RAHASIA SUARA CALEG MENANG : CALEG PEMENANG ELEKTABILITASNYA 7% (TUJUH PERSEN) – BAGIAN PERTAMA

RAHASIA SUARA CALEG MENANG : CALEG PEMENANG ELEKTABILITASNYA 7% (TUJUH PERSEN) – BAGIAN PERTAMA

Kini sudah mulailah para caleg untuk memperkirakan berapa kira-kira suara yang akan diperolehnya nanti pada hari pemilihan 17 April 2019. Tentu tidaklah gampang bagi setiap caleg untuk menerka secara presisi berapa total suara pribadi yang akan diperolehnya. Apalagi untuk meyakinkan dirinya agar dapat duduk di parlemen untuk periode 2019 – 2024 nanti.

BACA JUGA : Sistem Manajemen Pemenangan Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG)

Sebagai panduanmu maka kuberikan sedikit kalkulasi untuk keyakinan akan rabaanmu itu terhadap target suara agar menang dan dapat duduk sebagai wakil rakyat pada dapilmu.

Simaklah!

  1. Perkirakan dengan teliti berapa kira-kira jumlah suara sah di dalam dapilmu pada pemilu nanti, kemudian kalikan total suara sah itu 7% maka akan ditemukan jumlah tertentu yang akan boleh dijadikan target suaramu.
  2. Mengapa di kalikan 7%? Karena segitulah persen minimal angka aman untuk target menangmu.
  3. Angka 7% itu kudapatkan dari angka rata-rata dari hasil pileg sebelumnya yang kukalkulasikan berdasarkan rumus perhitungan Sainte-Lague sehingga pendekatannya menjadi rasional.
  4. Angka 7% tentu bukanlah angka pasti, ia hanyalah angka rata-rata yang kupelajari dari suara sah pada beberapa dapil pemilu terdahulu. Tetapi kecenderungan data yang kudapatkan adalah mengarah kepada 7% bagi pemenang pileg tahun 2019 ini.
  5. Bagi caleg yang sudah beberapa bulan ini turun ke lapangan tentu angka segitu tentu tidaklah sulit untuk ditarget dan diraih. Dimana team juga sudah dikerahkan dengan berbagai amunisi yang dibekali ditambah upaya sosialisasi yang tentunya juga sudah maksimal dilakukan.
  6. Masih ada dua bulan yang sangat efektif sejak hari ini bagi para caleg yang sungguh-sungguh bekerja di grass-root. Masa selama tersebut kusarankan tetaplah terus berusaha untuk meningkatkan point popularitasmu dengan bersinergi melakukan aksi elektabilitas. Sekali lagi kuingatkan bahwa aksi popularitas itu jauh berbeda dengan aksi elektabilitas. (sudah banyak artikel sebelum ini kami terbitkan dalam vote-indonesia.com).
  7. Aksi popularitas itu ya termasuk memasang baleho itu, membagikan kalender/ almanak tempohari, kartu nama dulu di awal yang kamu bagikan, dan alat peraga lainnya yang sudah “terlanjur” disebarkan di lapangan. Sehingga kini menjelang detik terakhir perlulah kiranya untuk menajamkan aksi popularitas itu dengan menambahnya dengan aksi elektabilitas yang nyata. Singkatnya aksi elektabilitas itu adalah memperkokoh team pemenanganmu, sosialisasi langsung bertemu dengan masyarakat pemilih, dan rutinitasmu roadshow kepada setiap rumah pemilih dalam dapilmu. Begitulah singkatnya aksi popularitas-elektabilitas.

Demikian artikel ini sebagai soft sapaan penambah informasi bagi para caleg yang bersemangat menang.

Jika kulihat bermanfaat bagimu maka akan kuteruskan pembahasannya pada artikel-artikel berikutnya. Teruslah membaca, pahami dan jangan kebawa perasaan dalam membaca artikel pada weblog ini. Ambilah sebagai second-opinion untuk strategi menangmu.

Salam kompak caleg menang, salam NKRI !!!

(DC)

 

Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG)

Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG)

Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG) adalah sebuah sistem informasi berbasis Cloud yang merangkum kegiatan dan pemenangan pileg dari proses awal sampai akhir yaitu perhitungan real. Sistem ini terdiri dari beberapa modul yang diantaranya Manajemen Tim, Data Pemilih, Agenda Kegiatan, Manajemen Logistik, Data Survei Lapangan, Perhitungan Real sampai Manajemen User.

 

FITUR-FITUR

1. Manajemen Tim

Fitur untuk mendata semua personil baik relawan, saksi maupun tim pemuda yang terlibat dalam pemenangan calon legislatif. Setelah didata maka personil tersebut baru ditentukan peran, tugas atau jabatannya. Ada 2 sub fitur didalam modul ini yaitu Manajemen Personil dan Manajemen Tim.

 

2. Data Pemilih

Modul Data Pemilih ini berfungsi untuk mengelola Data Pemilih yang dirilis oleh KPU secara berkala sampai Final menjelang waktu pemilihan. Oleh karena itu kami siapkan untuk bisa menginput beberapa versi Data Pemilih sesuai sumber data yang dimiliki. Data Pemilih ini juga berfungsi terkait manajemen tim ketika memilih saksi pastikan saksi terdaftar di DPT sesuai penugasan TPS-nya. Cara entry Data Pemilih adalah menggunakan fasilitas Import data format Excel. Terdapat juga fitur analisis data ganda dari DPT yang diimport.

 

3. Agenda Kegiatan

Modul Agenda kegiatan dimaksudkan untuk manajemen agenda kegiatan kampanye dan sosialisasi caleg di wilayah pemilihan. Hal ini dimaksudkan untuk controlling pemerataaan kunjungan dan jumlah kunjungan.

 

4. Logistik Kampanye

Dalam proses pemenangan caleg atau kampanye, alat peraga kampanye tentu diperlukan dalam prosesnya baik itu poster, stiker, kartu nama, baliho dll. Modul ini dimaksudkan untuk controlling stok dan jumlah logistik yang sudah diedarkan.

 

5. Survei

Salah satu fitur unggulan adalah Modul Survei, dimana modul ini berfungsi untuk menampung kinerja pendataan yang biasanya dilakukan oleh Tim Relawan. Hal yang biasanya didata adalah kecenderungan pemilih yang biasanya di pisahkan dalam 3 kelompok yaitu : Pemilih Partai Saja, Pemilih Caleg dan Partai dan Pemilih yg belum menentukan pilihan

 

6. Perhitungan / Real Count Caleg

Salah satu modul paling penting dalam proses pemenangan caleg yang merupakan ujung dari proses yaitu perhitungan. Perhitungan Caleg di tahun 2019 berbeda dengan tahun 2014, metode yang digunakan adalah Sainte Lague Murni. Dimana suara dibagi habis langsung dengan deret pembagi 1,3,5,7…dst sampai kuota kursi habis dibagikan. Dengan modul ini tim hanya perlu entry data C1 tiap TPS maka rekap dan nama caleg terpilih secara otomatis akan muncul. Di momen perhitungan itu pentingnya kecepatan data karena terkait kans dan menjaga perolehan suara supaya jangan sampai dicurangi pihak lain.

 

7. Master Data

Modul master data ini untuk setup data-data awal yang diperlukan misalnya Data Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa, TPS, RT, Dapil, Caleg dll. Untuk Kab/Kota,Kecamatan, Kelurahan/Desa sudah kami sediakan data awalnya, sehingga user hanya perlu melengkapi dengan data TPS, RT, Jumlah DPT dan lain lain yang diperlukan.

 

8. Manajemen User dan Hak Akses

Tiap klien boleh menambahkan user sebanyak-banyaknya tanpa batasan, hal ini dikarenakan kami tahu sebuah tim perlu banyak user dalam sekretariat data jadi tiap staff silahkan menggunakan user masing-masing supaya tiap data yang dientry menjadi tanggung jawab masing-masing staf tersebut.

Terdapat juga manajemen hak akses dalam grup user jadi staff bisa dibatasi hanya mengakses data entry saja, sedangkan report yang sifatnya penting hanya diakses oleh yang dianggap berhak saja.

 

9. Logs

Fitur ini mencatat semua kegiatan user selama menggunakan aplikasi, sehingga tiap aksi apapun terekam, misalnya akses laporan atau export data juga terekam. Hal ini difungsikan untuk antisipasi jika terjadi pencurian data melalui akses legal, maka bisa di tracing user yang melakukannya.

 

Untuk Demo Aplikasi bisa diakses di:

https://app.kopidoni.com
user: demosamarinda@gmail.com
pass: indonesia

Contact Person:
Nizar Mahroussy (081385561000)

PILEG 2019 #18: 7 STRATEGI MENANG CALEG BARU VS CALEG LAMA

PILEG 2019 #18: 7 STRATEGI MENANG CALEG BARU VS CALEG LAMA

Baru maju sebagai caleg untuk pemilu tahun 2019 kita sebut saja caleg baru, ada juga caleg yang pernah maju pada pileg tahun 2014 yang lalu itu sebut saja caleg lama. Pengakategorian caleg seperti ini hanya untuk memudahkan istilah saja dalam artikel kali ini, demikian pula dengan 7 strategi disini hanyalah uraian opini yang tidak bersistematis tetapi dimaksudkan untuk penggalian dan bahan perluasan wawasan bagi dunia per-caleg-an ditanah air tahun 2019 mendatang.

Selami saja setiap point yang kutuliskan buatmu berikut ini, mungkin ada kesimpulan baru yang mungkin akan menjadi inspirasimu dalam strategi bertindak sebagai caleg menang tahun 2019.

  1. Ada caleg yang maju hanya sebagai pelengkap kuota dalam daftar susunan caleg pada partai tertentu, ada caleg yang maju hanya untung-untungan kalau menang ya syukur kalau kalah ya gak apa-apa, ada juga caleg yang maju memang untuk menjadi caleg serius menang. Nah artikel ini khusus kutuliskan buat caleg yang serius mau menang saja. Karena caleg yang sudah pernah nyaleg atau bahkan saat ini sudah menjadi aleg (anggota legislative) akan lebih serius untuk “mempertahankan” ke-aleg-annya itu. Caleg baru dengan semangat fresh tanpa pernah merasakan menang sementara caleg lama sudah pernah dan memiliki pengalaman “bertarung” atau berpengalaman menang.
  2. Caleg baru biasanya cenderung meluas langkah-langkah strategisnya, sering lupa melakukan pemetaan detail agar supaya gerakan pemenangannya bisa lebih terfokus. Sementara caleg lama mungkin lebih memiliki nilai kepastian dalam menjalankan roda gerakan pemenangannya atau minimal caleg lama sudah memiliki faktor “jera” dalam memilih cara pemenangannya. Dalam hal ini dengan kata lain caleg baru akan membabat semua strategi yang paling mungkin dilakukannya sedangkan caleg lama cenderung menggunakan strategi yang lebih berfokus kepada target perolehan suara yang diharapkannya.
  3. Semangat menggebu akan dimiliki oleh caleg baru. Dalam melangkah dan melakukan sosialisasi bagi dirinya caleg baru sangat lebih agresif. Cara – cara seperti ini dapat saja menciptakan peluang baru yang lebih optimal sehingga menhasilkan peluang keterpilihan yang jauh lebih besar ketimbang caleg lama.
  4. Sedangkan caleg lama akan berupaya maksimal mempertahankan basis suara yang sudah dimilikinya sejak lama. Basis suara ini mungkin saja akan sangat membesar tergantung bagaimana pemeliharaannya selama ini. Strategi caleg lama yang menggunakan system bertahan akan menjadi tantangan bagi caleg baru untuk membobol basis pertahanan itu. Karena tarik menarik untuk perebutan suara pemilih tidak dapat terhindarkan. Artinya caleg lama yang sudah punya basis/ kantung-kantung suara selama ini harus lebih mampu untuk menjaganya agar tidak mudah berpindah ke lain hati.
  5. Caleg lama teruslah lebih gencar dalam menyuarakan aspirasi masyarakat pemilih dalam dapilnya. Basis suara yang sudah ada patutlah dikembangkan dengan mensosialisasikan apa-apa yang selama ini sudah berhasil dilakukan. Mencari basis suara baru adalah setengah nilainya bagi kemenanganmu dan setengahnya lagi adalah basis suaramu selama ini yang masih solid mendukungmu.
  6. Sementara itu, bagi caleg baru yang “belum” memiliki kantung suara pasti haruslah berfokus kepada mengakses sel-sel suara yang lebih banyak dan beragam. Sel-sel suara ini sangat berbeda dengan basis suara bagi caleg lama. Sel-sel suara bagi caleg baru biasanya terdistribusi merata dalam geografis suatu dapil. Memang akan terjadi peraihan suara dominan bagi caleg baru di suatu wilayah tetapi karena perlu kemenangan maka sebaiknya buatlah merata suara yang engkau peroleh wahai caleg baru.

Caleg lama berfokus kepada basis-basis suaranya selama ini, sedangkan caleg baru berfokus kepada sel-sel suara kecil tetapi terdistribusi merata dalam dapilnya.

  1. Tidak ada kesimpulan yang pasti bahwa caleg incumbent lebih berpeluang menang jika dibandingkan caleg new-camer. Menurutku peluangnya sama 50:50, bisa terpilih bisa juga tidak. Keseriusan dan ketelitian adalah kunci-kunci kemenangannya. Ada jejak-jejak kemenagan yang dapat ditelusuri, ada jejak-jejak sejarah yang dapat diambil pelajaran dan tantangan.

Segitu dulu tulisan artikel, kudapatkan inspirasinya tadi setelah melihat tulisan sachetan bungkus puyer obat sakit gigi dari bintang toejoe jang terpertjaya.

(DC)

PILEG 2019 #17: PENGARUH POTENSI ELEKTABILITAS  PEN-CALEG-AN TERHADAP PILPRES

PILEG 2019 #17: PENGARUH POTENSI ELEKTABILITAS PEN-CALEG-AN TERHADAP PILPRES

Masih ingat tentunya terhadap pentingnya popularitas bagi seorang caleg yang maju tahun 2019 yang akan datang. Berikut opini kuterangkan kepadamu terkait kedua variable hubungan tersebut antara caleg terhadap pilpres.

