PILGUB KALTIM 2018 #6: ARAH KOALISI PDIP KE GOLKAR?

PILGUB KALTIM 2018 #6: ARAH KOALISI PDIP KE GOLKAR?

Ramai beredar hari ini info dari internet serta di beberapa  group Facebook dan WA bahwa Isran Noor sudah mendapat restu dari Prabowo (Gerindra) untuk maju nyalon dalam pilgub Kaltim pada juni 2018 mendatang, sedangkan beberapa hari lalu Syaharie Ja’ang cukup PD akan diusung PD juga. PD pertama Percaya Diri, PD kedua Partai Demokrat maksudnya hehe…

Bagaimana PDIP dan Golkar?

Jika mengamati kepentingan nasional untuk pilpres 2019 mendatang maka sangat mengharuskan PDIP melakukan koalisi dengan Golkar. Tentu hitung-hitungannya tidak sesederhana langsung serta merta akan koalisi seperti  itu. PDIP punya strategi sendiri dan Golkar juga sudah “terlanjur” sejak awal-awal memutuskan tetap mendukung Jokowi maju pilpres 2019 untuk periode yang kedua kalinya.

Jika PDIP koalisi dengan Golkar untuk mengusung calon bersama pada pilgub Kaltim 2018 ini maka ada beberapa catatan yang memungkinkan dapat ditarik sebagai pertimbangannya ;

Pertama, PDIP dan Golkar adalah pemilik suara mayoritas di parlemen Karangpaci (PDIP 11 kursi dan Golkar 13 kursi) dimana total anggota DPRD Kaltim sebanyak 55 orang. Hal ini tentu menjadi modal yang sangat berlebih untuk mengusung calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim pada pilgub Kaltim Juni 2018 tahun depan.

Kedua, kedua partai ini memiliki massa dan kader militan yang sudah sangat berpengalaman. Kader di grass-root juga tergolong sangat merata sebarannya. Dari 10 kabupaten/ kota se-Kaltim kedua partai ini rata-rata adalah pemilik suara mayoritas di parlemen. Kubar basis besar PDIP, Kukar basisnya Golkar. Samarinda dan Balikpapan mayoritas PDIP dan Golkar juga kota Bontang. Kutim dan Berau dimana Golkar juga signifikan termasuk Paser dan PPU.

Ketiga, pertimbangan dimana selama ini Golkar selalu unggul untuk menempatkan kadernya sebagai Gubernur Kaltim beberapa untuk beberapa periode yang sudah-sudah.

Keempat, mengingat pillgub Kaltim ini sangat mungkin dinamis ditambah lagi jangkauan luasnya wilayah yang ber-efek juga terhadap besarnya menelan pembiayaan yang sangat tidak sedikit, maka dengan mempertimbangkan untuk menggabungkan kedua partai ini yang sudah nyata memiliki infrastruktur politik yang lebih lengkap tentu dapat menekan pembiayaan dengan menganut prinsip gerakan pemenangan yang berlangsung efektif dan efisien pembiayaan.

Kelima, koalisi besar diharapkan menekan resiko kalah. Meskipun tidak ada jaminan yang kuat bahwa koalisi besar selalu menang dalam catatan record pilkada selama ini. Pengurus Partai di pusat adalah penentu dan pemegang keputusan akan mengusung siapa dalam pilgub Kaltim kali ini.

Demikian opini kami, kita tunggu saja seminggu ini kira-kira…

Selamat menikmati hari minggu bagi warga yang piknik…

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada