PILGUB KALTIM 2018 #13: DEMOKRAT KE PDIP? PDIP KE GOLKAR? GOLKAR KE SIAPA?

PILGUB KALTIM 2018 #13: DEMOKRAT KE PDIP? PDIP KE GOLKAR? GOLKAR KE SIAPA?

Duh paling ribet rasanya kalau sudah urusannya menebak-nebak model seperti ini, kesaktian macam apa yang harus dimiliki jika menaksir-naksir arah koalisi yang beginian dan harus pasti benar. Yuk baca dulu tulisan kami berikut ini.

Langkah senyap dan cepat begitu kata orang-orang jika waktu sudah mepet. Bidikan harus jitu supaya tepat sasaran. Buka mata lebar-lebar, pasang telinga pas pada tempatnya, dan tutup mulut rapat-rapat. Negosiasi arah koalisi sudah hampir rampung (meskipun belum rampung juga sih cuman dah hampir).

Begini kawan, coba amati kepentingan “menang” dalam pilgub Kaltim ini, kemudian cek kemauan elit lokal (daerah) baik yang senior maupun yang setengah senior termasuk kepentingan elit partainya kemudian tarik ke-kepentingan elit di nasional (pusat). Memang bakalan ditemukan kemiripan kepentingan yang nyambung antara keduanya (meskipun lagi-lagi ada juga sih perbedaan kepentingan diantara keduanya kan).

Jika calonnya demokrat bersilaturrahim (membuka komunikasi) ke PDIP dan mungkin ngajak koalisi atas pertimbangan apa coba?  Boleh-boleh saja kan dan memang itu halal dalam sistem demokrasi modern.

Saat ini pilgub Kaltim gak ada calon dari incumbent/ petahana. Yang ada new-entry… tapi wajah-wajah lama sih. Sehingga terbuka peluang lebih besar bagi sesiapa saja yang akan jagoan “menarik” dukungan masyarkat pemilih terbanyak.

Mungkin arahan (dukungan) petahana saat ini sudah terlihat gak begitu besar pengaruhnya, sehingga ini menjadi peluang bagi tokoh-tokoh untuk lebih berani maju mencalon dengan adu peruntungan.

Bagaimana dengan PDIP dan Golkar sendiri yang hingga tulisan ini diturunkan masih belum kedengaran jelas di telinga bagi para pencari fakta (eh penikmat pilgub maksudnya… heheh). Sudah adakah calonnya?

PDIP adalah partai besar di Kaltim begitu juga dengan partai Golkar, tentu elit dikedua partai ini sudah saling banyak pengalamannya.  Calonnya PDIP harus menang, sementara calonnya Golkar juga harus menang. Atau bersepakat saja deh PDIP dan Golkar untuk berkoalisi? Masih mungkin untuk mengusung calon bersama-sama.

Ada sih opsi lain bagi kedua partai ini (PDIP & Golkar) yakni gabung koalisi dengan bapak Syaharie Jaang (calonnya Demokrat) sehingga tercipta koalisi besar untuk melawan (berkompetisi-sportif) terhadap pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi (Gerindra, PKS, PAN).

Urusan pilgub Kaltim ini bukan hanya elit saja yang mebicarakan, pun masyarakat pemilih jauh lebih seru membahasnya.

Mengingat ini sudah akhir tahun 2017, dan tahun 2018 sudah didepan mata itu menandakan bahwa waktu pendaftaran bagi calon Gubernur-Wakil Gubernur di Kaltim tinggal 11 hari lagi dari sekarang. Ada kah sudah calonmu?… tinggal menghitung hari…

Sekian.

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada