yang komprehensif. Perlu siasat yang mumpuni yang tangguh dalam memilih cara aksi popularitas ini. Karena calon sangat tidak mungkin untuk berkenalan secara satu persatu kepada masyarakat pemilih, sehingga diperlukan satu teknik yang dilakukan sehingga mampu menjangkau semua masyarakat pemilih itu. Cara – cara ini sudah banyak yang membahasnya hanya saja calon dan timnya sering terkesan masih main-main untuk menjalankannya. Padahal aksi ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan pencalonannya.

POIN 3 : MEDIA POPULARITAS YANG TEPAT

Karena tidak mungkin calon berkenalan secara satu persatu kepada pemilih maka dicarilah cara untuk menjangkau masyarakat pemilih itu. Upaya manjangkau itu dapat dilakukan dengan metode tertentu, sesuai kemampuan dan kebutuhan yang ada. Sebagai contoh upaya menjangkau masyarakat pemilih adalah dengan menggunakan media – media yang ada saat ini. Misalnya dengan aktif di media sosial, media internet, media online lainnya. Selain itu cara ini dapat ditambah dengan aksi secara offline yakni hadir langsung dalam setiap momen penting atau acara – acara sosial kemasyarakatan. Aksi offline ini termasuk memasang baleho/ spanduk ucapan tertentu sesuai momentum yang ada.

Baleho/ spanduk ini memang akan mirip dengan alat peraga kampanye sesungguhnya tetapi dengan tidak menampilkan unsur kampanye seperti tulisan mengajak memilih atau tulisan imbauan politis lainnya.

KESIMPULAN

Singkat kata bahwa langkah awal bagi calon yang maju dalam kontestasi pilkada tahun 2020 mendatang terbagi kepada dua hal strategis yakni; pertama, kesadaran untuk bekerjasama antar calon dan timnya. Kedua, memfokuskan terhadap aksi popularitas secara merata menjangkau semua masyarakat pemilih.

Kedua hal tersebut adalah langkah paling strategis untuk dilakukan saat ini sambil merancang aksi-aksi lainnya yang terkait dengan peningkatan popularitas.

Sebagai bahan rancangan hendaknya aksi popularitas itu memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • segmen pemilih berdasarkan geografis (kawasaan perkotaan vs pedesaan)
  • segmen adat istiadat/ kesukuan
  • segmen kelompokPemuda
  • segmen kelompok Ibu-Ibu
  • segmen Kesatuan Usaha/UKM/Koperasi
  • segmen Ikatan Alumni
  • dan seterusnya sesuai dengan segmen yang ada pada setiap wilayah masing-masing

Kemudian semua potensi segmen yang ada dilakukan upaya pendekatan dengan aksi popularitas yang disesuaikan dengan gaya komunikasinya. Calon dan timnyaa secara bahu-membahu untuk bekerjasama selama proses aksi popularitas ini dimulai dari merancang, penjadwalan, pada saat aksi dan pasca aksi, selanjutnya followup atau pembinaan sehingga terjadi hubungan terus menerus dengan masyarakat pemilih.

Perlu diingat juga bahwa aksi popularitas itu sangat memperhatikan kesopanan dan kesesuaian dengan norma-norma yang berlaku.

Jangan menampilkan aksi popularitas dengan klaim jumlah nominal uang yang disiapkan karena itu kami nilai sangat tidak efektif.

Dampaknya masyarakat pemilih bisa geli, baik elite masyarakat maupun kalangan masyarakat umum dapat menganggapnya sebagai upaya membodohi mereka.

Biarkan masyarakat luas yang menilai apakah sang calon mampu dari sisi keuangan apa tidak. Uang dalam pilkada langsung memang wajib ada dan sangat diperlukan untuk menggerakkan mesin pemenangan, tetapi tidak untuk diumbar diruang publik secara sengaja. Bisa lah pikiran publik secara otomatis untuk menilai kesesuaian klaim terhadap apa yang telah dan sedang dilakukan. Buatlah publik punya pengalaman yang baik dan membekas terhadap calonmu. Jangan meninggalkan bekas yang membuat jera publik.

Karena publik yang jera tidak akan mendukungmu bahkan bisa-bisa turut mengkampanyekan untuk tidak mendukungmu.

Salam kompak untuk semua politisi di tanah air, terimakasih masih mau menjadi politisi. Karena politisi itu akan membaikan dan memuliakan kehidupan peradaban.  

Sekian dulu tulisan siang ini, semoga terinspirasi.

Penulis : Doni Candra, S.IP
Editor : Nizar Mahroussy H.E, S.Kom


Daftar Daerah Peserta Pilkada Serentak 2020

Daftar Daerah Peserta Pilkada Serentak 2020

Berikut adalah daftar Provinsi, Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020.

NO.PROVINSIKATEGORI KOTANAMA KOTA
1SUMATERA UTARAKotaMedan
2SUMATERA UTARAKotaBinjai
3SUMATERA UTARAKotaSibolga
4SUMATERA UTARAKotaTanjung Balai
5SUMATERA UTARAKotaGunung Sitoli
6SUMATERA UTARAKotaPematangsiantar
7SUMATERA BARATKotaSolok
8SUMATERA BARATKotaBukittinggi
9RIAUKotaDumai
10JAMBIKotaSungai Penuh
11LAMPUNGKotaMetro
12LAMPUNGKotaBandar Lampung
13KEP. RIAUKotaBatam
14JAWA BARATKotaDepok
15JAWA TENGAHKotaPekalongan
16JAWA TENGAHKotaSemarang
17JAWA TENGAHKotaMagelang
18JAWA TENGAHKotaSurakarta
19JAWA TIMURKotaBlitar
20JAWA TIMURKotaSurabaya
21JAWA TIMURKotaPasuruan
22BANTENKotaCilegon
23BANTENKotaTangerang Selatan
24BALIKotaDenpasar
25NUSA TENGGARA BARATKotaMataram
26KALIMANTAN SELATANKotaBanjarbaru
27KALIMANTAN SELATANKotaBanjarmasin
28KALIMANTAN TIMURKotaSamarinda
29KALIMANTAN TIMURKotaBalikpapan
30KALIMANTAN TIMURKotaBontang
31SULAWESI UTARAKotaBitung
32SULAWESI UTARAKotaManado
33SULAWESI UTARAKotaTomohon
34SULAWESI TENGAHKotaPalu
35SULAWESI SELATANKotaMakassar (Pilkada Ulangan 2018)
36MALUKU UTARAKotaTernate
37MALUKU UTARAKotaTidore Kepulauan
NO.PROVINSIKATEGORI KABUPATENNAMA KABUPATEN
1SUMATERA UTARAKabupatenTapanuli Selatan
2SUMATERA UTARAKabupatenSerdang Bedagai
3SUMATERA UTARAKabupatenToba Samosir
4SUMATERA UTARAKabupatenLabuhan Batu
5SUMATERA UTARAKabupatenPakpak Bharat
6SUMATERA UTARAKabupatenHumbang Hasundutan
7SUMATERA UTARAKabupatenAsahan
8SUMATERA UTARAKabupatenMandailing Natal
9SUMATERA UTARAKabupatenSamosir
10SUMATERA UTARAKabupatenKaro
11SUMATERA UTARAKabupatenNias
12SUMATERA UTARAKabupatenNias Selatan
13SUMATERA UTARAKabupatenSimalungun
14SUMATERA UTARAKabupatenLabuhanbatu Selatan
15SUMATERA UTARAKabupatenLabuhanbatu Utara
16SUMATERA UTARAKabupatenNias Utara
17SUMATERA UTARAKabupatenNias Barat
18SUMATERA BARATKabupatenSolok
19SUMATERA BARATKabupatenAgam
20SUMATERA BARATKabupatenPasaman
21SUMATERA BARATKabupatenLima Puluh Kota
22SUMATERA BARATKabupatenDharmasraya
23SUMATERA BARATKabupatenSolok Selatan
24SUMATERA BARATKabupatenPadang Pariaman
25SUMATERA BARATKabupatenSijunjung
26SUMATERA BARATKabupatenTanah Datar
27SUMATERA BARATKabupatenPesisir Selatan
28RIAUKabupatenIndragiri Hulu
29RIAUKabupatenBengkalis
30RIAUKabupatenKuatan Singingi
31RIAUKabupatenSiak
32RIAUKabupatenRokan Hilir
33RIAUKabupatenRokan Hulu
34RIAUKabupatenPelalawan
35RIAUKabupatenKepulauan Meranti
36JAMBIKabupatenTanjung Jabung Barat
37JAMBIKabupatenBatanghari
38JAMBIKabupatenBungo
39JAMBIKabupatenTanjung Jabung Timur
40SUMATERA SELATANKabupatenOgan Komering Hulu
41SUMATERA SELATANKabupatenOKU Selatan
42SUMATERA SELATANKabupatenOgan Ilir
43SUMATERA SELATANKabupatenOKU Timur
44SUMATERA SELATANKabupatenMusi Rawas
45SUMATERA SELATANKabupatenPenukal Abab Lematang Ilir
46SUMATERA SELATANKabupatenMusirawas Utara
47BENGKULUKabupatenSeluma
48BENGKULUKabupatenKaur
49BENGKULUKabupatenRejang Lebong
50BENGKULUKabupatenKepahiang
51BENGKULUKabupatenLebong
52BENGKULUKabupatenMukomuko
53BENGKULUKabupatenBengkulu Selatan
54BENGKULUKabupatenBengkulu Utara
55LAMPUNGKabupatenLampung Selatan
56LAMPUNGKabupatenWay Kanan
57LAMPUNGKabupatenLampung Timur
58LAMPUNGKabupatenLampung Tengah
59LAMPUNGKabupatenPesawaran
60LAMPUNGKabupatenPesisir Barat
61KEP. BANGKA BELITUNGKabupatenBangka Tengah
62KEP. BANGKA BELITUNGKabupatenBelitung Timur
63KEP. BANGKA BELITUNGKabupatenBangka Barat
64KEP. BANGKA BELITUNGKabupatenBangka Selatan
65KEP. RIAUKabupatenLingga
66KEP. RIAUKabupatenBintan
67KEP. RIAUKabupatenKarimun
68KEP. RIAUKabupatenNatuna
69KEP. RIAUKabupatenKepulauan Anambas
70JAWA BARATKabupatenSukabumi
71JAWA BARATKabupatenKab Bandung
72JAWA BARATKabupatenIndramayu
73JAWA BARATKabupatenCianjur
74JAWA BARATKabupatenTasikmalaya
75JAWA BARATKabupatenKarawang
76JAWA BARATKabupatenPangandaran
77JAWA TENGAHKabupatenKab. Pekalongan
78JAWA TENGAHKabupatenKab. Semarang
79JAWA TENGAHKabupatenKebumen
80JAWA TENGAHKabupatenRembang
81JAWA TENGAHKabupatenPurbalingga
82JAWA TENGAHKabupatenBlora
83JAWA TENGAHKabupatenKendal
84JAWA TENGAHKabupatenSukoharjo
85JAWA TENGAHKabupatenWonosobo
86JAWA TENGAHKabupatenWonogiri
87JAWA TENGAHKabupatenPurworejo
88JAWA TENGAHKabupatenSragen
89JAWA TENGAHKabupatenKlaten
90JAWA TENGAHKabupatenPemalang
91JAWA TENGAHKabupatenGrobogan
92JAWA TENGAHKabupatenDemak
93DI YOGYAKARTAKabupatenSleman
94DI YOGYAKARTAKabupatenGunung Kidul
95DI YOGYAKARTAKabupatenBantul
96JAWA TIMURKabupatenNgawi
97JAWA TIMURKabupatenJember
98JAWA TIMURKabupatenLamongan
99JAWA TIMURKabupatenPonorogo
100JAWA TIMURKabupatenKab Blitar
101JAWA TIMURKabupatenSitubondo
102JAWA TIMURKabupatenKediri
103JAWA TIMURKabupatenSumenep
104JAWA TIMURKabupatenGresik
105JAWA TIMURKabupatenKab Malang
106JAWA TIMURKabupatenMojokerto
107JAWA TIMURKabupatenPacitan
108JAWA TIMURKabupatenTrenggalek
109JAWA TIMURKabupatenSidoarjo
110JAWA TIMURKabupatenTuban
111JAWA TIMURKabupatenBanyuwangi
112BANTENKabupatenKab. Serang
113BANTENKabupatenKab. Pandeglang
114BALIKabupatenKarang Asem
115BALIKabupatenBadung
116BALIKabupatenTabanan
117BALIKabupatenBangli
118BALIKabupatenJembrana
119NUSA TENGGARA BARATKabupatenBima
120NUSA TENGGARA BARATKabupatenLombok Tengah
121NUSA TENGGARA BARATKabupatenDompu
122NUSA TENGGARA BARATKabupatenSumbawa Barat
123NUSA TENGGARA BARATKabupatenSumbawa
124NUSA TENGGARA BARATKabupatenLombok Utara
125NUSA TENGGARA TIMURKabupatenSumba Barat
126NUSA TENGGARA TIMURKabupatenManggarai Barat
127NUSA TENGGARA TIMURKabupatenSumba Timur
128NUSA TENGGARA TIMURKabupatenManggarai
129NUSA TENGGARA TIMURKabupatenNgada
130NUSA TENGGARA TIMURKabupatenBelu
131NUSA TENGGARA TIMURKabupatenTimor Tengah Utara
132NUSA TENGGARA TIMURKabupatenSabu Raijua
133NUSA TENGGARA TIMURKabupatenMalaka
134KALIMANTAN BARATKabupatenKapuas Hulu
135KALIMANTAN BARATKabupatenKetapang
136KALIMANTAN BARATKabupatenSekadau
137KALIMANTAN BARATKabupatenBengkayang
138KALIMANTAN BARATKabupatenMelawi
139KALIMANTAN BARATKabupatenSintang
140KALIMANTAN BARATKabupatenSambas
141KALIMANTAN TENGAHKabupatenKotawaringin Timur
142KALIMANTAN SELATANKabupatenBanjar
143KALIMANTAN SELATANKabupatenTanah Bumbu
144KALIMANTAN SELATANKabupatenKab Kotabaru
145KALIMANTAN SELATANKabupatenBalangan
146KALIMANTAN SELATANKabupatenHulu Sungai Tengah
147KALIMANTAN TIMURKabupatenKutai Kartanegara
148KALIMANTAN TIMURKabupatenPaser
149KALIMANTAN TIMURKabupatenBerau
150KALIMANTAN TIMURKabupatenKutai Timur
151KALIMANTAN TIMURKabupatenKutai Barat
152KALIMANTAN TIMURKabupatenMahakam Ulu
153KALIMANTAN UTARAKabupatenBulungan
154KALIMANTAN UTARAKabupatenNunukan
155KALIMANTAN UTARAKabupatenMalinau
156KALIMANTAN UTARAKabupatenTana Tidung
157SULAWESI UTARAKabupatenMinahasa Utara
158SULAWESI UTARAKabupatenMinahasa Selatan
159SULAWESI UTARAKabupatenBolmong Timur
160SULAWESI UTARAKabupatenBolmong Selatan
161SULAWESI TENGAHKabupatenPoso
162SULAWESI TENGAHKabupatenToli-Toli
163SULAWESI TENGAHKabupatenTojo Una-Una
164SULAWESI TENGAHKabupatenBanggai
165SULAWESI TENGAHKabupatenSigi
166SULAWESI TENGAHKabupatenBanggai Laut
167SULAWESI TENGAHKabupatenMorowali Utara
168SULAWESI SELATANKabupatenPangkajene Kepulauan
169SULAWESI SELATANKabupatenBarru
170SULAWESI SELATANKabupatenGowa
171SULAWESI SELATANKabupatenMaros
172SULAWESI SELATANKabupatenSoppeng
173SULAWESI SELATANKabupatenLuwu Timur
174SULAWESI SELATANKabupatenLuwu Utara
175SULAWESI SELATANKabupatenBulukumba
176SULAWESI SELATANKabupatenTana Toraja
177SULAWESI SELATANKabupatenKepulauan Selayar
178SULAWESI SELATANKabupatenToraja Utara
179SULAWESI TENGGARAKabupatenKonawe Selatan
180SULAWESI TENGGARAKabupatenMuna
181SULAWESI TENGGARAKabupatenWakatobi
182SULAWESI TENGGARAKabupatenButon Utara
183SULAWESI TENGGARAKabupatenKonawe Utara
184SULAWESI TENGGARAKabupatenKonawe Kepulauan
185SULAWESI TENGGARAKabupatenKolaka Timur
186GORONTALOKabupatenBone Bolango
187GORONTALOKabupatenGorontalo
188GORONTALOKabupatenPohuwato
189SULAWESI BARATKabupatenMamuju
190SULAWESI BARATKabupatenMajene
191SULAWESI BARATKabupatenMamuju Utara
192SULAWESI BARATKabupatenMamuju Tengah
193MALUKU  KabupatenSeram Bagian Timur
194MALUKUKabupatenKepulauan Aru
195MALUKUKabupatenMaluku Barat Daya
196MALUKUKabupatenBuru Selatan
197MALUKU UTARAKabupatenHalmahera Utara
198MALUKU UTARAKabupatenHalmahera Selatan
199MALUKU UTARAKabupatenHalmahera Timur
200MALUKU UTARAKabupatenHalmahera Barat
201MALUKU UTARAKabupatenKepulauan Sula
202MALUKU UTARAKabupatenPulau Taliabu
203PAPUAKabupatenBoven Digoel
204PAPUAKabupatenMerauke
205PAPUAKabupatenPegunungan Bintang
206PAPUAKabupatenAsmat
207PAPUAKabupatenNabire
208PAPUAKabupatenWarofen
209PAPUAKabupatenYahukimo
210PAPUAKabupatenKeerom
211PAPUAKabupatenSupiori
212PAPUAKabupatenMembramo Raya
213PAPUAKabupatenYalimo
214PAPUA BARATKabupatenManokwari
215PAPUA BARATKabupatenFakfak
216PAPUA BARATKabupatenSorong Selatan
217PAPUA BARATKabupatenRaja Ampat
218PAPUA BARATKabupatenKaimana
219PAPUA BARATKabupatenTeluk Bintuni
220PAPUA BARATKabupatenTeluk Wondama
221PAPUA BARATKabupatenPegunungan Arfak
222PAPUA BARATKabupatenManokwari Selatan
NO.JENIS DAERAHNAMA PROVINSI
1ProvinsiSumatera Barat
2ProvinsiJambi
3ProvinsiBengkulu
4ProvinsiKepulauan Riau
5ProvinsiKalimantan Tengah
6ProvinsiKalimantan Selatan
7ProvinsiKalimantan Utara
8ProvinsiSulawesi Utara
9ProvinsiSulawesi Tengah
PILKADA SERENTAK 2020 (1) : TOKOH YANG PALING BERPELUANG DALAM PILKADA

