PILEG 2019 #15: STRATEGI RAHASIA POPULARITAS CALEG MENANG 2019

PILEG 2019 #15: STRATEGI RAHASIA POPULARITAS CALEG MENANG 2019

Tak kenal maka tak sayang. Pepatah tersebut singkat, padat, dan mengena. Caleg yang paling populer akan berpotensi untuk banyak dipilih. Sehingga langkah pertama sebagai caleg yang sadar akan logika sederhana popularitas akan mengupayakan secara sungguh-sungguh meningkatkan angka kedikenalannya itu.

Namun, jangan lupa juga bukan sekedar asal terkenal juga. Tetaplah memperhatikan instrument kedikenalan itu. Memang, akan berulang ulasan kami terkait langkah awal strategi caleg menang 2019 ini. Alasannya karena mengingat betapa pentingnya bagi seorang caleg untuk dikenal sebelum dipilih oleh masyarakat pemilih di suatu dapil.

1. POPULARITAS UTAMA DALAM DAPIL

Mengenal kampung, mana saja yang termasuk dapilmu dan kecamatan mana saja yang menjadi batasan dapil. Jangan sampai sibuk memperkenalkan diri sebagai caleg salah dapilnya… dungu, hehehe. Diperlukan pengenalan dengan baik terhadap data pemilih dalam dapil yang akan dipilih sebagai wilayah yang akan diwakili.

Dalam setiap dapil akan ditemukan variasi data-data. Biasanya dalam dapil ada pengelompokan – pengelompokan karakter pemilih yang didasarkan pada variable secara umum. Masyarakat pemilih dapat dibagi dalam kategori seperti berikut ini; suku, agama, pendidikan, usia, pendidikan, pekerjaan dan penghasilan. Pengelompokan ini dimaksudkan sebagai pemahaman akan cara melakukan pendekatan kepada mereka.

Masyarakat pemilih yang berkarakter homogen cenderung berdampak kepada bulatnya suara dukungan terhadap calon tertentu jika mampu meyakinkannya. Masyarakat yang homogen itu biasanya memiliki ketaatan kepada tokohnya. Kuatnya sistem patronase dalam suatu masyarakat ini perlu dipelajari dengan seksama agar tidak keliru mentargetnya.

Kalkulasikan berapa jumlah anggota suatu kelompok homogen itu supaya kamu dapat memperkirakan berapa potensi suaramu disitu. Kemudian pelajari loyalitas setiap anggotanya, apakah cenderung kompak ataukah mudah terbuka menerima terhadap setiap calon yang ada. Penting sekali urusan riwayat loyalitas anggota masyarakat pemilih yang homogen ini. Ingat pemilu kali ini kita semua menghadapi sudah tingginya kecerdasan masyarakat pemilih dan juga sudah sama-sama memiliki  pengalaman pemilu sebelum-sebelumnya. Masyarakat pemilih tidak akan mudah untuk dikelabui oleh caleg nakal.

2. BRANDING IMAGE DALAM DAPIL

Membangun citramu sebagai caleg adalah upayamu yang sungguh-sungguh agar dapat diterima semua kalangan dalam dapilmu. Faktor disukai menjadi alat ukur utama. Dikenal tapi tidak disukai buat apa, hanya merugikanmu. Cara pendekatan agar disukai masyarakat pemilih memerlukan kecerdasan alami dan kecerdasan buatan.

Kecerdasan alami dalam pendekatan kepada masyarakat pemilih adalah upayamu yang selama ini (sejak sebelum menjadi caleg) dalam kehidupan bermasyarakatmu. Kecerdasan alami inilah yang akan mendorong tingginya angka popularitasmu sebagai caleg. Kecerdasan alamiah adalah kelebihan yang dimiliki oleh setiap caleg, akan tetapi akan berbeda kekuatannya bagi setiap diri caleg. Kelebihan almiah ini misalnya gaya/ style pembawaan dirimu secara fisik ketika tampil, gaya berkomunikasi verbal, cara berfikir (philosofis), track-record, dan seterusnya.

Sedangkan kecerdasan buatan dalam pendekatan kepada masyarakat pemilih dapat diartikan sebagai upaya yang direncanakan dan dilakukan dengan sengaja dibuat untuk “menarik perhatian” mayoritas dari masyarakat pemilih agar mendukungmu. Hindari gaya non-logis selama menjalankan strategi ini, agar dirimu dapat terhindar dari black-image yang tidak disukai itu.

Janganlah lebay menghadapi masyarakat pemilih. Tampilkan dirimu secara orisinil sebagai caleg berpotensi. Tariklah image masyarakat pemilih kedalam dirimu, bukan sebaliknya dirimu sibuk “memaksakan” image-mu kepada masyarakat pemilih.

Image masyarakat pemilih dalam dapilmu adalah image-mu, bukannya image-mu sebagai image masyarakat pemilih. Karena dirimu mewakili mereka !

Masyarakat yang muak terhadap janji-janji politik selama ini bukan tugasmu untuk meyakinkan mereka. Karena tugasmu adalah “menarik hati” mereka agar supaya mendukungmu. Perdebatan kalah-menang tidak digunakan dalam upaya ini. Kemampuanmu mengkritik hanya boleh kamu lakukan ketika masyarakat pemilih memang menginginkannya bukan atas dasar keinginanmu. Itupun musti kamu lakukan dengan sikap bijaksana tidak menyudutkan pihak yang di kritik.

Sekali lagi, tampilkanlah dirimu sebagai caleg yang sadar, elegan-enerjik, bermasyarakat, antusias, sangat menghormati, tulus,  tulus-tidak menjilat, dan seterusnya dan pahamilah. Kurang-kurangi egoisme yang suka berkata-kata basi itu karena itu sering menunjukan hipokrit.

3. BLOCKING TOKOH DALAM DAPIL

Dirimu dan keluargamu adalah tokoh utama yang harus ditaklukan sebelum meminta dukungan kepada tokoh-tokoh dalam dapil (daerah pemilihan). Tokoh yang terkenal akan sering ditemui oleh bebagai caleg. Sehingga tokoh yang terkenal akan merasa kesulitan untuk mengarahkan pengaruhnya kepada masyarakat pemilihnya. Rekrutlah tokoh (blocking tokoh) yang senyap tetapi memiliki ruang gerak yang leluasa dalam turut membantu upayamu.

Pileg kali ini akan sarat muatan kompetisinya. Tiba-tiba akan terlihat dengan mudahnya dukungan masyarakat itu beralih kelain hati. Begitu juga dengan tokoh-tokoh yang terkenal, mereka cukup kesulitan untuk menentukan satu dukungan tertentu.

Secara sederhana pahamilah dua karakter tokoh dalam dapil berikut ini. Pertama ; tokoh masyarakat, dimana tokoh ini bisa saja adalah tokoh agama, tokoh adat (suku), tokoh organisasi, tokoh pengusaha, tokoh birokrat, dan seterusnya. Beliau-beliau inilah yang sangat sering kita sebut sebagai tokoh. Tetapi dalam uapaya dirimu sebagai caleg ingatlah ada tokoh yang cocok atau kurang cocok dengan karakter dirimu sebagai caleg tersebut. Kedua ; tokoh senyap , yakni tokoh yang tidak terdeteksi potensi pengaruhnya oleh umum. Bisa saja tipe tokoh senyap ini jarang tampil dalam permukaan ruang publik tetapi potensi pengaruhnya terhadap masyarakat pemilih sangat besar. Tokoh semacam ini semisal orang yang sudah lama menetap tinggal di dapilmu yang kesehariannya terlepas sama sekali dengan hiruk-pikuk dunia politik namun keputusan politiknya sangat didengar oleh warganya. Tugasmu lah mencari dan merekrut tokoh semacam ini.

Blocking tokoh juga ada yang perlu dipublikasikan, dan ada juga yang tidak perlu dipublikasikan/ diumumkan. Sesuaikan dengan iklim ditempatmu. Karena suara pemilih/ elektabilitasmu nanti bicaranya bukan sekarang. Telah banyak opini yang telah kami tulis terkait persoalan ini.

Akhir kata, selamat bersosialisasi. Lakukanlah dengan maksimalnya kecerdasanmu sebagai caleg menang tahun 2019. Opini kami akan selalu kami terbitkan dalam weblog ini khusus buatmu.

Bagi pembaca www.vote-indonesia.com yang intens membaca tulisan kami selama ini,kami ucapkan salam persahabatan yang tulus dari hati sanubari. Mari tetaplah bersemangat selalu untuk membaikan.

(DC)