PILGUB KALTIM 2018 #29: JENIS JURKAM EFEKTIF?

PILGUB KALTIM 2018 #29: JENIS JURKAM EFEKTIF?

Kandidat/ calon  dalam pemilukada memiliki jurkam (juru kampanye) yang akan melakukan orasi di panggung kampanye. Seorang jurkam memiliki fungsi untuk menyemarakkan situasi di arena kampanye. Seorang jurkam juga akan berusaha membuat peserta kampanye menjadi lebih antusias dalam mengikuti proses sepanjang kampanye dilakukan.

Ada beberapa macam jurkam yang akan mendampingi seorang kandidat. Kandidat sendiri adalah jurkam bagi dirinya sendiri. Team dari kandidat juga secara makana adalah jurkam. Setiap pendukung kandidat termasuk jurkam baik pendukung di media online maupun offline. Jurkam-jurkam inilah yang selalu menjadi juru penyampai informasi yang dilakukannya setiap saat kepada masyarakat pemilih.

Tulisan ini hanya berfokus kepada “jurkam-jurkam” yang setiap saat melakukan upaya bantu terhadap kandidatnya meskipun mungkin jurkam jenis ini secara umum bukan disebut jurkam yang sering dilihat ber-orasi di atas panggung kampanye seperti biasanya selama ini.

Berikut tiga kategori jurkam yang bukan jurkam orasi di panggung kampanye sebagaimana biasanya, pengkategorian ini sangat longgar untuk ditelaah ulang dan silahkan disesuaikan dengan kondisi lapangan masing-masing;

Pertama, sadarilah bahwa setiap pendukungmu adalah jurkam-mu walaupun mungkin pendukung tersebut belum pernah bertemu kandidatnya. Jenis jurkam ini bisa saja hanya sekedar semacam seorang pedagang sayuran keliling yang setiap hari intens bertemu pelanggannya dari rumah ke rumah kemudian secara alamiah mengkomunikasikan tentang kandidat kepada setiap masyarakat pemilih yang dijumpainya.

Kedua, bahawa setiap orang saat ini pada dunia maya/ medsos mungkin sekali adalah pendukung setia terhadap kandidat. Bentuk dukungannya bisa saja dilakukan dengan cara memposting, men-share, mengkomentari, atau hanya sekedar memajang foto tertentu, atau bahkan melakukan apa saja yang dampaknya mungkin sangat menguntungkan bagi kandidatnya secara tidak langsung.

Ketiga,  ketahuilah pemilih yang nge-fans kepada kandidat itu dialam bawah sadarnya sudah terprogram secara alamiah semacam keinginan yang selalu melakukan upaya menyalurkan informasi terkait kehebatan kandidat yang didukungnya. Pendukung jenis ini memiliki energy berlimpah yang sangat positif untuk menyebarkan informasi yang menguntungkan bagi kandidat yang didukungnya. Meskipun biasanya kepentingan pendukung jenis ini tidak se-pragmatis pendukung yang lainnya.

BACA JUGA: Pilgub Kaltim 2018 #29: Kandidat Paling Populer Saat Ini?

Uraian singkat ini terinspirasi dari pada suatu bagian dari metode marketing-politik yakni konsep marketing WOMM (Word Of Mouth Marketing = pemasaran dari mulut ke mulut).  Ada semacam asumsi para marketer dalam dunia bisnis bahwa suatu produk unggulan biasanya akan mendapat referensi dari pelanggan setia untuk menganjurkan tanpa disuruh kepada calon konsumen berikutnya.

Sekian opini kami untuk penambah pengayaan ragam analisis dalam kompleksitas di musim kampanye seperti saat ini. selamat berdemokrasi bagi seluruh daerah pemilukada, do’a ketulusan kita haturkan kepada para pahlawan penegak NKRI.

(DC)