PILEG 2019 #12: STRATEGI DASAR CALEG MENANG TAHUN 2019

PILEG 2019 #12: STRATEGI DASAR CALEG MENANG TAHUN 2019

Ada tiga hal mendasar yang perlu dimiliki para caleg menang pada pemilu tahun 2019 mendatang. Mungkin sudah banyak pembahasan terkait dengan persoalan ini, hanya saja kami merasa perlu untuk sedikit mengingatnya kembali sehingga lebih menjadikannya sebagai diskursus yang lebih sering muncul untuk didalami oleh berbagai pihak yang konsen terhadap itu.

  1. Personality ; persiapan paling awal adalah terhadap kesiapan lahir-bathin pribadi sang caleg. Setiap caleg memiliki ke-khas-an masing-masing. Ada caleg yang ditandai dengan imej seorang religious, sebagai pemuda aktif/ organisatoris, pengusaha sukses, jago orasi, santun-cerdas, merakyat-darmawan, professional dalam bidang tertentu, dan seterusnya dimana imej yang disematkan ini berasal dari masyarakat pemilih itu sendiri.

Selain sematan imej yang terjadi secara alamiah tersebut ada juga pencitraan yang dengan sengaja untuk dibentuk agar supaya mendapatkan predikat dari masyarakat pemilih yang sesuai dengan yang diinginkan. Format pencitraan ini dilakukan dengan secara sadar dan sengaja dengan mengamati peluang kesesuaian dengan trend yang berkembang pada masyarakat pemilih sehingga semakin mendekatkan dan meng-eratkan antara kepentingan keduanya.

Termasuk hal mendasar perlu juga untuk menyadari dan mencerna kecerdasan Intelligence Quotient (IQ), Spiritual Question (SQ), dan Emotional Quotient (EQ). Kami hanya menyinggungnya semata, silahkan mencari literaturnya yang mudah didapat. Penting ketiga hal urusan kecerdasan ini untuk ditelaah.

Juga kemampuan untuk menyadari tugas mendasar bagi seorang wakil rakyat yang duduk di parlemen. Tugas-tugas utama ketika menjadi anggota dewan perlu didalami sejak sekarang. Masyarakat pemilih perlu mendengar langsung penjelasan dari sang caleg terkait kemampuan personal ini, sehingga proses pendelegasian kepentingan rakyat dapat terwujud secara lebih teredukasi.

Fungsi legislatif adalah fungsi legislasi/ membentuk undang-undang, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Lagi-lagi silahkan mencari literatur yang pas sesuai ke-Indonesiaan dan sesuaikan juga secara filosofisnya.

  1. Blue-print strategis ; menyadari posisi start awal bagi diri pribadi caleg adalah keharusan. Menyusun berbagai hal termasuk menyadari posisi popularitas saat ini pada setiap segmen target suara yang dibidik oleh sang caleg. Persiapan awal akan berbeda bagi setiap caleg dalam setiap partai tertentu, karena kondisi yang berbeda akan ditemukan baik kondisi pribadi maupun kondisi di lapangan/dapil.

Merencanakan langkah taktis ini idealnya mempertimbangkan kemampuan pembiayaan, ketersediaan durasi waktu, serta kemampuan pengarahan personalia tim yang klop dengan ketepatan setiap gerak langkah upaya mentarget suara pemilih.

Blue-print strategis ini dimaksudkan sebagai “buku panduan” gerakanmu berikut langkah-langkah taktisnya.

Susun sendiri dan lakukan secara mandiri kemudian rahasiakan, karena mengumbar strategi ke ruang publik hanyalah upaya mengecoh strategi lawan. Strategi aslinya tetap disembunyikan.

  1. Manajemen di masa pergerakan pemenangan ; kemampuan dalam pengamatan terhadap kemampuan kontestan lain baik di internal partai sesama caleg maupun terhadap lawan dari partai lain. Mempertimbangkan peristiwa internal-eksternal ini memerlukan keseriusan yang mendalam. Sisihkan waktu yang cukup untuk memahaminya.

Masa pergerakan bagi caleg menang sudah dimulai, ada yang tersusun rapi ada juga nampak bagaikan air yang mengalir saja. Keduanya jika ditinjau dari sudut pandang berbeda adalah merupakan strategis.

Ada manajemen kepribadian caleg (meliputi waktu, tenaga, permintaan), manajemen tim, dan ada manajemen pendukung. Ketiga manajemen ini mustinya bersinergis demi mendapatkan dukungan khalayak/ masyarakat pemilih.

Dibutuhkan data-data yang update dalam urusan manajemen ini. Tidak mengabaikan sebaran wilayah dan segmentasi pemilih adalah poinnya.

Temukan sendiri indikator manjemenmu sebagai caleg menang tahun 2019. Memilah mana yang paling penting, mana yang tidak penting. Sekali lagi menyesuaikannya dengan kemampuan yang dimiliki serta menyeiramakan dengan ketepatan pada masyarakat pemilih.

Toh, pada ujungnya semua strategi adalah bagaimana mendapatkan suara pemilih secara lebih pasti dan lebih banyak dari semua kontestan lainnya.

Sekian opini siang ini, selamat memulai…

Salam dalam kebhinnekaan, NKRI Berjaya !!!

(DC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *