Intip E-Book Survei #2 : SURVEI PEMILIH (PILKADA DAN PILEG)

Intip E-Book Survei #2 : SURVEI PEMILIH (PILKADA DAN PILEG)

Survey pemilih pada umumnya digunakan sebagai cara yang metodologis untuk memprediksi tingkat keterpilihan sesorang yang maju bertarung sebagai kontestan dalam suatu PEMILU (Pemilihan Umum) secara langsung. Dengan hasil survey kandidat diharapkan akan mampu memaham kondisi dirinya sendiri menurut sudut pandang masyarakat/ pemilih. Dengan survey ini diharapkan sang calon memiliki tambahan acuan/ panduan cara dalam menjalankan proses pemenangannya.

Survey pemilih disini dimaksudkan untuk memberikan gambaran faktual keadaan masyarakat/ pemilih didaerah dimana calonmu akan bertarung dalam pilkada 2018 maupun pileg tahun 2019 mendatang. Hal-hal yang berkembang di masyarakat dapat ditangkap informasinya dengan melakukan survey. Selain itu hasil survey juga dapat dijadikan sandaran untuk menentukan cara apa dan bagaimana mempengaruhi pemilih agar supaya orangmu menang dalam pertarungan pemilu langsung nantinya, begitu teman..

Yang dimaksud survei disini adalah penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Tujuan survei adalah untuk mengetahui keadaan atau informasi dasar masyarakat pemilih. Informasi dasar  itu antara lain persentase  suku, agama, latar belakang pendidikan, pekerjaan, penghasilan, opini, tingkat harapan, dan seterusnya.

Survei juga memberikan informasi tentang sosok tokoh yang berpeluang untuk mendapatkan dukungan signifikan jika seandainya diadakan pemilihan langsung.

Hasil survei dapat dijadikan landasan dasar oleh kandidat dan timsesnya yang dengannya strategi pemenangan dapat dirumuskan secara efektif dan efisien.

Hasil survei itu akan memberikan informasi sebagai berikut ;

Pertama, hasil survei akan menggambarkan tingkat popularitas setiap calon yang akan berkompetisi di wilayah tersebut. Dengan informasi popularitas ini akan mampu ditarik kesimpulan apakah calonmu sudah terkenal/ popular apa belum, dan berapa persen orang yang mengenalnya serta berapa persen orang belum mengenalnya. Ingat merasa PD (Percaya Diri) saja tidak cukup bahwa seakan sudah terkenal. Karena kenal yang dimaksud disini adalah bahwa ketika nama “seorang calon”  disebutkan kepada setiap orang/ pemilih maka mereka menjawab “ya kenal”. Selain itu kenal disini juga adalah bahwa nama calon itu sudah tertancap didalam benak setiap pemilih sebagai orang yang mereka kenal baik, mereka sangat kenal dengan wajah calonmu sekalipun calon tersebut tidak memiliki hubungan secara pribadi dengan mereka. Dalam ingatan mereka (pemilih) bahwa calonmu itu baik dan disukai oleh mereka sebagai pemilih.

Jika calonmu belum terkenal atau belum populer menurut hasil survei maka sebaiknya dirimu bergegas untuk segera membuat program pencitraan dan program sosialisasi yang lebih maksimal  lagi. Mumpung masih cukup banyak waktu sebelum hari H pemilihan.

Kedua, hasil survei dapat menggambarkan tentang keadaan kekinian masyarakat/ pemilih. Masalah utama yang dirasakan oleh sebagian besar orang dapat anda ketahui, sehingga dengan mengetahui masalah utama yang dirasakan masyarakat dapat anda jadikan sebagai bahan kampanye. Mungkin saja misalnya masalah utama sebagian masyarakat adalah sulitnya air bersih, kesulitan listrik, keadaan pencemaran lingkungan, gangguan keamanan, masalah lapangan pekerjaan, kesulitan sarana transportasi, tentang kebersihan lingkungan, dan sebagainya. Kejelianmu untuk menangkap masalah utama tersebut kemudian  dijadikan bahan kampanye calonmu bahwa calonmu akan mampu menyelesaikan masalah tersebut kalau terpilih nantinya. Terkadang masalah utama sesungguhnya yang dirasakan oleh masyarakat pemilih belum tentu menjadi skor penilaian yang paling tinggi angkanya yang ada dalam hasil surveimu. Lagi – lagi dibutuhkan kecanggihan kandidat maupun timses lah untuk mampu mengelompokan masalah utama masyarakat setempat sehingga dapat dijadikan bahan visi dan misi sang calon maupun sebagai bahan penguasaan ketika sosialisasi.

