STRATEGI TUNTAS KOALISI DALAM MENGUSUNG CALON BERSAMA : PERTIMBANGKAN POTENSI MENANGNYA !!!

STRATEGI TUNTAS KOALISI DALAM MENGUSUNG CALON BERSAMA : PERTIMBANGKAN POTENSI MENANGNYA !!!

Kabar baiknya ketika ada kesepakatan antar tokoh atau partai dalam mengusung calon untuk dimajukan dalam kompetisi pilkada. Koalisi yang berhasil menghimpun banyaknya bergabung para tokoh akan berpotensi “diikuti” oleh banyaknya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat pemilih di wilayah tersebut.

Koalisi besar yang terbentuk akan menjadi momok menakutkan bagi kompetitor. Koalisi besar digadang-gadang akan mampu meraup suara terbesar. Karena banyaknya dukungan yang berkumpul dalam suatu kesepakatan dalam menghadapi pertarungan merebut hati pemilih.

BACA JUGA : Software Sistem Manajemen Pemenangan Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak

Koalisi besar bukan hal mudah untuk diadakan. Koalisi seperti ini diperlukan talenta khas dari para tokohnya untuk saling “tepo seliro”. Para tokoh yang mau berkoalisi akan saling menurunkan egonya dan mengedepankan kepentingan bagi masyarakat luas dan kemajuan suatu daerah. Tanpa rasa kesadaran bersama para tokoh dalam menciptakan koalisi maka akan mengakibatkan putus ditengah jalan gerakannya. Panas di awal selanjutnya memudar secara cepat mendingin bahkan membeku sebelum mencapai titik finish.

Koalisi besar akan tidak selalu mampu mengalahkan koalisi kecil/ koalisi pas. Potensi kedua model koalisi ini sama-sama memiliki peluang untuk didukung oleh mayoritas pemilih. Kata kuncinya adalah “instrument” tokoh yang mau diusung.

BACA JUGA : Strategi Mendongkrak Popularitas Maksimal Dalam Pilkada : Diperlukan Angka Populer Lebih Dari 90% Untuk Menjadi Pemenang Pilkada Tahun Ini

Pilkada itu berbicara tokoh besar, pilkada bukan berbicara partai besar. Telah banyak catatan partai besar dikalahkan oleh ketokohan yang besar. Karena dalam pilkada yang dipilih bukan partai tetapi yang dipilih adalah personal/ ketokohan si calon.

Kalau kita menelisik secara lebih teliti maka akan ditemukan saat ini “perburuan” tokoh yang akan didorong untuk dapat maju dalam arena pilkada. Banyak partai besar yang kurang memiliki kader dengan ketokohan yang kaliber besar juga sehingga masih perlu membuka peluang ketokohan yang berasal dari luar partainya. Boleh – boleh saja selama itu dapat bersinergi dengan semua pihak yang berkepentingan. Karena pragmatisme dalam politik terkadang menjadi solusi pemecah kebuntuan.

BACA JUGA : PANDUAN MUDAH SURVEI SENDIRI: UNTUK TIMSES PILKADA BUPATI, WALIKOTA, GUBERNUR 2020

Sebagai bahan pertimbangan untuk mengusung calon bersama bagi peserta koalisi berikut sharing pendapat yang mungkin boleh dijadikan perbandingan.

  1. Diperlukan kesadaran bersama bahwa memajukan pasangan calon yang akan diusung adalah calon yang memiliki peluang besar untuk menang.
  2. Peluang menang itu memiliki indikator penilaian yang logis dan dapat diargumentasikan secara gamblang, tidak berdasarkan faktor emosional belaka.
  3. Adnya semangat koalisi itu artinya adanya sikap menurunkan ego setiap pihak yang berkumpul kemudian berusaha mengedepankan semangat kekompakan yang betul-betul didasarkan kepada kepentingan seluruh lapisan masyarakat dan kemajuan suatu daerah.
  4. Peserta koalisi akan mengajukan usulan dan syarat-syarat yang tidak harus diterima dalam perumusan koalisi.
  5. Kesepakatan menanggung bersama semua akibat yang ditimbulkan dan kesepakatan yang sudah dicapai harus dapat ditaati oleh semua stakeholdernya.
  6. Kesepakatan koalisi yang dapat dicapai secara bulat dan utuh itu memerlukan waktu dan debat yang panjang. Setelahnya barulah kompetisi sesungguhnya akan dimulai. Artinya bersepakat koalisi saja masih belum cukup, ia perlu ditandai dengan komitmen aksi setelah kesepakatan itu dicapai.
  7. Tokoh yang diusung hasil dari koalisi akan dituntut untuk mampu mengayomi dan merangkul semua pihak demi berjalannya proses kampanye/ gerakan pemenangan selanjutnya.
  8. Peran dari setiap tokoh koalisi menjadi penting untuk disalurkan pada relnya masing-masing. Diperlukan “mental” lahir-batin yang saling menghargai dan saling menghormati terhadap realitas yang terjadi di setiap langkah aksi/ gerakan pemenangan berikutnya.
  9. Dalam setiap pilkada kelompok yang berkoalisi dapat lebih dari satu, sehingga kelompok lain yang juga melakukan koalisi pada akhirnya juga memikirkan hal yang sama untuk meraih kemenangan pada hari pemilu nanti.
  10. Semangat berkoalisi adalah semangat bekerjasama dan silaturrahim. Koalisi yang tepat akan menghasilkan kepemimpinan yang spektakuler. Tandanya sejak awal-awal dapat dilihat dari ide dasar yang dikemukakan secara gamblang baik itu pada ruang publil maupun di meja negosiasinya.

Demikian sekilas respon yang dituliskan dalam artikel opini ini, semoga dapat memberikan setetes air pelepas dahaga paling tidak ketika adanya kehausan yang membuncah agar tidak ambyar beneran, sehingga tetap bersemangat selalu mencari solusi yang kontruksi di era musim pilkada tahun ini.

Selamat bernegosiasi kepada para senior, kepada para sebaya marilah berpartisipasi proaktif, kemudian kepada para junior ayolah beraksi tunjukan aksi nyatamu dengan segudang semangat tempur tanpa lelahmu itu.

Terakhir kepada para sesepuh kami haturkan berjuta ucapan takzim kami, bimbinglah kami janganlah engkau masih turun dalam arena yang sudah bukan tempatmu lagi.

Salam kompak anak bangsa, salam persatuan NKRI !

Penulis : Doni Candra, S.IP
Editor : Nizar Mahroussy H.E,S.Kom