PILKADA SERENTAK 2020 (4) : THE MIRACLE, KEAJAIBAN PILKADA TAHUN DEPAN

PILKADA SERENTAK 2020 (4) : THE MIRACLE, KEAJAIBAN PILKADA TAHUN DEPAN

Dalam rekam historis yang dapat diteliti selama ini dan kemudian dapat dilakukan upaya pengembangan untuk perkembangan hidupnya disetiap daerah maka pilkada menjadi instrumen utama dalam mewujudkan tujuan tersebut. Pilkada akan menjadi suatu keajaiban modern bagi kelangsungan kehidupan bangsa Indonesia baik dari segi persatuan maupun dari segi pelaksanaan pemerataan keadilan sosial. Keterlibatan masyarakat luas dalam musim pilkada seperti saat ini akan mampu membentuk karakter sosial yang sangat kuat karena proses pilkada mampu menghasilkan kedewasaan hubungan antar masyarakat. Selain itu pilkada juga akan mampu membawa harapan hidup yang lebih baik sebagian besar masyarakat disetiap wilayah.

Sebagai poin keajaibannya berikut ulasan yang mungkin dapat membantu argumentasi penguatan terhadap munculnya harapan masyarakat dalam musim pilkada tahun depan :

POIN #1 : SINERGI ANTARA PEMILIH DAN CALON YANG DIDUKUNG

Adanya dua pihak yang yang akan saling bersinergis, yakni antara masyarakat pemilih dengan calon yang didukungnya. Peristiwa hubungan  ini akan melahirkan suasana semangat baru dalam kehidupan yang terus berjalan ini. Dinamika hubungan yang terjalin ini yang akan “memaksa” kesadaran untuk rasa persatuan yang utuh meskipun “kesan pilkada” adalah kompetisi atau persaingan yang sangat serius namun toh pada akhirnya pilkada itu berjangka waktu dan akan ada pemenangnya. Dari pasca penetapan pemenang pilkada inilah akhir dari kompetisi tadi yang mana selanjutnya adalah munculnya era mewujudkan semangat dan harapan hidup yang lebih baik lagi bagi setiap daerah.

Pengkotakan masyarakat dalam pilkada memang bisa terjadi, tetapi memungkiri kuatnya rasa persatuan di masyarakat dengan alasan pilkada menjadi argumentasi yang sangat lemah.

Sepanjang era otonomi daerah yang sudah 20 tahunan ini berlangsung menjadi bukti kuat terbentuknya era baru dalam peningkatan kecerdasan kehidupan bermasyarakat.

Dengan kata lain pilkada berhasil membingkai rasa nasionalisme yang tinggi di masyarakat dan telah berhasil menaikan kecerdasan berpikir dan berperilaku dalam kehidupan berbangsa sekaligus bernegara. Separatisme terkikis oleh adanya pilkada disetiap daerah.

Tidak bermaksud memungkiri adanya catatan-catatan yang perlu dibenahi dalam setiap musim pilkada, tetapi catatan-catatan tersebut bukan dijadikan alasan untuk meng-kambing-hitam-kan pilkada, karena memperbaiki pilkada bukan berarti menghapus pilkada.  

POIN #2 : NASIONALISME NKRI

Masyarakat disetiap daerah telah memiliki karakter yang sangat kuat terhadap pandangan atau wawasan nasionalismenya, yakni nasionalisme NKRI. Nasionalisme dari sudut pandang kedaerahan sudah selesai sejak tahun 1928 sampai tahun 1945. Tidak perlu diumbar lagi isu ini dalam ruang publik. Meneriakan nasionalisme dalam pilkada itu kelucuan, artinya justru yang meneriakan yang tidak paham sejarah persatuan nasional bukannya yang diteriaki (masyarakat).

Dengan modal persatuan yang kuat sejak masa lalu inilah maka pilkada menjadi keharusan diadakan sehingga akan menghasilkan kepemimpinan daerah yang powerfull yang dikehendaki masyarakat daerah itu sendiri. Dari kepemimpinan inilah kemudian kesempatan keadilan sosial itu dapat terwujud, berproses secara merata tahap demi tahap.

POIN #3 : SISTEM YANG SUDAH TEPAT

Jalan pilkada ini sudah benar, dimana pilkada berhasil menumbuhkan instrumen baru di setiap daerah dalam melaksanakan hajat kehidupan baik dari segi ekonomi dan dampak peradaban yang ditimbulkan. Setiap anggota masyarakat sangat proaktif sepanjang proses pilkada tersebut. Keaktifan ini dapat menghasilkan pengalaman yang kemudian dapat ter-konversi secara otomatis kepada berkembangnya cara perekonomian dan kesejahteraan rumah tangga. Hal ini jangan ditolak namun sebaiknya justru didukung dengan sepenuhnya oleh semua pihak. Karena semua instrumen pemerintahan pada akhirnya harus membuahkan kesejahteraan yang merata sehingga keadilan sosial dapat tumbuh dengan suburnya di kehidupan masyarakat dan dirasakan secara langsung.

Percayakan pada kearifan lokal yang telah dimiliki oleh bangsa ini sejak jaman kuno, dari sisi pandang tersebut kemudian akan memunculkan kekokohan karakter berbangsa dan bernegara .

Pengadopsian cara-cara melangsungkan pemerintahan saat ini masih sangat terhubung dengan pengalaman historis masa lalu. Berangkat ke masa depan dalam bernegara ini telah memiliki titik start sendiri dan bukan meminjam titik start peradaban negara lain. Membandingkan sistem pemerintahan dengan negara lain adalah keharusan dan jangan dihindari, namun justru seharusnya itu menambah luasnya dalam upaya memandang kekuatan diri sendiri yang sudah khas telah dimiliki dan melekat pada diri sendiri bangsa Indonesia ini.

POIN #4 : POTENSI POLEMIK

Keajaiban pilkada berikutnya adalah adanya selalu polemik yang dapat meretakan rasa persatuan itu, tetapi perangkat bernegara saat ini sudah sangat cukup untuk mengantisipasinya. Tinggal mensinergiskan saja antar setiap perangkat yang ada yang kemudian dengan langkah sadar menjalankan aktifitas tersebut dengan di iringi rasa saling menghormati dan saling mengedepankan sikap mau berbagi sehingga karakter sikap gotong royong yang ada pada bangsa ini akan selalu tumbuh subur.

POIN #5 : PILKADA ITU MEMPERSATUKAN

Pilkada itu mempersatukan karena ia disadari hanya sebagai alat saja dalam mekanisme melahirkan kepemimpinan daerah, bukan isme. Suatu alat untuk menghadirkan pemerintahan daerah yang konstitusional atau sah sesuai konsensus. Dasar ini nanti yang akan menimbulkan kedamaian, karena pada masa kedamaian itulah perkembangan daerah dapat terlaksana dengan sangat maksimal untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan kehidupan masyarakat.

POIN #6 : PILKADA DAN PENINGKATAN TARAF HIDUP

Pilkada itu meningkatkan harapan taraf hidup. Pilkada menjadi suatu acara pagelaran yang sangat besar, semarak, menghibur, mengedukasi, dan  menyenangkan. Pilkada bukan dibuat untuk menyusahkan.

Pilkada akan menghasilkan peningkatan kemandirian bermasyarakat, rasa tanggung jawab yang tinggi sehingga membuahkan ruang lingkup pekerjaan yang meluas sehingga ketersediaan “lahan aktifitas” yang banyak bagi setiap warga masyarakat. Harapan itu harus terus tetap terpelihara dan harus terus didorong sehingga eksistensi daerah dapat terjaga sekaligus menghilangkan potensi bubarnya daerah.

POIN #7 : PILKADA SEBAGAI SALAH SATU ALAT PENJAGA NKRI

Pilkada adalah sebuah strategi rahasia untuk menjaga eksistensi NKRI dan keberlangsungan perkembangan hidup bangsa Indonesia dan negara-negara lain diseluruh dunia. Konsep ini sudah tepat untuk dipertahankan.

Dengan ber-pilkada maka energi aktif yang dimiliki bangsa ini dapat tersalurkan pada tempatnya. Penyaluran energi masyarakat yang begitu besar dapat saja berupa invasi atau paling tidak dapat memunculkan separatisme,  hal itu harus dihindari karena dapat menyinggung perasaan dan harga diri bangsa lain.

PILKADA DAN PANCASILA

  1. Substansi pilkada adalah ungkapan rasa syukur kepada tuhan yang maha esa, dalam meneruskan peningkatan standar kehidupan umat manusia.
  2. Pilkada pembuktian adab yang tinggi  dalam menentukan kekuasaan dengan cara-cara yang lebih elegan, sportif, mandiri, adil, dan manusiawi.
  3. Pilkada bukti pelaksanaan berjalannya persatuan Indonesia,
  4. Pilkada adalah pelaksanaan wujud keterlibatan rakyat luas dalam menentukan kemandiriannya dalam bingkai pemerintahan berdasarkan konstitusi/ supremasi hukum. 
  5. Pilkada menjadi perwujudan harapan pemerataan kesejahteraan (meningkatnya ekonomi masyarakat) sehingga keadilan sosial dapat terwujud.

Demikian tulisan ini dikemukakan semoga dapat direnungi dalam rangka menikmati keajaiban pilkada, sehingga terus rasa persatuan selalu dapat terpupuk yang pada akhirnya akan bertambah suburnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  Itulah jati diri sesungguhnya bangsa ini mengacu kepada 5 sila dalam pancasila.

Penulis : Doni Candra, S.IP
Editor : Nizar Mahroussy H.E, S.Kom

Intip E-Book Survei #2 : SURVEI PEMILIH (PILKADA DAN PILEG)

Intip E-Book Survei #2 : SURVEI PEMILIH (PILKADA DAN PILEG)

Survey pemilih pada umumnya digunakan sebagai cara yang metodologis untuk memprediksi tingkat keterpilihan sesorang yang maju bertarung sebagai kontestan dalam suatu PEMILU (Pemilihan Umum) secara langsung. Dengan hasil survey kandidat diharapkan akan mampu memaham kondisi dirinya sendiri menurut sudut pandang masyarakat/ pemilih. Dengan survey ini diharapkan sang calon memiliki tambahan acuan/ panduan cara dalam menjalankan proses pemenangannya.

Survey pemilih disini dimaksudkan untuk memberikan gambaran faktual keadaan masyarakat/ pemilih didaerah dimana calonmu akan bertarung dalam pilkada 2018 maupun pileg tahun 2019 mendatang. Hal-hal yang berkembang di masyarakat dapat ditangkap informasinya dengan melakukan survey. Selain itu hasil survey juga dapat dijadikan sandaran untuk menentukan cara apa dan bagaimana mempengaruhi pemilih agar supaya orangmu menang dalam pertarungan pemilu langsung nantinya, begitu teman..

Yang dimaksud survei disini adalah penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Tujuan survei adalah untuk mengetahui keadaan atau informasi dasar masyarakat pemilih. Informasi dasar  itu antara lain persentase  suku, agama, latar belakang pendidikan, pekerjaan, penghasilan, opini, tingkat harapan, dan seterusnya.

Survei juga memberikan informasi tentang sosok tokoh yang berpeluang untuk mendapatkan dukungan signifikan jika seandainya diadakan pemilihan langsung.

Hasil survei dapat dijadikan landasan dasar oleh kandidat dan timsesnya yang dengannya strategi pemenangan dapat dirumuskan secara efektif dan efisien.

Hasil survei itu akan memberikan informasi sebagai berikut ;

Pertama, hasil survei akan menggambarkan tingkat popularitas setiap calon yang akan berkompetisi di wilayah tersebut. Dengan informasi popularitas ini akan mampu ditarik kesimpulan apakah calonmu sudah terkenal/ popular apa belum, dan berapa persen orang yang mengenalnya serta berapa persen orang belum mengenalnya. Ingat merasa PD (Percaya Diri) saja tidak cukup bahwa seakan sudah terkenal. Karena kenal yang dimaksud disini adalah bahwa ketika nama “seorang calon”  disebutkan kepada setiap orang/ pemilih maka mereka menjawab “ya kenal”. Selain itu kenal disini juga adalah bahwa nama calon itu sudah tertancap didalam benak setiap pemilih sebagai orang yang mereka kenal baik, mereka sangat kenal dengan wajah calonmu sekalipun calon tersebut tidak memiliki hubungan secara pribadi dengan mereka. Dalam ingatan mereka (pemilih) bahwa calonmu itu baik dan disukai oleh mereka sebagai pemilih.

Jika calonmu belum terkenal atau belum populer menurut hasil survei maka sebaiknya dirimu bergegas untuk segera membuat program pencitraan dan program sosialisasi yang lebih maksimal  lagi. Mumpung masih cukup banyak waktu sebelum hari H pemilihan.

Kedua, hasil survei dapat menggambarkan tentang keadaan kekinian masyarakat/ pemilih. Masalah utama yang dirasakan oleh sebagian besar orang dapat anda ketahui, sehingga dengan mengetahui masalah utama yang dirasakan masyarakat dapat anda jadikan sebagai bahan kampanye. Mungkin saja misalnya masalah utama sebagian masyarakat adalah sulitnya air bersih, kesulitan listrik, keadaan pencemaran lingkungan, gangguan keamanan, masalah lapangan pekerjaan, kesulitan sarana transportasi, tentang kebersihan lingkungan, dan sebagainya. Kejelianmu untuk menangkap masalah utama tersebut kemudian  dijadikan bahan kampanye calonmu bahwa calonmu akan mampu menyelesaikan masalah tersebut kalau terpilih nantinya. Terkadang masalah utama sesungguhnya yang dirasakan oleh masyarakat pemilih belum tentu menjadi skor penilaian yang paling tinggi angkanya yang ada dalam hasil surveimu. Lagi – lagi dibutuhkan kecanggihan kandidat maupun timses lah untuk mampu mengelompokan masalah utama masyarakat setempat sehingga dapat dijadikan bahan visi dan misi sang calon maupun sebagai bahan penguasaan ketika sosialisasi.

Ketiga, hasil survey akan berimbas kepada ketajaman analisamu teman, terhadap competitor/ pesaing utama calonmu (pilkada dan pileg). Pada kasus pileg biasanya dalam satu DAPIL (Daerah Pemilihan) paling hanya beberapa partai atau orang yang akan terpilih dan menang (hal ini tergantung dari kuota kursi parlemen yang di plotkan di daerahmu). Dengan hasil survey tiba-tiba saja dirimu mampu mengukur kekuatan dan kelemahan pesaingmu dalam pemilu itu. Atau yang paling mungkin juga dirimu akan mampu mengidentifikasi faktor apa saja yang membuat kontestan lain menjadi kuat menurut analisismu. Jelasnya, dengan hasil survei kekuatan “musuhmu” dapat dengan mudah terbaca olehmu.

Keempat, hasil survey akan memberikan informasi faktual yang dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya. Artinya kandidatmu tidak akan pernah terbuai dengan laporan timsesnya yang selalu mengatakan “kita pada posisi aman ndan”. Tetapi ingat lah ya bahwa bukan berarti dirimu harus berprasangka buruk tehadap laporan tim seperti itu.

Kelima, hasil survei akan membuat langkah pemenanganmu atau calonmu menjadi terarah, jelas, efektif, dan terukur pembiayanya serta tidak asal-asalan meniru gaya kampanye orang lain. Karena factor pembeda itu sangat penting dalam mempengaruhi orang lain, tetapi tidak hanya asal beda tentunya (factor diferensiasi).

Keenam, dengan melakukan survey sendiri maka dirimu akan memegang sendiri data-data valid terkait eksistensimu dalam suatu pilkada atau pileg. Bahkan dirimu akan mengetahui secara jelas siapa tokoh paling didengar omongannya oleh masyarakat dilingkungan  tertentu, organisasi apa yang paling memilki pengaruh terhadap pilihan masyarakat pemilih, dan seterusnya. Semua informasi ini akan menjadi bekalmu dalam menjalankan proses pemenangan untukmu maupun untuk temanmu atau kenalanmu.

BACA JUGA: Panduan Mudah Survei Sendiri: Untuk Timses Pilkada Bupati, Walikota, Gubernur dan Pemilu Legislatif 2019

(DC)