SYARAT PERTAMA JADI CALEG MENANG ! KURSI KEBERAPA YANG ANDA INCAR ?

Anda yang sudah yakin jadi caleg pada pemilu tahun 2024 yang akan datang hendaknya mampu dengan paten menjawab pertanyaan berikut :

KURSI KEBERAPA YANG ANDA INCAR? BERAPA JUMLAH SUARANYA?

Bagaimana mungkin berjalan tanpa tujuan pasti terus bisa sampai? Iya mungkin sampai tapi entah sampai ke titik mana. Beda halnya kalau sudah menetapkan tujuan yang pasti maka kemungkinan sampainya jauh lebih besar. Minimal mampu mendekati titik tujuan dengan ngegas sedikit lagi maka bisa sampai ke tujuan dengan cepat dan selamat.

Begitu pula halnya seorang caleg memang perlu menetapkan tujuan yang pasti. Berapa jumlah suara yang diperlukan, dimana saja suara itu berada, apa saja instrumen upaya untuk mendapatkannya, dan langkah – langkah taktisnya dan seterusnya. Nah, kali ini kita mengulas agar caleg memiliki tujuan yang pasti dan jelas supaya menang terpilih tahun 2024 nanti. Ayolah

Karena setiap dapil memiliki kuota kursi dan rangking kursi maka anda sebagai caleg tentunya mengukur kemampuan pribadi mau kursi yang keberapa. Tanpa anda mau menjawab pertanyaan mendasar mau mengincar kursi keberapa sebagai tujuan yang pasti dalam pencalegan anda maka anda kemungkinan hanya menjalankan strategi ala kadarnya saja.

Jargon strategi ala kadarnya dengan hasil maksimal, ibarat jauh panggang dari api. Ya gak matang – matang itu ikan salai. Strategi untung – untungan namanya. Hehehe… peace bro !

(silahkan membaca artikel kejaiban kursi ke 4 https://vote-indonesia.com/2022/07/20/uraaa-analisa-kecenderungan-kursi-ke-4-untuk-caleg-tingkat-kabupaten-dan-kota/)

Sebagai rekomendasi dari kami kepada anda, agar anda memiliki target yang cenderung aman dan mudah maka incarlah kursi ke 4 (jika kuota kursi di dapil anda lebih dari 7). Pelajarilah skema data yang ada pada dapil anda tersebut, kemudian buatlah perhitungan dan target suaranya kemudian praktekan di lapangan dengan sangat serius, dengan itu anda menjadi caleg paling cerdas dan caleg sangat berpeluang menang nantinya.

Misalkan anda jadi caleg di dapil 5 (Kec. Samarinda Utara + Kec. Sungai Pinang) dengan jumlah kursi yang diperebutkan ada sebanyak 12 kursi maka apakah anda secara otomatis menetapkan target kursi rangking pertama? atau kira – kira anda sebagai caleg merasa yakin hanya akan menempati urutan kursi terakhir yakni yang ke 12 ?

Sebagai contoh data hasil pileg tahun 2019, nilai kursi pertama pada dapil 5 tersebut adalah 16,67% dari suara sah sedapil dan caleg jadinya senilai 3,48% dari suara sah sedapil. Partai yang memperoleh nilai itu adalah PDIP dan caleg menangnya bernama Bapak Triyana (dengan suara pribadi sebanyak 3.597 suara).

Sedangkan kursi terakhir bernilai 4,54% dari suara sah sedapil dan caleg menangnya memperoleh suara 1,98% dengan suara pribadi sebanyak 2.039 atas nama Bapak Joni Ginting dari Partai Demokrat.

Dari dua contoh data lalu seperti diatas maka kita dapat memperkirakan dan dapat membuat target suara untuk pileg yang akan datang. Artinya jika anda mengincar kursi pertama maka konsekwensi logisnya partai anda harus sebagai rangking pertama pada dapil tersebut.

Sedangkan jika anda mengincar kursi ke 4 maka resiko/ konsekwensi logisnya jauh lebih ringan daripada mengincar kursi pertama.

Demikian pula jika anda mengincar kursi terakhir maka target rangking partai anda menjadi ringan-ringan saja, namun peluang menangnya relative menjadi mengecil pula.

Silahkan anda tentukan sendiri logisnya mengincar kursi keberapa. Semoga dapat dipahami inti maksud dari artikel singkat ini.

Sebagai catatan tambahan, penting rasanya sebagai caleg menang untuk mempelajari peta kalkulasi seperti tersebut diatas, agar kemampuan sumber daya anda dapat anda hitung dan anda sediakan sejak sekarang.

Demikian lah hendaknya bagi seorang leader partai dan calegnya agar mau dan mampu berfikir rasional dengan semangat yang lebih optimis dalam menghadapi pemilu mendatang.

Persiapkan kader partai yang menjadi caleg dengan mental fighter mental petarung yang cerdas dan mandiri serta memiliki kaktifan yang penuh kreatif dalam menunjang eksistensi partai.

Semua ada ilmunya, semua ada metodologinya. Kompetisi pemilu yang akan datang adalah hajat yang sudah kesekian kalinya. Sudah ada jejak – jejak kesuksesan sebelumnya yang dapat dipelajari dan diajarkan. Tinggal kitanya mau bagaimana. Berfikirlah jauh lebih meluas sehingga kita mampu lebih visioner.

Salam sukses bernegara !

Merdeka !

Penulis: Doni Candra, S.IP
Editor: Nizar Mahroussy H.E, S.Kom