ARTIKEL PILEG 2019 #5: STRATEGI SAINTE LAGUE MURNI CALEG MENANG TAHUN 2019

ARTIKEL PILEG 2019 #5: STRATEGI SAINTE LAGUE MURNI CALEG MENANG TAHUN 2019

Sekali lagi bahwa akan selalu ada istilah-istilah asing dalam politik pemilihan langsung. Jangan latah menempatkan kata asing, tidak perlu berbicara dengan sering memakai kata-kata atau istilah asing agar supaya sekedar kelihatan intelek.

Sainte Lague murni, ah kita perlu membuatnya strategi pemenangan untuk caleg yang serius maju. Sederhananya begini kalau pileg periode yang lalu mengenal BPP (Bilangan Pembagi Pemilih) nah kalau untuk sekarang diganti dengan sainte lague murni, itu.

Sainte lague murni adalah formula dasar untuk mengetahui jatah kursi bagi suatu partai di dapil tertentu, dan berapa kursi jatah partai yang lainnya dari total kuota yang ada pada suatu dapil tersebut.

Pertanyaan untuk caleg tahun 2019;

  1. Berapa target perolehan suaramu?
  2. Berapa suara yang harus didapat dari setiap TPS?
  3. Berapa kuota kursi di dapilmu?
  4. Pada rangking berapa paling mungkin partaimu pada dapilmu itu?
  5. Dan seterusnya…

Berikut panduan caleg menang tahun 2019 untuk melihat dimana potensinya (di kursi keberapa pada dapilmu) ; Misalkan di dapil A tempatmu dengan kuota  7 (tujuh) kursi dan dengan 16 partai yang berkompetisi, maka akan begini sekilas gambaran perebutan kursinya ;

Kursi ke 1 adalah untuk partai dengan perolehan suara rangking pertama pada dapil tersebut. Ini formulasi sainte lague murni mutlak yang pertama.

Kursi ke 2 adalah perebutan antara ; partai rangking pertama tadi dibagi 3 melawan partai rangking kedua pada dapil tersebut. Ini formulasi sainte lague murni mutlak yang kedua.

Kursi ke 3 adalah perebutan antara ; partai rangking pertama tadi (dibagi 3 atau dibagi 5, sesuaikan panduan sainte lague murninya) melawan partai rangking kedua (mungkin tidak dibagi atau dibagi 3) juga bahkan mungkin melawan partai rangking ke-tiga.

Kursi ke 4  adalah perebutan antara ; partai rangking pertama dan kedua, melawan partai rangking ke-empat (tentu rumus dasar sainte lague berlaku disesuaikan). Partai rangking ke-tiga cukup sulit ikut berebut kursi ke-4 ini.

Kursi ke 5 adalah perebutan antara ; partai rangking pertama, kedua, ketiga, dan ke-lima. Partai rangking ke-empat sulit ikut berebut kursi ke-5 ini.

kursi ke 6 adalah perebutan antara; partai rangking pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, dan ke-enam.

Kursi ke 7 adalah perebutan antara ; partai rangking pertama, kedua, ketiga, ke-empat, dan partai rangking ke-enam dan ke-tujuh. Partai rangking ke-lima sulit ikut berebut kursi terakhir ini. Partai rangking ke-lima sulit ikut berebut kursi ke-7 ini.

Nah, dari contoh diatas peluang partai yang berada pada rangking ke-delapan dan seterusnya sangat kecil untuk mendapatkan kursi pada dapil dengan kuota 7 kursi tersebut. Posisimu dan partaimu kira-kira berada pada rangking berapa?

Sumber: telusur.co.id

Tentu setiap dapil kuota kursinya akan berbeda-beda atau ada yang sama. Penting sekali bagi caleg yang maju untuk mengutak-atik rumus peluang ini.

Demikian dulu opini rumusan kami terkini, kita sambung lagi dilain kesempatan. Salam bhinneka tunggal ika, hidup NKRI !!!

(DC)