PILKADA SERENTAK 2020 (1) : TOKOH YANG PALING BERPELUANG DALAM PILKADA

Tentu ada perbedaan suasana pelaksanaan pilkada tahun lalu dibanding pilkada serentak yang akan datang. Perbedaannya termasuk pola strategi pemenangan yang dijalankan. Suasana dan strategi ini sangat perlu untuk dipertimbangkan oleh setiap pihak yang berkepentingan dalam pilkada tahun depan.

Artikel singkat berikut ini dimaksudkan sebagai upaya sharing hasil pengamatan terkait langkah – langkah awal dalam upaya menjalankan pemenangan. Artikel ini akan berlanjut terus ditampilkan secara bersambung hingga hari pelaksanaan pemungutan suara nanti.

Sebagaimana perubahan yang sangat pesat dalam perubahan sosial terutama dalam hal cepatnya arus komunikasi dalam media sosial sehingga sangat berpengaruh juga terhadap upaya kontestan dalam menjangkau masyarakat pemilih di setiap daerah (Kabupaten/Kota ataupun Provinsi) yang akan melaksanakan pilkada. 

BACA JUGA : Daftar Daerah Peserta Pilkada Serentak 2020

Berikut beberapa poin yang mungkin dapat “dijadikan rabaan” terhadap peluang/potensi bagi tokoh ataupun tim-nya yang mau terlibat  dalam ajang kontestasi Pilkada Tahun 2020 mendatang.

POIN 1 : Tokoh Petahana (Incumbent)

Tokoh yang paling mudah untuk terlibat dalam pilkada mendatang menurut kami adalah petahana (incumbent) di wilayah tersebut. Alasan utamanya yakni dikarenakan telah memiliki tingkat ke-dikenal-an (popularitas) yang sudah tinggi dibandingkan tokoh lainnya. Selain itu calon dari petahana juga telah “sedang berada selalu” dalam kancah sosialisasi terhadap masyarakat pemilih di wilayahnya.

Tetapi calon petahana bukan berarti tidak memiliki kelemahan, sebagai contoh kelemahannya adalah jika selama dia memimpin terjadi rasa kurang puasnya masyarakat terhadap kebijakannya selama ini. Hal ini bisa diurai dan dibaca melalui pengamatan yang mendalam (kajian ilmiah).

Calon petahana yang akan didukung kembali oleh masyarakat pemilih adalah petahana yang cerdas dalam menyesuaikan kebijakannya terhadap keinginan/ harapan masyarakat saat ini. Itulah modal bagi calon dari petahana yang tidak dimiliki oleh calon yang dari non petahana.

POIN 2 : Tokoh Yang Paling Berpeluang Menantang Calon Petahana

Tokoh yang paling berpeluang dalam menantang calon dari petahana adalah tokoh yang lebih mampu menawarkan program visioner dan logis yang selama ini belum terlaksana dengan maksimal oleh petahana. Tokoh ini biasanya lahir dari kelanjutan tokoh masa lalu yang berpengaruh besar di wilayah tersebut yang telah memiliki ikatan emosional yang sangat kuat terhadap masyarakat luas dalam suatu Kabupaten/ Kota.

Tokoh semacam ini  muncul kembali dengan berbagai pembaharuan/ penyesuaian masa kini sehingga dapat dengan mudah diterima kembali oleh masyarakat setempat. Banyak orang bilang bahwa tokoh semacam ini ada trah dari masa lalunya yang masih terasa pengaruhnya hingga kini.

Tetapi sekali lagi tokoh seperti ini tidak mudah untuk dicari dan dihadirkan kembali, tetap diperlukan kerja keras dan keseriusan dalam upaya meyakinkan masyarakat pemilih. Kita sebut saja tokoh semacam inilah yang paling mampu menghadapi calon yang berasal dari calon petahana.

POIN 3 : Bagaimana Jika Tidak Ada Calon Petahana?

Bagaimana jika dalam suatu wilayah yang dimana calon dari petahana tidak ada? Bagaimana peluang setiap tokoh yang ada? Untuk menjawab ini kami punya pandangan bahwa sebaiknya dilakukan pengamatan yang komprehensif atau penelitian yang lebih detail untuk membaca peluang dan potensi tokoh yang berasal dari berbagai kalangan yang ada.

Perlu di ingat bahwa dalam kontestasi Pilkada dimana calon petahana tidak ada maka bukan berarti pengaruh pemimpin sebelumnya tidak ada. Dia masih memiliki infrastruktur dalam mendukung calon tertentu. Dan terkadang dukungan pemimpin sebelumnya (Bupati, Walikota, dan Gubernur) cukup perlu untuk dihitung dan di peta-kan kekuatannya. Sikap politis dari tokoh yang maju untuk mencalonkan diri terhadap pemimpin sebelumnya wajib menjaga “hubungan baiknya”. Perlu menampilkan citra “rasa hormat” kepada setiap tokoh yang ada. Menjaga ikatan yang wajar tanpa terkesan meninggalkan atau ketergantungan. Sikap meninggalkan juga itu tidak baik sama jeleknya kalau bersikap arogan terhadap kepemimpinan masa lalu. Bahkan kesan ketergantungan terhadap pemimpin masa lalu juga perlu dikurangi pengaruhnya. Perlu pencitraan dengan kesan kemandirian yang matang sehingga memunculkan image lebih positif yang dapat diterima oleh kalangan luas (masyarakat umum).

POIN 4 : Peluang Tokoh Yang Pernah Gagal Dalam Kontestasi Pemilu

Tokoh – tokoh yang dianggap berpeluang dalam kontestasi pilkada tahun 2020 mendatang perlu sangat banyak informasi terkait potensi dirinya. Perlu informasi popularitas dirinya, kesukaan (afeksi/ akseptabilitas) masyarakat pemilih terhadap dirinya. Diperlukan informasi awal yang lebih jujur terhadap segala kemungkinan tentang dirinya menurut preferensi masyarakat pemilih di wilayahnya.

Tokoh yang pernah gagal dalam kontestasi pemilu perlu berpikir ulang untuk maju. Harus ada ketertarikan yang lebih rasional yang muncul secara alamiah berasal dari masyarakat pemilih, bukan upaya dipaksakan untuk diterima oleh masyarakat pemilih. Percaya diri boleh tapi tanpa mengesampingkan rasionalitas politis terkini.  Jenis tokoh seperti ini jika maju dalam pilkada diperlukan langkah-langkah khusus yang lebih pro-aktif jika dibanding tokoh jenis lainnya.

POIN 5 : Tokoh Pemuda / Tokoh Berjiwa Muda

Point terakhir menurut kami terhadap urusan tokoh paling berpeluang dalam pilkada kali ini adalah sosok muda atau sosok tokoh yang berjiwa muda, berintegritas, kamandirian, masih segar, luas wawasannya, ahli berkomunikasi, lugas dan santun sikapnya, menampilkan kegigihan dalam bingkai visioner yang dibalut dengan sikap rendah hati dan mampu bekerjasama. Mau mendengarkan masukan dari seniornya tanpa menelan mentah – mentah setiap usulan. Tokoh muda seperti ini bagaikan tren kekinian dalam ajang pilkada. Tokoh muda inilah sesungguhnya yang harus tampil dalam kontestasi Pilkada Tahun 2020 mendatang. Karena, jika dalam ajang pilkada di suatu daerah ada sosok pemuda yang tampil maka “kesegaran” berpolitik akan terjadi, semangat dan harapan kepemimpinan masa depan menjadi meningkat sehingga estafet kepemimpinan dapat terjadi secara utuh dan selanjutnya impian peradaban dapat selalu terjaga. Pemimpin yang muda adalah harapan bagi generasi mendatang. Pemuda memiliki kelincahan dan kreatifitas (pakem pemikiran) yang masih terbuka lebar. Kelemahan yang sering terdapat pada tokoh muda biasanya adalah arogansi dan kepercayaan diri yang berlebih. Hindari itu.

Demikian tulisan singkat ini kami ketengahkan, akan disambung secara kontinyu seiring perkembangan mutakhir yang terjadi saat ini. Semoga bermanfaat.

Penulis : Doni Candra, S.IP
Editor : Nizar Mahroussy H.E, S.Kom