PILGUB KALTIM 2018 #27: KEPRIBADIAN CALON PEMIMPIN PALING DISUKAI

PILGUB KALTIM 2018 #27: KEPRIBADIAN CALON PEMIMPIN PALING DISUKAI

Unsur kesukaan ini menjadi penting untuk dianalisis mengingat banyaknya keputusan diambil berdasarkan kesukaan. Dalam kehidupan keseharian misalnya menentukan rasa suka terhadap sesuatu barang yang mau dibeli. Suka membeli handphone merk tertentu, suka dengan jasa online tertentu, suka terhadap artis tertentu dan seterusnya. Bahkan rasa suka juga dapat dijadikan keputusan akan mendukung dan akan memilih siapa dalam peristiwa pemilukada seperti saat ini.

Faktor-faktor kesukaan yang terkait kepribadian kandidat dalam pilkada (calon) tentu akan menjadi penting  untuk sekedar diobrolkan. Faktanya setiap kandidat mempunyai ke-khas-an masing-masing termasuk kepribadian yang khas pula.

Berikut lima poin kepribadian paling disukai ;

  1. Jujur, sifat ini menjadi rangking utama yang harus dimiliki dan dikomunikasikan oleh kandidat kepada masyarakat pemilih.
  2. Merakyat, sifat kedua ini paling sering menjadi bahan analisis yang kemudian di aplikasikan langsung dalam tehnik pencitraan kandidat.
  3. Agamis, faktor ketiga ini bisa jadi menjadi faktor pertama dalam unsur kepribadian paling disukai oleh masyarakat pemilih, sesuaikan lah.
  4. Cerdas, imej ini sangat melekat pada diri kandidat dan memang sulit menterjemahkan asumsi cerdas ini dimata masyarakat pemilih. Kemampuan team pencitraan harus sangat jeli pada poin ini.
  5. Mampu – memimpin, pengalaman/ track-record masa lalu berpengaruh besar dalam benak masyarakat pemilih, komunikasikan lah.

Ada poin lain yang tidak kalah pentingnya yakni kesan tidak sombong yang harus selalu melekat pada diri kandidat sepanjang proses kampanye nanti. Team kandidat musti memahami hal ini jangan sampai terlanjur menciptakan kesan arogansi dalam benak masyarakat pemilih. Cintailah masyarakat pemilih sehingga cinta itu akan didapatkan kembali oleh kandidat dan team-nya.

Sebagai penutup, mungkin opini kali ini cukup singkat. Tapi percayalah bahwa faktor kepribadian yang diliputi atas dasar rasa kecintaan inilah yang akan paling berpengaruh besar terhadap pembangunan bangsa ini kedepannya. Dengan cinta akan menyatukan hati-hati keras, cinta akan mendamaikan. Dan dengan cinta-lah kita-kita semua ini dapat hadir ditengah-tengah kehidupan ini.

Bahkan cinta dari Tuhan-lah penyebab kita semua hingga dapat bertahan dalam menelusuri tapak sejarah ini dan mampu menatap masa depan yang lebih optimis. Sekian…

(DC)