IKN MENDONGKRAK POPULARITAS MASYARAKAT DI KALTIM DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SETIAP ORANG

IKN MENDONGKRAK POPULARITAS MASYARAKAT DI KALTIM DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SETIAP ORANG

Bermilyar – milyar ton  mineral masih terkandung ada diperut bumi Kaltim dengan nilai uang yang sangat fantastis/ berkuadriliun. Dengan berbagai macam jenis mineral utama yang berharga sangat mahal. Akan lebih dari cukup untuk seribu tahun kedepan modal bagi kehidupan anak cucu. Ditambah dengan masih luasnya lahan daratan alami yang masih belum difungsikan secara nyata. Dengan pesona alam yang sangat cantik, dengan kemewahan lekukan kontur tanah yang menghampar sebagai daratan bumi Kaltim.

Kaltim itu berlimpah. Kaltim itu kaya raya. Dengan nilai – nilai kehidupan yang menjaganya  sampai sekarang sehingga kekayaan itu terus bermunculan. Dan terus dapat berguna untuk kelanggengan masyarakat Kaltim.

Sebagian besar masyarakat di Kaltim menerima dengan perasaan suka cita akan adanyan IKN. Kalimantan Timur saat ini lagi disayang-sayangnya. Orang – orang yang menetap dan bertempat tinggal di Kaltim sedang nervous terhadap urusan pindahnya ibukota. Mungkin ada rasa gembira yang menghampiri sekaligus tantangan untuk berperan aktif bagi setiap “orang Kaltim” terkait urusan IKN itu.

Kecamatan Sepaku, begitulah nama letak istana dan pusat pemerintahan ibukota baru akan dibangun. Sepaku secara sekilas dari pelafalannya seakan bermakna “satu paku”, boleh bermakna sebagai alat untuk menyatukan bahan papan kayu dan balok kayu. Ia juga seakan mengingatkan betapa peran “paku” akan membuat kokoh suatu bangun. Sepaku juga sepertinya mengingatkan akan nama suatu jenis sayuran bukan dari kebun tapi tumbuh alami tersebar diberbagai belukar dan hutan di Kaltim yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan sayuran/ makanan bagi penduduk setempat. Dari hal itu dapat dipandang asal nama Kecamatan Sepaku yang menjadi letak pusat pemerintahan baru yang menggantikan peran Jakarta sebagai ibukota Indonesia.

Sepaku itu terletak di daerah Penajam (kabupaten PPU). “Penajam” juga seakan memiliki makna wilayah untuk mengasah (batu asah) dan untuk mempertajam suatu senjata atau pemikiran. Apa – apa saja yang perlu diasah dan dipertajam? Itulah tantangannya bagi setiap warga Kaltim. Karena setiap warga Kaltim selalu memiliki jaringan keluarga dan perkawanan yang menyebar di seluruh wilayah Kaltim. Akan ada saja keluarga atau teman yang akan berperan aktif dalam urusan IKN tersebut.

Karakter masyarakat Kaltim yang penuh damai dan mengayomi adalah sebagai faktor tambahan utama dalam kecepatan mewujudkan IKN di Kaltim. Akan seirama hal tersebut terhadap meningkatnya pembicaraan berbagai kalangan hingga mencakupi adat istiadat atau budaya yang selama ini ada di Kaltim.

Kecamatan Samboja sebagai wilayah yang termasuk dalam kawasan inti dari letak IKN, dimana asal nama tersebut dapat kita curigai sebagai semacam “suatu symbol” yang berasal dari nama seorang tokoh perempuan yang bernama “Ibu Samboja“. Seakan beliau adalah seorang perempuan panutan yang bijaksana nan elok rupa dengan petuah-petuah bernilai serta mudah bergaul dengan siapa saja disemua tingkatan masyarakat pada masanya sehingga tempat menetapnya dikenal orang dikemudian hari dengan sebutan wilayah Samboja dan hingga saat ini menjadi Kecamatan Samboja yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Wilayah IKN yang ditetapkan pada dua Kecamatan tersebut mengandung makna historis. Secara sumber daya alam sangat kaya potensinya. Dan secara nilai-nilai budaya juga memiliki kedalaman makna bagi keberlangsungan kehidupan secara turun-temurun.

Berlimpahnya kekayaan sumber daya alam yang ada di bumi Kaltim sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan IKN. Ditambah dengan kekayaan sejarah dan budaya yang ada pada masyarakat Kaltim secara turun temurun maka  itu semua akan dapat menopang keberlangsungan IKN.

Masyarakat Kaltim akan menjadi sangat sibuk dengan kehadiran IKN ini. Peluang meningkatkan kesejateraan terbuka lebar. Pemuda Kaltim berpotensi sebagai generasi percontohan kepemimpinan tingkat nasional.

Berbagai sektor kehidupan akan banyak ditetapkan keputusannya di Kaltim. Itu seakan menjadi orbit besar untuk seluruh kepentingan nasional. Sehingga wajar menjadi sorotan yang tajam dari berbagai pihak dimana itu semua dalam rangka mewujudkan secara nyata IKN untuk eksistensi bangsa Indonesia hari ini sampai masa mendatang.

Menajamkan paku/alat dengan mengasahnya sehingga dapat berguna sebagai penunjang kehidupan yang lebih baik dalam bingkai kebijaksanaan seorang ibu yang sangat mencintai seluruh anak-anaknya yang sejak dahulu sampai hari ini hingga masa depannya. Dari generasi ke generasi dan terus menerus.

Begitulah secuil cerita IKN ditanah Kaltim yang dibungkus dengan narasi sedikit falsafah cocoklogi, adapun makna dibalik narasi tersebut adalah nilai – nilai semangat optimisnya yang perlu ditangkap untuk ditindaklanjuti bagi semua pemangku kepentingan dan stakeholder yang eksis, dalam rangka menyongsong Indonesia yang semakin beradab dan berperadaban modern.

Sekian,
Salam hormat dan selamat ber – IKN.

 

Penulis : Doni Candra, S.IP
Editor : Nizar Mahroussy, S.Kom.