PILGUB KALTIM 2018#33: DILEMA CALEG DALAM PILGUB

PILGUB KALTIM 2018#33: DILEMA CALEG DALAM PILGUB

Pilkada serentak tahun 2018 ini beriringan pula dengan persiapan pemilu tahun 2019. Sehingga kesibukan proses pilgub disertai dengan kesibukan persiapan caleg. Berikut opini kami terkait dengan dua hal yang berbeda tersebut, kita akan melihat bersama dimana titik persinggungannya.

Beberapa hari yang lalu kami melakukan diskusi dengan beberapa caleg yang akan maju pada pileg tahun 2019 yang akan datang. Nah, hasil diskusi itulah yang kami paparkan dalam sepanjang tulisan ini.

Caleg yang terlibat pemenangan pilgub bekerja terhadap dua hal sekaligus bersamaan, selain berusaha mengkampanyekan jago pilgubnya ya sekaligus juga mengkampanyekan dirinya juga sebagai caleg.

Caleg yang serius berkampanye dalam pilgub akan melihat peluang-peluang bagi dirinya juga. Penjajakan dirinya sebagai tim pilgub akan sangat berarti untuk pengalaman selanjutnya menjelang pileg.

Jika dilapangan terjadi perbedaan pilihan pada pilgub antara masyarakat dan caleg tersebut maka caleg tersebut akan mengalami tantangan untuk melanjutkan aksi pemenangan pilgubnya terhadap masyarakat pemilih itu, kecuali caleg tersebut tidak sedang melakukan pemenangan pilgub di wilayah dapilnya.

Begitulah sedikit dilema yang dialami para caleg saat ini yang bertugas sebagai tim pemenangan pilgub. Dilema antara mengkampanyekan pilgubnya atau mengkampanyekan dirinya sebagai caleg.

Tentu ada solusi – solusi yang akan dapat menjawab persoalan ini, diperlukan kejernihan dalam menempatkan posisi caleg dalam tim pemenangan pilgub.

Calonnya dalam pilgub harus menang, sementara peluang calegnya juga harus meningkat. Begitu kira-kira solusi win-win yang akan diterapkan strategisnya.

Akankah hal ini dapat seirama, sehingga sekali berkayuh dua pulau akan terlewati?

Butuh kejeniusan untuk mengurusi hal ini, peran para pengambil keputusan dalam tim pilgub akan dituntut lebih ekstra ketelitiannya melihat persoalan ini.  Sementara masyarakat pemilih harus dipelihara juga ketenangannya agar tidak rancu dalam memandang perbedaan kepentingan pilgub dan kepentingan pileg.

BACA JUGA: Caleg Menang 2019

Sementara itu ada hal lain yang akan turut mempengaruhi hubungan pilgub dan pileg ini yang sangat dominan yakni kepentingan masyarakat pemilih itu sendiri.

Begitu sekilas info yang kami rangkum sedikit dari dialog terhadap para caleg beberapa hari yang lalu, semoga dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang terlibat aktif.

Jangan lupa tetap bersemangat dalam menjaga keutuhan bangsa, salam kompak NKRI !!!

(DC)

PILGUB KALTIM 2018 #29: JENIS JURKAM EFEKTIF?

PILGUB KALTIM 2018 #29: JENIS JURKAM EFEKTIF?

Kandidat/ calon  dalam pemilukada memiliki jurkam (juru kampanye) yang akan melakukan orasi di panggung kampanye. Seorang jurkam memiliki fungsi untuk menyemarakkan situasi di arena kampanye. Seorang jurkam juga akan berusaha membuat peserta kampanye menjadi lebih antusias dalam mengikuti proses sepanjang kampanye dilakukan.

Ada beberapa macam jurkam yang akan mendampingi seorang kandidat. Kandidat sendiri adalah jurkam bagi dirinya sendiri. Team dari kandidat juga secara makana adalah jurkam. Setiap pendukung kandidat termasuk jurkam baik pendukung di media online maupun offline. Jurkam-jurkam inilah yang selalu menjadi juru penyampai informasi yang dilakukannya setiap saat kepada masyarakat pemilih.

Tulisan ini hanya berfokus kepada “jurkam-jurkam” yang setiap saat melakukan upaya bantu terhadap kandidatnya meskipun mungkin jurkam jenis ini secara umum bukan disebut jurkam yang sering dilihat ber-orasi di atas panggung kampanye seperti biasanya selama ini.

Berikut tiga kategori jurkam yang bukan jurkam orasi di panggung kampanye sebagaimana biasanya, pengkategorian ini sangat longgar untuk ditelaah ulang dan silahkan disesuaikan dengan kondisi lapangan masing-masing;

Pertama, sadarilah bahwa setiap pendukungmu adalah jurkam-mu walaupun mungkin pendukung tersebut belum pernah bertemu kandidatnya. Jenis jurkam ini bisa saja hanya sekedar semacam seorang pedagang sayuran keliling yang setiap hari intens bertemu pelanggannya dari rumah ke rumah kemudian secara alamiah mengkomunikasikan tentang kandidat kepada setiap masyarakat pemilih yang dijumpainya.

Kedua, bahawa setiap orang saat ini pada dunia maya/ medsos mungkin sekali adalah pendukung setia terhadap kandidat. Bentuk dukungannya bisa saja dilakukan dengan cara memposting, men-share, mengkomentari, atau hanya sekedar memajang foto tertentu, atau bahkan melakukan apa saja yang dampaknya mungkin sangat menguntungkan bagi kandidatnya secara tidak langsung.

Ketiga,  ketahuilah pemilih yang nge-fans kepada kandidat itu dialam bawah sadarnya sudah terprogram secara alamiah semacam keinginan yang selalu melakukan upaya menyalurkan informasi terkait kehebatan kandidat yang didukungnya. Pendukung jenis ini memiliki energy berlimpah yang sangat positif untuk menyebarkan informasi yang menguntungkan bagi kandidat yang didukungnya. Meskipun biasanya kepentingan pendukung jenis ini tidak se-pragmatis pendukung yang lainnya.

BACA JUGA: Pilgub Kaltim 2018 #29: Kandidat Paling Populer Saat Ini?

Uraian singkat ini terinspirasi dari pada suatu bagian dari metode marketing-politik yakni konsep marketing WOMM (Word Of Mouth Marketing = pemasaran dari mulut ke mulut).  Ada semacam asumsi para marketer dalam dunia bisnis bahwa suatu produk unggulan biasanya akan mendapat referensi dari pelanggan setia untuk menganjurkan tanpa disuruh kepada calon konsumen berikutnya.

Sekian opini kami untuk penambah pengayaan ragam analisis dalam kompleksitas di musim kampanye seperti saat ini. selamat berdemokrasi bagi seluruh daerah pemilukada, do’a ketulusan kita haturkan kepada para pahlawan penegak NKRI.

(DC)