  1. Dimana dirimu kini berada dalam partai apa dan partaimu mendukung capres-cawapres yang mana, kemudian perhatikan dengan seksama hubungan yang dapat terjadi diantara keduanya apakah akan menguntungkan popularitasmu sebagai caleg. Karena pemilih di dapil sangat mungkin merespon kuat keterhubungan ini atau tidak menghubungkan sama sekali.
  2. Setiap dapil bisa saja respon masyarakat pemilih akan mengaitkan pilihan caleg berbanding seiring dengan pilihan capres-cawapres. Atau sebaliknya, pilihan caleg dapat berbeda dengan pilihan capres-cawapresnya. Pahamiilah peta alur/ perilaku pemilih dalam dapilmu masing-masing, kusarankan ikuti saja maunya suara mayoritas masyarakat pemilih dalam dapilmu karena kepentinganmu sebagai caleg lebih berarti bagimu agar supaya dapat menang.
  3. Bisa saja pilihan masyarakat pemilih menjagokan capres-cawapres tertentu yang berbeda dengan capres-cawapres yang di dukung partaimu. Sementara dirimu sebagai caleg tetap membutuhkan dukungan pemilih yang berbeda dengan dukungan terhadap capres-cawapres partaimu itu.
  4. Sebagai caleg yang maju di musim pemilu yang cukup rumit kali ini (5 kertas suara untuk setiap 1 pemilih di TPS nanti) maka menurutku cukup menguras energi dan kesibukan pikiran masyarakat pemilih dalam dapilmu. Maka dari itu siapkan stok ketelitian dan stok kesabaran yang banyak dalam melakukan komunikasi terhadap masyarakat pemilih di dapilmu. Perhatikanlah prioritas utamamu sebagai caleg menang dalam menghadapi masyarakat pemilih di dapilmu. Kalkulasikanlah dengan seakurat mungkin jika dirimu sebagai caleg menang berkeinginan mengaitkannya dengan pilihan capres-cawapres yang didukung partaimu terhadap capres-cawapres yang didukung oleh masyarakat pemilih dalam dapilmu.
  5. Menurutku masyarakat pemilih saat ini sudah sangat cerdas sehingga mengarahkan pilihan mereka dibutuhkan cara – cara yang tidak boleh sembarangan berdasarkan semangat/ psikologi emosi semata. Detailing memahami perilaku masyarakat pemilih dalam dapilmu sangat dibutuhkan bagi caleg yang mau menang terpilih.
  6. Saat ini kedua paslon (capres-cawapres) didukung oleh koalisi partai. Sementara dirimu sebagai caleg menang perlu mempertahankan kemenanganmu terlebih dahulu sebelum berusaha memenangkan capres-cawapres yang didukung partaimu.
  7. Ingatlah parliament-treshold yang 4% itu nanti akan cukup sulit seiring-seirama jika diterapkan terhadap kepentingan antara pileg dan pilpres, kecuali khusus bagi partai PDIP dan GERINDRA. Para caleg yang berasal dari PDIP maupun GERINDRA akan terhubung langsung yang sangat kuat antara kepentingan pileg dengan pilpresnya.
  8. Bagi kawan-kawan caleg yang berasal dari PDIP maupun GERINDRA menurutku kalian harusnya cenderung lebih mudah dalam melakukan komunikasi politik kepada masyarakat pemilih. Karena materi komunikasinya searah antara kepentingan pileg dan pilpresnya tinggal kemampuanmu ‘mengkondisikan’ masyarakat pemilih dalam dapilmu itu.
  9. Sementara bagi partai selain kedua partai tersebut (PDIP dan GERINDRA) menurutku masih perlu lebih banyak penyesuaian-penyesuaian. PKS, PAN, BERKARYA, dan PBB sangat membutuhkan manuver yang cerdas dalam menjalankan strategi pemenangan calegnya. Begitu juga dengan GOLKAR, NASDEM, PKB, PPP, HANURA, PSI, dan PERINDO menurutku juga mengalami keharusan manuver-politik yang cerdas terkait persoalan strategi pemenangan calegnya.
  10. Beda dengan DEMOKRAT, menurutku langkah yang akan diambil cukup berorientasi terhadap kepentingan pileg semata nantinya karena memfokuskan PT 4% itu adalah bagian dari strategi bertahan dan kepentingan yang tidak dapat dipisahkan. Ini urusan eksistensi partai pada DPR-RI periode 2019-2024, jangan sampai partai yang ada saat akan hilang dalam pemilu 2024 nanti.
  11. Bagi caleg menang lakukanlah riset yang tepat dalam dapilmu untuk mengukur dan mendapatkan peta orientasi masyarakat pemilih. Karena dalam suatu perjalanan, jika tau dengan TITIK pasti tujuan akhir maka jalan yang tepat akan mudah dibuat untuk di lalui.
  12. Semoga kawan-kawan caleg sudah dapat merasakan akan dualisme ini dalam dirinya, antara kepentingan pileg dan pilpres mana yang lebih diutamakan. Atau apakah kepentingan calegmu dapat seiring dengan kepentingan pilpresmu.
  13. Selamat menghadapi paradoks politik nasional dan lokal, seimbanglah dalam menyikapinya maka kedamaian akan diraih.

Sekian lagi opini hari ini, selamat menyambut HARLAH HUT KEMERDEKAAN RI 17 Agustus 2018, dan selamat menjelang Iedul Qurban 1439 H. Salam kompak NKRI !!!

(DC)