Ketiga, hasil survey akan berimbas kepada ketajaman analisamu teman, terhadap competitor/ pesaing utama calonmu (pilkada dan pileg). Pada kasus pileg biasanya dalam satu DAPIL (Daerah Pemilihan) paling hanya beberapa partai atau orang yang akan terpilih dan menang (hal ini tergantung dari kuota kursi parlemen yang di plotkan di daerahmu). Dengan hasil survey tiba-tiba saja dirimu mampu mengukur kekuatan dan kelemahan pesaingmu dalam pemilu itu. Atau yang paling mungkin juga dirimu akan mampu mengidentifikasi faktor apa saja yang membuat kontestan lain menjadi kuat menurut analisismu. Jelasnya, dengan hasil survei kekuatan “musuhmu” dapat dengan mudah terbaca olehmu.

Keempat, hasil survey akan memberikan informasi faktual yang dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya. Artinya kandidatmu tidak akan pernah terbuai dengan laporan timsesnya yang selalu mengatakan “kita pada posisi aman ndan”. Tetapi ingat lah ya bahwa bukan berarti dirimu harus berprasangka buruk tehadap laporan tim seperti itu.

Kelima, hasil survei akan membuat langkah pemenanganmu atau calonmu menjadi terarah, jelas, efektif, dan terukur pembiayanya serta tidak asal-asalan meniru gaya kampanye orang lain. Karena factor pembeda itu sangat penting dalam mempengaruhi orang lain, tetapi tidak hanya asal beda tentunya (factor diferensiasi).

Keenam, dengan melakukan survey sendiri maka dirimu akan memegang sendiri data-data valid terkait eksistensimu dalam suatu pilkada atau pileg. Bahkan dirimu akan mengetahui secara jelas siapa tokoh paling didengar omongannya oleh masyarakat dilingkungan  tertentu, organisasi apa yang paling memilki pengaruh terhadap pilihan masyarakat pemilih, dan seterusnya. Semua informasi ini akan menjadi bekalmu dalam menjalankan proses pemenangan untukmu maupun untuk temanmu atau kenalanmu.

BACA JUGA: Panduan Mudah Survei Sendiri: Untuk Timses Pilkada Bupati, Walikota, Gubernur dan Pemilu Legislatif 2019

(DC)

PILGUB KALTIM 2018 #32: TIM PEMENANGAN YANG PALING EFEKTIF

PILGUB KALTIM 2018 #32: TIM PEMENANGAN YANG PALING EFEKTIF

Tim pemenangan atau tim sukses itu sering merepresentasikan paslon yang didukungnya. Kecerdasan tim ini sangat dibutuhkan. Memang belum ada pendidikan khusus untuk hal ini. Setiap paslon dan timnya akan meramu dan meracik sendiri bahan-bahan kampanye sehingga diharapkan menjadi menu yang istimewa untuk dihidangkan kepada masyarakat pemilih.

Memang agak sulit mencari rujukan secara teoritis maupun praktis tentang bagaimana membuat tim pemenangan atau tim sukses dari pasangan calon dalam suatu pemilukada. Buku yang secara komprehensif mengulas hal ini cukup langka ketersediaannya di pasaran saat ini. Sehingga tim pemenangan saat ini cenderung bermodalkan pengalaman-pengalaman yang telah dimiliki dan berusaha menggabungkan langkah-langkah praktis keumuman dalam setiap pelaksanaan kampanye paslonnya.

BACA JUGA: Pilgub Kaltim 2018 #13: Dikenal, Disukai, Didukung

Membentuk tim pemenangan itu secara sederhananya adalah meliputi bagian logistik (alat peraga), bagian hubungan masyarakat, saksi-saksi TPS, kepanitiaan kampanye, staf ahli paslon, kesekretariatan induk dan cabang, tim kreatif dan media, tokoh-tokoh penghubung, bidang hukum, dan seterusnya disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan lapangan.

Bagian-bagian dalam tim pemenangan ini akan diarahkan bekerja secara bersinergis sehingga diharapkan dapat menghimpun dukungan yang mayoritas dari masyarakat pemilih.   Ketepatan strategi yang diambil akan diuji nanti di lapangan sepanjang proses kampanye hingga sampai pada titik akhir yakni  di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Waktu yang terbatas ditambah dengan sumber daya yang juga terbatas maka tim pemenangan ini dituntut untuk selalu disiplin dalam menjalankan roda pemenangan untuk paslonnya. Kerjasama tim sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Memang tidak dapat dipungkiri kalau ada suka dukanya dalam proses pemenangan seperti saat ini. Akan selalu ada orang-orang yang terlihat pragmatis mengambil aksi untung sesaat, ini hal biasa. Seni manajemen tim sudah termasuk memperhitungkan hal seperti ini. Manajer pemenangan akan mampu mengatur dan berusaha mengsinergiskan setiap bagian-bagian dalam organisasi pemenangannya.

Paslon yang sudah berpengalaman akan dengan mudah dapat bekerjasama dengan timnya. Paslon tanpa tim yang termotivasi bisa menemukan kerugian bagi dirinya. Paslon dan tim pemenangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Yang satu saling mempengaruhi terhadap yang lainnya demi mendapatkan suara atau dukungan dari masyarakat pemilih secara umum.

Ilmu pengetahuan yang mengurusi kerjasama paslon dan timnya ini akan terus berkembang selama sistem pemilihan masih secara langsung seperti saat ini. Para cerdik pandai dan para pemerhati perkembangan demokratisasi bagi negri ini idealnya sudah saatnya duduk bersama secara intensif untuk mengurai dan membuat solusi-solusi yang efektif menghadapi momok biaya besar dalam proses pelaksanaan demokrasi daerah. Dimana selanjutnya akan memperoleh pemimpin daerah yang bersih dari sandera-sandera utang keuangan yang menggunung.

Selamat berdemokrasi lokal tahun 2018, salam kompak NKRI !!!

(DC)

PILGUB KALTIM 2018 #28: KANDIDAT PALING POPULER SAAT INI?

PILGUB KALTIM 2018 #28: KANDIDAT PALING POPULER SAAT INI?

Membicarakan popularitas dalam ajang pemilukada seperti saat ini menjadi semacam keharusan tersendiri.  Populer atau angka dikenal oleh pemilih mempunyai tolok ukur yang paling dicari datanya. Setiap pemilih idealnya mengenal terhadap siapa yang akan dipilihnya. Berbagai sudut pandang mengukur angka popularitas ini tentu dapat berbeda-beda bagi setiap disiplin tertentu.

Mengukur angka popularitas dalam ajang pemilukada sering digunakan metode survei yang sudah terbukti keakurasiannya. Saat ini dimana lembaga survei yang siap melakukan survei sangat banyak jumlahnya baik yang ber-skala lokal maupun nasional.

BACA JUGA: Hasil Survei Yang Dirilis Itu Kebohongan??

Berikut opini kami yang disarikan dari berbagai pengalaman selama ini sepanjang mengikuti proses pemilukada secara langsung. Poin-poin ini kami sempitkan pada ulasan popularitas bagi kandidat dari sudut pandang perilaku pemilih.

  1. Popularitas atau angka dikenal-nya kandidat oleh pemilih itu idealnya mencapai 100%, angka ini adalah sebagai start awal bagi kandidat (calon pemimpin; gubernur, bupati, walikota).
  2. Kandidat yang populer dilihat dalam wilayah tertentu secara geografis dimana saja pemilihan itu terjadi. Jika pemilihan dilakukan di wilayah A maka wajib bagi kandidat terkenal diwilayah A tersebut bukan diwilayah lain.
  3. Dikenal disini adalah dikenal secara baik yang khas bukannya dikenal karena ketidak baikannya. Hati – hati pada poin ini jangan sampai kandidatmu terkenal tapi dikenal karena kekurangannya.
  4. Pemilih mengenal kandidatnya secara sederhana adalah ketika masyarakat pemilih sangat familiar dengan mampu jelas menyebut nama dan mengetahui secara jelas tampilan sang kandidat tersebut.
  5. Ada kandidat yang populer pada media online tetapi belum tentu populer secara offline di masyarakat pemilih. Karena media online masih belum merata sebarannya.
  6. Angka popularitas itu harus disosialisasikan dan harus sampai ke benak setiap pemilih. Sekali lagi perhatikan poin penting yang ke 6 ini, pahamilah.
  7. Popularitas itu adalah upaya kontinyu dan sangat memperhatikan setiap segmen dalam populasi pemilih secara keseluruhan.
  8. Upaya menaikan angka popularitas itu mestinya dapat diukur sesuai standard tertentu.
  9. Upaya yang paling cepat untuk menaikan angka popularitas kandidat adalah dengan mencari cara yang viral-lable (cepat dan merata). Tema dan momentum yang tepat tentunya dengan media penyampai yang tepat pula.
  10. Lakukanlah upaya peningkatan angka popularitas ini dengan cara-cara yang paling mudah diterima oleh masyarakat pemilih. Cara-cara yang menyenangkan supaya juga mudah disukai atau disenangi oleh masyarakat pemilih.
  11. Angka popularitas yang tinggi akan berdampak kepada tingkat kesukaan pemilih terhadap kandidat menjadi tinggi pula. Jika tingginya angka kesukaan pemilih ini dapat diraih secara maksimal maka akan menjadi mudah pada tahap berikutnya untuk meningkatkan angka elektabilitas (peluang keterpilihan) bagi kandidat.

Demikian opini kami sebagai bahan tambahan bagi sesiapa saja yang terlibat dalam proses pemilukada tahun ini. Jangan lupa tetap kompak dengan tetanggamu dan sahabatmu, yakinlah bahwa pemilukada tahun ini adalah tetap seperti pemilukada yang sudah sering kita terlibat didalamnya. Salam kompak NKRI !!!

(DC)

BACA JUGA: Kepribadian Calon Pemimpin Paling Disukai

PILGUB KALTIM 2018 #27: KEPRIBADIAN CALON PEMIMPIN PALING DISUKAI

PILGUB KALTIM 2018 #27: KEPRIBADIAN CALON PEMIMPIN PALING DISUKAI

Unsur kesukaan ini menjadi penting untuk dianalisis mengingat banyaknya keputusan diambil berdasarkan kesukaan. Dalam kehidupan keseharian misalnya menentukan rasa suka terhadap sesuatu barang yang mau dibeli. Suka membeli handphone merk tertentu, suka dengan jasa online tertentu, suka terhadap artis tertentu dan seterusnya. Bahkan rasa suka juga dapat dijadikan keputusan akan mendukung dan akan memilih siapa dalam peristiwa pemilukada seperti saat ini.

Faktor-faktor kesukaan yang terkait kepribadian kandidat dalam pilkada (calon) tentu akan menjadi penting  untuk sekedar diobrolkan. Faktanya setiap kandidat mempunyai ke-khas-an masing-masing termasuk kepribadian yang khas pula.

Berikut lima poin kepribadian paling disukai ;

  1. Jujur, sifat ini menjadi rangking utama yang harus dimiliki dan dikomunikasikan oleh kandidat kepada masyarakat pemilih.
  2. Merakyat, sifat kedua ini paling sering menjadi bahan analisis yang kemudian di aplikasikan langsung dalam tehnik pencitraan kandidat.
  3. Agamis, faktor ketiga ini bisa jadi menjadi faktor pertama dalam unsur kepribadian paling disukai oleh masyarakat pemilih, sesuaikan lah.
  4. Cerdas, imej ini sangat melekat pada diri kandidat dan memang sulit menterjemahkan asumsi cerdas ini dimata masyarakat pemilih. Kemampuan team pencitraan harus sangat jeli pada poin ini.
  5. Mampu – memimpin, pengalaman/ track-record masa lalu berpengaruh besar dalam benak masyarakat pemilih, komunikasikan lah.

Ada poin lain yang tidak kalah pentingnya yakni kesan tidak sombong yang harus selalu melekat pada diri kandidat sepanjang proses kampanye nanti. Team kandidat musti memahami hal ini jangan sampai terlanjur menciptakan kesan arogansi dalam benak masyarakat pemilih. Cintailah masyarakat pemilih sehingga cinta itu akan didapatkan kembali oleh kandidat dan team-nya.

Sebagai penutup, mungkin opini kali ini cukup singkat. Tapi percayalah bahwa faktor kepribadian yang diliputi atas dasar rasa kecintaan inilah yang akan paling berpengaruh besar terhadap pembangunan bangsa ini kedepannya. Dengan cinta akan menyatukan hati-hati keras, cinta akan mendamaikan. Dan dengan cinta-lah kita-kita semua ini dapat hadir ditengah-tengah kehidupan ini.

Bahkan cinta dari Tuhan-lah penyebab kita semua hingga dapat bertahan dalam menelusuri tapak sejarah ini dan mampu menatap masa depan yang lebih optimis. Sekian…

(DC)