PILGUB KALTIM 2018 #12: CALON KUAT DI PILGUB KALTIM

PILGUB KALTIM 2018 #12: CALON KUAT DI PILGUB KALTIM

Apa hitung-hitungan-mu sebagai calon kuat?

Sehingga mulai nampak keseriusan bagi sesiapa yang akan maju nyalon pada pilgub Kaltim mendatang setelah sempat sepi  keseriusan itu. Kontestan yang ditunggu-tunggu akhirnya bermunculan menampakan batang hidungnya kepermukaan arena. Kini, masyarakat pemilih mulai memasang ancang-ancang kembali akan jatuh kepada siapa dukungannya diberikan.

Kalkulasi kekuatan biasanya mulai diutak-atik berdasarkan segmen-segmen dasar yang ada pada keragaman perilaku pemilih. Pertama, Kalau berdasarkan politik-ethnik maka pemilih terbanyak adalah bersuku Jawa 30%, kemudian urutan kedua Bugis 19%, Banjar 15%, Kutai 9%, Dayak 9%, kelimanya suku ini berjumlah 82%. Pemilih berdasarkan suku lainnya ada toraja, sunda, batak, buton, paser, berau, madura, dan suku lainnya yang berjumlah 18% se-Kaltim.  Demikian angka-angka ini sebagai gambaran kalkulasi bekal menaksir hitung-hitungan strategi pemenangan.

Kemudian yang kedua, jika ingin mengitung peta kekuatan berdasarkan geografis jumlah pemilih maka yang paling banyak pemilih ada di tiga wilayah terbesar yakni Kota Samarinda 22,90%, Kutai Kartanegara 20,71%, Balikpapan 16,76%. Ketiga wilayah ini kalau dijumlahkan pemilihnya sebesar 60,37%, artinya lebih separuhnya pemilih se-Kaltim ada di tiga wilayah ini yang mana akan terjadi perebutan dukungan suara yang paling seru dan bakalan melelahkan bagi calon dan tim suksesnya.

Sedangkan pemilih di tujuh wilayah lainnya adalah sekitar 40%-an. Tentu wilayah kabupaten/ kota lainnya ini juga adalah wilayah yang harus dimenangkan bagi setiap pasangan calon nantinya. Data jumlah pemilih ini kami sajikan sekedar tambahan bahan diskusi penikmat Pilgub Kaltim. Selanjutnya pada urutan 4-10 ada Kutai Timur 11,09%, Paser 7,19%, Berau 6,23%, Kubar 4,84%, Bontang 4,75%PPU 4,73%, dan Mahulu 0,79%.

Segmen ketiga, sasaran kekuatan sang calon juga harus memperhatikan angka pemilih berdasarkan tingkat pendidikan se-Kaltim. Datanya adalah sebagai berikut; masih kuliah-sarjana 4,6%, SLTA 32%, SLTP 23%, SD-sederajat 34,6%, dan pemilih yang tidak lulus SD sebanyak 5,6%. Data ini mungkin bukan data pasti jika dihitung berdasarkan data terkini di Dinas Pendidikan Kaltim, karena ini data ini berdasarkan kategori usia yang sudah punya hak-pilih dalam pemilu.

Pengkategorian pemilih berdasarkan geografis, suku, dan pendidikan ini tidak mutlak dijadikan standard kalkulasi strategi pemenangan dalam Pilgub Kaltim kedepan, masih banyak sekali faktor-faktor lain yang musti dipertimbangkan dengan sematang mungkin oleh Calon Gubernur – Wakil Gubernur dan tim suksesnya. Tetapi mungkin selama ini masyarakat pemilih di Kaltim agak melupakan fakta-fakta data seperti yang telah diuraikan diatas.

Dengan keberagaman background pemilih se-Kaltim yang begitu heterogen (beragam) maka persatuan dan kesatuan tidak mudah berpecah – belah adalah semboyan yang harus selalu didengungkan sepanjang proses pilgub ini. Jangan sampai perbedaan menjadi pemicu pertengkaran dan keretakan dalam kehidupan keluarga besar NKRI ini.

Demikian opini kami, mana opini-mu kawan… salam kompak NKRI !!!

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada