RAHASIA PEMENANG PILPRES 2019 ; DITENTUKAN DI KALIMANTAN TIMUR

RAHASIA PEMENANG PILPRES 2019 ; DITENTUKAN DI KALIMANTAN TIMUR

Sebelum melanjutkan membaca ulasan berikut ini ayo monggo tarik nafas dulu baik-baik supaya lancar membacanya. Kalau perlu siapkan segelas kopi panas yang baru diseduh air mendidih 100 derajat Celsius agar lebih mantep atine. Hehehe

Kalau memperhatikan pembagian jumlah pemilih Indonesia saat ini dapat kita bagi kedalam 5 (lima) group provinsi  yang ada di Indonesia kini, yaitu ;

  1. Pulau Sumatera                                 : 20,30%
  2. Pulau Jawa                                         : 58,14%
  3. Nusa Kecil (Bali, NTB, NTT)          : 5,33%
  4. Pulau Kalimantan                             : 5,84%
  5. Pulau Sulawesi, Maluku, & Papua : 10,39%

Nah, berikut utak-atik petunjuknya sebagai bahan wawasan masing-masing pembaca. (kami sadar bahwa  website kesayangan kita ini www.vote-indonesia.com lama sekali belum upload artikelnya dikarenakan urusan teknis. Hahaha).

Analisis cocoklogi dimulai (sekali lagi ambil nafas dulu… hehehe)

  1. Pertarungan pilpres 2019 di pulau Sumatera akan dimenangkan tipis oleh pasangan nomor urut 2 (dua). Kemungkinannya begitu kalau kita liat semangat pendukung pilpresnya dan dari hasil kalkulasi kami dari berbagai media online.
  2. Sedangkan di pulau jawa akan dimenangkan oleh pasangan nomor urut 1 (satu) namun kemenangannya dibawah 2% saja kira-kira yaa. Memang ini wilayah padat pertarungan mengingat wilayah ini lebih separuh jumlah pemilih nasional. Logikanya menang telak akan sulit dicapai karena kedua pasangan yang ada sama – sama berupaya maksimal melakukan upaya pemenangan.
  3. Kemudian pertarungan pilpres di wilayah Nusa Kecil (liat data point 3) tetap akan dimenangkan oleh pasangan nomor urut 1 (satu) tapi ya tetap tipis kemenangannya. Ini dapat ditarik kesimpulan dari sejarah pemilu sebelumnya dimana partai pendukung incumbent cukup telak menang di beberapa wilayah di Nusa Kecil ini. Sehingga asumsinya pasangan nomor urut 1 bakal mampu mendapatkan dukungan mayoritas.
  4. Sementara itu di pulau Kalimantan ada suatu wilayah yang akan sangat menentukan kemenangan bagi para capres tersebut, yakni provinsi Kalimantan Timur. Kok bisa sih? Yaa mungkin aja kan.. kepo, hahahaha.
  5. Di wilayah group provinsi kategori ke lima ini sangat dimungkinkan pasangan nomor urut 1 yang menang atau bisa jadi nomor urut 2 yang menang (fluktuasi suara di wilayah ini sangat tinggi, sehingga kita menunggu hari H saja untuk mengkalkulasikannya).
  6. Jadi skornya adalah sebagai berikut ;
  7. Pulau Sumatera : 20,30%  pasangan nomor 2 menang lumayan.
  8. Pulau Jawa : 58,14%  pasangan nomor 1 menang tipis.
  9. Nusa Kecil (Bali, NTB, NTT) : 5,33%    pasangan nomor 1 menang lumayan.
  10. Pulau Kalimantan : 5,84%    wilayah penentu kemenangan.
  11. Pulau Sulawesi, Maluku, & Papua : 10,39%    setiap pasangan masih mungkin menang.

Memang saat ini untuk menemukan prediksi yang dapat dipercaya itu sulit sekali. Rilis berbagai lembaga survei juga bersifat sementara saja bukan untuk meprediksi hasil sesungguhnya nanti 17 April 2019. Untuk memenuhi opsi bacaan lain dari prediksi analisis lah tulisan ini kami buat.

Sebagai tambahan akhir tulisan ini, kusambungkan sedikit kenapa penentu kemenangan pilpres 2019 ada di Kaltim yakni sebagai peran aktif atau bukan sekedar partisipasi pemilu saja bagi di tingkat nasional. Analisis kita boleh berbeda kok, silahkan berkomentar pada kolom yang telah disiapkan oleh website ini.

Kalimantan Timur itu ya ada di situ Kutai kan. Nah, dari peran Kutai sejak lama itulah mengapa kami melihat adanya ketersambungan pemenang pilpres 2019 yang akan datang. Boleh dari mana saja melihatnya, bukan berarti data kecil maka pasrti pengaruh juga kecil, begitu sebaliknya.

Coba perhatikan dari semangat setiap pendukung pasangan capres saat ini, pendukung pasangan capres mana yang paling logis?

Pendukung pasangan mana yang paling meluas aksinya?

Pendukung pasangan mana yang paling mungkin mayoritas millennial?

Pendukung pasangan mana yang paling menyentuh perasaan masyarakat pemilih?

Carilah jawaban-jawaban itu secara serius, tanyakan kepada kedua orang tuamu yang sudah sejak lama tidak ikut aktif berpolitik lagi.

Tanyakan juga kepada orang-orang yang kalian anggap sebagai orang tua kalian dimana biasanya nasehat bijaknya untuk dituruti.

Kalau sudah menemukan jawabannya maka tiba-tiba akan semakin jelas dan bertambah kemampuan analisi politik bagi setiap diri kita.

Sekian.

Salam kompak NKRI, semangat tetap membaikan, merdeka !!!

(DC)

Intip E-Book Survei #3: DATA DAN MANFAAT YANG DIPEROLEH JIKA SURVEI SENDIRI

Intip E-Book Survei #3: DATA DAN MANFAAT YANG DIPEROLEH JIKA SURVEI SENDIRI

Hasil survei dapat berupa data yang menggambarkan tingkatan masing-masing isu yang diukur. Data yang disajikan dalam survei pemilih menjelang pemilu adalah data-data seperti berikut ini ;

  1. Data persentase jumlah pemilih berdasar rentang usia (misalnya pemilih pemula, pemilih usia produktif, pemilih tua),
  2. Data persentase suku-suku,
  3. Data persentase jumlah pemeluk setiap agama,
  4. Data tingkat pendidikan,
  5. Data tingkat penghasilan,
  6. Data persentase pekerjaan,
  7. Data tingkat popularitas setiap kandidat,
  8. Data tingkat disukai oleh pemilih terhadap calon,
  9. Data peluang keterpilihan setiap kandidat (elektabilitasnya).
  10. Data issu yang sedang berkembang dimasyarakat,
  11. Data tingkat harapan masyarakat,
  12. Data tentang opini masyarakat terhadap pemerintahan sekarang,
  13. Data kekuatan setiap kandidat per-wilayah tertentu (misalnya zona/ dapil),

Data terkait kepentingan kampanye (misalnya media massa apa yang paling terkenal diwilayah itu), dan lain sebagainya sesuai kebutuhanmu.

MANFAAT BUATMU JIKA MENJADI AHLI SURVEI PEMILIH

Ahli survei pemilih… Yeah, enggak semuluk itu juga sih janjinya ebook ini. Maksudku ebook ini akan menambah informasi pembaca seperti dirimu terkait urusan survei pemilih disetiap menjelang pelaksanaan pemilu pilkada ataupun pileg tahun yang akan datang.

Keahlian survei dalam ajang pemilu saat ini baik itu di pilkada maupun pileg akan menjadi sensasi tersendiri. Bahkan sudah banyak orang yang menjadikan keahlian ini sebagai pekerjaan utama.  Ilmu survei pemilih akan terus berkembang, kebutuhan informasi dari hasil survei selalu ditunggu-tunggu bahkan dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan politis.

Perhatikan berita diberbagai media, banyak sekali politisi mengatakan kami masih menunggu hasil survei untuk menentukan calon kami. Atau ada berita yang mengatakan partai politik tertentu menetapkan calonnya berdasarkan hasil survei.

Ini artinya betapa hasil survei ini sangat menentukan kebijakan dalam system pemilihan politik kita saat ini. Hasil survei yang cenderung dapat dipercaya dan dapat dipergunakan adalah hasil survei dari lembaga survei yang telah memiliki brand image sebagai lembaga survei yang terpercaya dan berskala nasional.

Padahal istilah brand lembaga survei dan skala hanyalah cara pandang sesorang saja, atau dengan kata lain siapapun ya skala nasional sekaligus skala local bahkan ya skala internasional juga kan. Ketika kita sama-sama menganut ilmu pengetahuan maka skala seperti ini sudah tidak relevan lagi untuk didiskusikan.

Lakukan saja surveimu sendiri secara ilmiah, jangan pernah hiraukan penilaian subjective dari orang-orang yang katanya ahli itu. Karena se-ahli apapun seseorang dalam survei pemilih  tetap saja data rilnya dari lapangan yang dikumpulkan oleh para surveyor lapangan itu.

Salah dilapangan pasti akan berdampak pada kesalahan data akhir yang disajikan. Semua proses survei sesungguhnya saling terkait antara tahap yang satu dan tahap lainnya.

Jago dalam analisis data belum tentu jago wawancara dilapangan. Begitu juga sebaliknya ahli metodologi belum tentu ahli dalam memprediksi/ intuisi data. Makanya proses survei ini adalah proses yang kerjasama saling mengisi satu sama lain.

BACA JUGA: Panduan Mudah Survei Sendiri: Untuk Timses Pilkada Bupati, Walikota, Gubernur dan Pemilu Legislatif 2019

 

…………………. Kerjasama adalah pembeda manusia dengan hewan……………..

 

(DC)

Intip E-Book Survei #2 : SURVEI PEMILIH (PILKADA DAN PILEG)

Intip E-Book Survei #2 : SURVEI PEMILIH (PILKADA DAN PILEG)

Survey pemilih pada umumnya digunakan sebagai cara yang metodologis untuk memprediksi tingkat keterpilihan sesorang yang maju bertarung sebagai kontestan dalam suatu PEMILU (Pemilihan Umum) secara langsung. Dengan hasil survey kandidat diharapkan akan mampu memaham kondisi dirinya sendiri menurut sudut pandang masyarakat/ pemilih. Dengan survey ini diharapkan sang calon memiliki tambahan acuan/ panduan cara dalam menjalankan proses pemenangannya.

Survey pemilih disini dimaksudkan untuk memberikan gambaran faktual keadaan masyarakat/ pemilih didaerah dimana calonmu akan bertarung dalam pilkada 2018 maupun pileg tahun 2019 mendatang. Hal-hal yang berkembang di masyarakat dapat ditangkap informasinya dengan melakukan survey. Selain itu hasil survey juga dapat dijadikan sandaran untuk menentukan cara apa dan bagaimana mempengaruhi pemilih agar supaya orangmu menang dalam pertarungan pemilu langsung nantinya, begitu teman..

Yang dimaksud survei disini adalah penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Tujuan survei adalah untuk mengetahui keadaan atau informasi dasar masyarakat pemilih. Informasi dasar  itu antara lain persentase  suku, agama, latar belakang pendidikan, pekerjaan, penghasilan, opini, tingkat harapan, dan seterusnya.

Survei juga memberikan informasi tentang sosok tokoh yang berpeluang untuk mendapatkan dukungan signifikan jika seandainya diadakan pemilihan langsung.

Hasil survei dapat dijadikan landasan dasar oleh kandidat dan timsesnya yang dengannya strategi pemenangan dapat dirumuskan secara efektif dan efisien.

Hasil survei itu akan memberikan informasi sebagai berikut ;

Pertama, hasil survei akan menggambarkan tingkat popularitas setiap calon yang akan berkompetisi di wilayah tersebut. Dengan informasi popularitas ini akan mampu ditarik kesimpulan apakah calonmu sudah terkenal/ popular apa belum, dan berapa persen orang yang mengenalnya serta berapa persen orang belum mengenalnya. Ingat merasa PD (Percaya Diri) saja tidak cukup bahwa seakan sudah terkenal. Karena kenal yang dimaksud disini adalah bahwa ketika nama “seorang calon”  disebutkan kepada setiap orang/ pemilih maka mereka menjawab “ya kenal”. Selain itu kenal disini juga adalah bahwa nama calon itu sudah tertancap didalam benak setiap pemilih sebagai orang yang mereka kenal baik, mereka sangat kenal dengan wajah calonmu sekalipun calon tersebut tidak memiliki hubungan secara pribadi dengan mereka. Dalam ingatan mereka (pemilih) bahwa calonmu itu baik dan disukai oleh mereka sebagai pemilih.

Jika calonmu belum terkenal atau belum populer menurut hasil survei maka sebaiknya dirimu bergegas untuk segera membuat program pencitraan dan program sosialisasi yang lebih maksimal  lagi. Mumpung masih cukup banyak waktu sebelum hari H pemilihan.

Kedua, hasil survei dapat menggambarkan tentang keadaan kekinian masyarakat/ pemilih. Masalah utama yang dirasakan oleh sebagian besar orang dapat anda ketahui, sehingga dengan mengetahui masalah utama yang dirasakan masyarakat dapat anda jadikan sebagai bahan kampanye. Mungkin saja misalnya masalah utama sebagian masyarakat adalah sulitnya air bersih, kesulitan listrik, keadaan pencemaran lingkungan, gangguan keamanan, masalah lapangan pekerjaan, kesulitan sarana transportasi, tentang kebersihan lingkungan, dan sebagainya. Kejelianmu untuk menangkap masalah utama tersebut kemudian  dijadikan bahan kampanye calonmu bahwa calonmu akan mampu menyelesaikan masalah tersebut kalau terpilih nantinya. Terkadang masalah utama sesungguhnya yang dirasakan oleh masyarakat pemilih belum tentu menjadi skor penilaian yang paling tinggi angkanya yang ada dalam hasil surveimu. Lagi – lagi dibutuhkan kecanggihan kandidat maupun timses lah untuk mampu mengelompokan masalah utama masyarakat setempat sehingga dapat dijadikan bahan visi dan misi sang calon maupun sebagai bahan penguasaan ketika sosialisasi.

Ketiga, hasil survey akan berimbas kepada ketajaman analisamu teman, terhadap competitor/ pesaing utama calonmu (pilkada dan pileg). Pada kasus pileg biasanya dalam satu DAPIL (Daerah Pemilihan) paling hanya beberapa partai atau orang yang akan terpilih dan menang (hal ini tergantung dari kuota kursi parlemen yang di plotkan di daerahmu). Dengan hasil survey tiba-tiba saja dirimu mampu mengukur kekuatan dan kelemahan pesaingmu dalam pemilu itu. Atau yang paling mungkin juga dirimu akan mampu mengidentifikasi faktor apa saja yang membuat kontestan lain menjadi kuat menurut analisismu. Jelasnya, dengan hasil survei kekuatan “musuhmu” dapat dengan mudah terbaca olehmu.

Keempat, hasil survey akan memberikan informasi faktual yang dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya. Artinya kandidatmu tidak akan pernah terbuai dengan laporan timsesnya yang selalu mengatakan “kita pada posisi aman ndan”. Tetapi ingat lah ya bahwa bukan berarti dirimu harus berprasangka buruk tehadap laporan tim seperti itu.

Kelima, hasil survei akan membuat langkah pemenanganmu atau calonmu menjadi terarah, jelas, efektif, dan terukur pembiayanya serta tidak asal-asalan meniru gaya kampanye orang lain. Karena factor pembeda itu sangat penting dalam mempengaruhi orang lain, tetapi tidak hanya asal beda tentunya (factor diferensiasi).

Keenam, dengan melakukan survey sendiri maka dirimu akan memegang sendiri data-data valid terkait eksistensimu dalam suatu pilkada atau pileg. Bahkan dirimu akan mengetahui secara jelas siapa tokoh paling didengar omongannya oleh masyarakat dilingkungan  tertentu, organisasi apa yang paling memilki pengaruh terhadap pilihan masyarakat pemilih, dan seterusnya. Semua informasi ini akan menjadi bekalmu dalam menjalankan proses pemenangan untukmu maupun untuk temanmu atau kenalanmu.

BACA JUGA: Panduan Mudah Survei Sendiri: Untuk Timses Pilkada Bupati, Walikota, Gubernur dan Pemilu Legislatif 2019

(DC)