RAHASIA SUARA CALEG MENANG : CALEG PEMENANG ELEKTABILITASNYA 7% (TUJUH PERSEN) – BAGIAN DUA

RAHASIA SUARA CALEG MENANG : CALEG PEMENANG ELEKTABILITASNYA 7% (TUJUH PERSEN) – BAGIAN DUA

BAGIAN DUA

Menyambung pembahasan artikel sebelumnya  bagaimana rumus menentukan caleg menang dalam suatu dapil adalah total suara sah di kali 7% itulah target suara yang harusnya diperoleh bagi seorang caleg yang berpotensi menang. Tidak halnya menang itu asalkan mendapat sekedar suara/ dukungan pemilih saja tetapi berapa jumlahnya itu intinya. Memperkirakan dengan lebih teliti dan meyakinkan berapa jumlah suara yang akan diperoleh dan apakah mungkin tercapai dengan segala upaya pemenangan yang sudah dilakukan selama ini.

BACA JUGA : Rahasia Suara Caleg Menang: Caleg Pemenang Elektabilitasnya 7%(Tujuh Persen) – Bagian Pertama

Ada syarat-syarat menang yang harus dipenuhi bagi seorang caleg menang. Ada pemenuhan instrument/ variable pemenangan. Mulanya menaikan popularitas diri itulah yang paling banyak sudah dilakukan secara umumnya hampir semua caleg. Dimana segala aksi popularitas ini sudah jauh sejak lama dan sebagai langkah awal-awal dilakukan. Tentu ini baik namun belum cukup untuk menuju menang kalau hanya sekedar melakukan aksi popularitas saja.

Khusus aksi popularitas jawablah terlebih dahulu 3 pertanyaan berikut ;

  1. Berapa persen nilai popularitas dirimu sebagai caleg dalam dapilmu?
  2. Dari sekian banyaknya desa/ kelurahan (berbasis RT) dalam dapilmu sudah semua kah mengenalmu?
  3. Apakah setiap orang di dapilmu sudah mengetahui dirimu sebagai caleg?

(jawablah dengan jujur dan simpanlah buatmu sendiri semua jawabannya, jika jawabanmu optimis dan rasional maka gunakan itu untuk melangkah selanjutnya).

Sebelum masuk ke ranah potensi elektabilitas sebaiknya perhatikan terlebih dahulu seberapa banyak masyarakat pemilih yang sudah mengenalmu (popularitas) itu juga menyukaimu, menerimamu, mendukungmu, membelamu, dan mau menyebarkan potensi baikmu kepada masyarakat pemilih lainnya. Aksi mendalami popularitas seperti ini kita sebut saja afeksi atau rasa penerimaan, yakni rasa kuat positif yang dimiliki oleh orang yang mengenalmu tersebut.

BACA JUGA : Sistem Manajemen Pemenangan Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG)

Jika popularitasmu tinggi tetapi unsur ketidaksukaan terhadap dirimu juga tinggi maka itu artinya dikenal (populer) tapi tidak disukai. Nah, kalau sudah tidak disukai pasti tidak dipilih. Demikian catatan evaluasi sederhana terhadap penilaian aksi popularitas yang sudah kamu lakukan. Selanjutnya barulah boleh muncul target 7% angka elektabilitas itu.

Mari lanjutkan menjawab pertanyaan aksi elektabilitas berikut ini ;

  1. Apakah potensi suara yang kamu raih bakal merata ada di semua TPS nantinya?
  2. Di titik mana saja kantong suara penuhmu, jika dijumlahkan semua apakah sudah mencapai 7%? (hitunglah).
  3. Aksi elektabilitas mana yang paling nyaman kamu lakukan untuk selanjutnya, sudah terjadwal kah?

(sekali lagi, jawablah dengan jujur dan simpan sendiri jawabanmu itu karena itu untuk kamu lakukan bukan untuk disebarkan).

Sebagai penutup bahasan artikel ini maka  angka rahasia elektabilitas 7% ini dapat kukatakan bahwa segitulah nilai paling aman yang harus dimiliki oleh caleg menang tahun 2019. Fokuslah untuk mendapatkannya, hitung baik-baik dengan logika sehat bukan dihitung dengan over kepercayaan diri yang hanya sekedar semangat itu. Renungilah kemudian lakukan aksi lanjutannya secara lebih bersemangat dan dengan lebih menyenangkan dari sebelumnya.

Target elektabilitas 7% ini sudah kuhitungkan dengan segala rumus dan sudah memperhatikan berbagai variabel yang berpengaruh terhadapnya. Sehingga dengan alasan karena rumusnya terlalu panjang dan mendetail maka rasanya tidak perlu kutampilkan dalam pembahasan kali ini. Karena rumit maka biarlah kerumitan itu ada pada dapur produksi kami saja, lebih baik kami hidangkan menu yang sudah jadi saja supaya bisa dinikmati lebih banyak oleh berbagai kalangan (para caleg, team sukses, parpol, masyarakat pemilih, dan kaum pembelajar).

Sekian.

(DC)

RAHASIA SUARA CALEG MENANG : CALEG PEMENANG ELEKTABILITASNYA 7% (TUJUH PERSEN) – BAGIAN PERTAMA

RAHASIA SUARA CALEG MENANG : CALEG PEMENANG ELEKTABILITASNYA 7% (TUJUH PERSEN) – BAGIAN PERTAMA

Kini sudah mulailah para caleg untuk memperkirakan berapa kira-kira suara yang akan diperolehnya nanti pada hari pemilihan 17 April 2019. Tentu tidaklah gampang bagi setiap caleg untuk menerka secara presisi berapa total suara pribadi yang akan diperolehnya. Apalagi untuk meyakinkan dirinya agar dapat duduk di parlemen untuk periode 2019 – 2024 nanti.

BACA JUGA : Sistem Manajemen Pemenangan Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG)

Sebagai panduanmu maka kuberikan sedikit kalkulasi untuk keyakinan akan rabaanmu itu terhadap target suara agar menang dan dapat duduk sebagai wakil rakyat pada dapilmu.

Simaklah!

  1. Perkirakan dengan teliti berapa kira-kira jumlah suara sah di dalam dapilmu pada pemilu nanti, kemudian kalikan total suara sah itu 7% maka akan ditemukan jumlah tertentu yang akan boleh dijadikan target suaramu.
  2. Mengapa di kalikan 7%? Karena segitulah persen minimal angka aman untuk target menangmu.
  3. Angka 7% itu kudapatkan dari angka rata-rata dari hasil pileg sebelumnya yang kukalkulasikan berdasarkan rumus perhitungan Sainte-Lague sehingga pendekatannya menjadi rasional.
  4. Angka 7% tentu bukanlah angka pasti, ia hanyalah angka rata-rata yang kupelajari dari suara sah pada beberapa dapil pemilu terdahulu. Tetapi kecenderungan data yang kudapatkan adalah mengarah kepada 7% bagi pemenang pileg tahun 2019 ini.
  5. Bagi caleg yang sudah beberapa bulan ini turun ke lapangan tentu angka segitu tentu tidaklah sulit untuk ditarget dan diraih. Dimana team juga sudah dikerahkan dengan berbagai amunisi yang dibekali ditambah upaya sosialisasi yang tentunya juga sudah maksimal dilakukan.
  6. Masih ada dua bulan yang sangat efektif sejak hari ini bagi para caleg yang sungguh-sungguh bekerja di grass-root. Masa selama tersebut kusarankan tetaplah terus berusaha untuk meningkatkan point popularitasmu dengan bersinergi melakukan aksi elektabilitas. Sekali lagi kuingatkan bahwa aksi popularitas itu jauh berbeda dengan aksi elektabilitas. (sudah banyak artikel sebelum ini kami terbitkan dalam vote-indonesia.com).
  7. Aksi popularitas itu ya termasuk memasang baleho itu, membagikan kalender/ almanak tempohari, kartu nama dulu di awal yang kamu bagikan, dan alat peraga lainnya yang sudah “terlanjur” disebarkan di lapangan. Sehingga kini menjelang detik terakhir perlulah kiranya untuk menajamkan aksi popularitas itu dengan menambahnya dengan aksi elektabilitas yang nyata. Singkatnya aksi elektabilitas itu adalah memperkokoh team pemenanganmu, sosialisasi langsung bertemu dengan masyarakat pemilih, dan rutinitasmu roadshow kepada setiap rumah pemilih dalam dapilmu. Begitulah singkatnya aksi popularitas-elektabilitas.

Demikian artikel ini sebagai soft sapaan penambah informasi bagi para caleg yang bersemangat menang.

Jika kulihat bermanfaat bagimu maka akan kuteruskan pembahasannya pada artikel-artikel berikutnya. Teruslah membaca, pahami dan jangan kebawa perasaan dalam membaca artikel pada weblog ini. Ambilah sebagai second-opinion untuk strategi menangmu.

Salam kompak caleg menang, salam NKRI !!!

(DC)

 

PILEG 2019 #1: CALEG MENANG 2019

PILEG 2019 #1: CALEG MENANG 2019

Setiap kesusksesan itu meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri, begitu kata banyak orang. PILEG yang akan datang adalah pelaksanaan PILEG yang kesekian kalinya pasca reformasi. Tentu sudah ada pengalaman yang dapat ditelusuri untuk mengetahui faktor apa penyebab menang terpilih dan mengapa caleg tidak terpilih. Tulisan ini coba menguak sedikit terhadap faktor-faktor apa saja yang dominan mempengaruhi seorang caleg dapat menang terpilih. Alasan–alasan yang disampaikan berikut ini mungkin saja berbeda bagi pengalaman setiap orang, paling tidak informasi disini dapat memberikan gambaran sehingga bagi caleg pemula ada bahan tambahan selain keyakinan semata.

Ada tiga modal utama caleg yang akan meningkatkan peluang keterpilihannya. Hal ini berdasarkan pengamatan semata sepanjang proses PILEG sejak tahun 2009 dan 2014 yang lalu. Berikut tiga hal tersebut ;

  1. Modal sosial,
  2. Modal capital,
  3. Keinginan logis,

Modal sosial adalah terkait sejauh mana pribadi caleg selama ini kedudukan sosialnya dalam wilayah dapil (daerah pemilihan). Penting untuk mengukur dan mengetahui seperti apa posisi diri caleg dari sudut pandang pemilih ini. Apakah sang caleg sudah dikenal 100% oleh pemilih dalam dapilnya, apakah keterkenalan itu dikenal karena kebaikannya atau dikenal karena kekurangannya. Dari pengenalan/ popularitas inilah peluang untuk dipilih itu akan berpotensi meningkat. Peluang keterpilihan inilah yang dimaksud dengan elektabilitas.

Modal capital adalah kemampuan bagi pribadi caleg untuk memenuhi pembiayaan aktifitasnya selama menjalankan proses “merayu” masyarakat pemilih. Kemampuan pembiayaan ini termasuk hal yang sangat sensitif, jangan sampai urusan pembiayaan ini lupa diatur dengan serius. Besar – kecilnya modal kapital ini adalah urusan yang sangat relative tetapi harus ada kemampuan yang memadai. Akan banyak kegiatan caleg yang akan berdampak kepada pembiayaan, terutama biaya akomodasi selama proses sosialisasi dan biaya keadministrasian lainnya termasuk biaya tim yang akan dibentuk.

Modal ketiga sebagai modal dasar bagi caleg adalah adanya keinginan logis yaitu adanya niat dan semangat yang tertanam sejak awal untuk maju dalam pileg mendatang. Keinginan ini terkait dengan pemahaman mengenai “aturan permainan” dalam pileg baik pengetahuan dalam urusan peraturan pemilu itu sendiri yang berlaku maupun pemahaman dalam urusan sosial kemasyarakatan. Banyak orang mengatakan faktor keinginan logis ini terkait dengan kemampuan sadar diri dan mampu mengukur keberadaan diri sendiri bagi caleg yang akan maju untuk berkompetisi pada pileg mendatang tahun 2019.

Modal nekat asal maju tentu itu adalah semangat yang menggebu, tetapi harus diingat bahwa logika tetap harus dijalankan. Mulai sekarang bersemangatlah untuk mempelajari perundang-undangan minimal yang terkait dengan pemilu, kemudian mulailah mempelajari data – data mendasar dalam pileg tersebut yakni data dapil dan pemilih serta kalkulasi targetannya. Sangat penting hal ini bagi caleg yang akan maju tahun 2019 nanti.

Sebagai informasi tambahan berikut pertanyaan yang harus dijawab oleh caleg 2019 ;

  1. Bagaimana kepastianmu nyaleg secara keadministrasian?
  2. Dalam dapilmu, berapa jumlah pemilihnya?
  3. Bagaimana cara pemenanganmu dan simpulnya dimana saja?
  4. Buatlah scheduling yang berisi langkah – langkah strategis.
  5. Atur gaya manajemen dan harus bekerjasama dengan caleg mana saja?
  6. Lakukan pencitraan dirimu sebagai caleg. Ingatlah bahwa seorang caleg kedepannya akan menjadi wakil rakyat sehingga akan menjadi harapan bagi konstituen/ pemilihmu.
  7. Perbanyaklah wawasan kebangsaan dan pahamilah aturan bernegara sejak sekarang.

Demikian opini kami hari ini, silahkan beri komentar jika setuju atau ajak kami untuk mendiskusikannya.

(DC)