PILGUB KALTIM 2018 #32: TIM PEMENANGAN YANG PALING EFEKTIF

PILGUB KALTIM 2018 #32: TIM PEMENANGAN YANG PALING EFEKTIF

Tim pemenangan atau tim sukses itu sering merepresentasikan paslon yang didukungnya. Kecerdasan tim ini sangat dibutuhkan. Memang belum ada pendidikan khusus untuk hal ini. Setiap paslon dan timnya akan meramu dan meracik sendiri bahan-bahan kampanye sehingga diharapkan menjadi menu yang istimewa untuk dihidangkan kepada masyarakat pemilih.

Memang agak sulit mencari rujukan secara teoritis maupun praktis tentang bagaimana membuat tim pemenangan atau tim sukses dari pasangan calon dalam suatu pemilukada. Buku yang secara komprehensif mengulas hal ini cukup langka ketersediaannya di pasaran saat ini. Sehingga tim pemenangan saat ini cenderung bermodalkan pengalaman-pengalaman yang telah dimiliki dan berusaha menggabungkan langkah-langkah praktis keumuman dalam setiap pelaksanaan kampanye paslonnya.

BACA JUGA: Pilgub Kaltim 2018 #13: Dikenal, Disukai, Didukung

Membentuk tim pemenangan itu secara sederhananya adalah meliputi bagian logistik (alat peraga), bagian hubungan masyarakat, saksi-saksi TPS, kepanitiaan kampanye, staf ahli paslon, kesekretariatan induk dan cabang, tim kreatif dan media, tokoh-tokoh penghubung, bidang hukum, dan seterusnya disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan lapangan.

Bagian-bagian dalam tim pemenangan ini akan diarahkan bekerja secara bersinergis sehingga diharapkan dapat menghimpun dukungan yang mayoritas dari masyarakat pemilih.   Ketepatan strategi yang diambil akan diuji nanti di lapangan sepanjang proses kampanye hingga sampai pada titik akhir yakni  di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Waktu yang terbatas ditambah dengan sumber daya yang juga terbatas maka tim pemenangan ini dituntut untuk selalu disiplin dalam menjalankan roda pemenangan untuk paslonnya. Kerjasama tim sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Memang tidak dapat dipungkiri kalau ada suka dukanya dalam proses pemenangan seperti saat ini. Akan selalu ada orang-orang yang terlihat pragmatis mengambil aksi untung sesaat, ini hal biasa. Seni manajemen tim sudah termasuk memperhitungkan hal seperti ini. Manajer pemenangan akan mampu mengatur dan berusaha mengsinergiskan setiap bagian-bagian dalam organisasi pemenangannya.

Paslon yang sudah berpengalaman akan dengan mudah dapat bekerjasama dengan timnya. Paslon tanpa tim yang termotivasi bisa menemukan kerugian bagi dirinya. Paslon dan tim pemenangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Yang satu saling mempengaruhi terhadap yang lainnya demi mendapatkan suara atau dukungan dari masyarakat pemilih secara umum.

Ilmu pengetahuan yang mengurusi kerjasama paslon dan timnya ini akan terus berkembang selama sistem pemilihan masih secara langsung seperti saat ini. Para cerdik pandai dan para pemerhati perkembangan demokratisasi bagi negri ini idealnya sudah saatnya duduk bersama secara intensif untuk mengurai dan membuat solusi-solusi yang efektif menghadapi momok biaya besar dalam proses pelaksanaan demokrasi daerah. Dimana selanjutnya akan memperoleh pemimpin daerah yang bersih dari sandera-sandera utang keuangan yang menggunung.

Selamat berdemokrasi lokal tahun 2018, salam kompak NKRI !!!

(DC)

PILGUB KALTIM 2018 #31: DIKENAL, DISUKAI, DIDUKUNG

PILGUB KALTIM 2018 #31: DIKENAL, DISUKAI, DIDUKUNG

Agar supaya mendapat dukungan yang luas dari masyarakat pemilih biasanya angka pengenalan kandidat atau disebut juga dengan popularitas itu harus lebih dari 90%, disukai 80%, didukung 51% (sesuaikan dengan target mu). Angka-angka tersebut biasanya diperoleh dari hasil survei yang sudah umum diketahui oleh publik selama ini dalam setiap ajang pemilukada.

BACA JUGA: Perilaku Pemilih

Upaya dikenal haruslah seirama upaya disukai. Pentingnya disukai ini dimaksudkan untuk selanjutnya supaya mudah untuk didukung oleh mayoritas pemilih dalam suatu daerah pemilihan. Buatlah dirimu dikenal yang disukai juga, jangan sampai dikenal tapi tidak disukai.

Langkah – langkah pengenalan kandidat secara konvensional/ umumnya dengan melakukan hal-hal seperti berikut ini;

  1. Pengenalan baleho, spanduk, kalender, kaos, dan alat peraga lainnya.
  2. Sosialisasi dengan kandidat turun langsung bertemu masyarakat pemilih.
  3. Memasang iklan diberbagai media cetak maupun media elektronik.
  4. Menggunakan jasa semacam PR (public-relation) yang kreatif.
  5. Mengadakan event/ acara tertentu yang bersifat keterlibatan masyarakat luas seperti acara olah-raga, pentas seni, acara kerakyatan, dan acara-acara sosial lainnya.
  6. Membentuk team yang akan mengkomunikasikan secara intensif kepada masyarakat pemilih.
  7. Membuat pembauran upaya pengenalan yakni dengan melakukan penggabungan dari berbagai cara sosialisasi sehingga menghasilkan teknik kampanye yang efektif.

Biasanya team yang menyusun langkah-langkah pengenalan kandidat ini akan berusaha memperkirakan sejauh mana jangkauan upaya pengenalan yang dilakukan. Juga memperhitungkan target seberapa mudah akan penerimaan masyarakat pemilih/ responnya terhadap upaya pengenalan yang dilakukan itu.

Usaha pengenalan kandidat ini juga jangan lupa memperhatikan akan imbas/ efek kesukaan. Dari itu maka upaya pengenalan harus dibarengi dengan upaya membangun kesukaan yang pada akhirnya meningkatkan angka peluang untuk didukung/ dipilih.

Sehingga nilai-nilai kesukaan ini sangat erat berkaitan dengan norma, etika, sopan santun, sikap saling menghormati, saling menghargai, atraktif dan partisipatif, serta dapat memotivasi setiap individu yang terlibat sepanjang prosesnya secara baik secara langsung maupun secara tidak langsung bagi setiap individu yang mungkin hanya menyaksikan dari kejauhan.

Faktor kesukaan ini memang tidak gampang untuk diraih. Keseriusan dari berbagai pihak yang terkait haruslah harmonis dan sinergis. Kandidat dan tim-nya musti sadar bahwa untuk dapat meraih hati pemilih haruslah dilakukan secara perlahan dan butuh kesabaran yang ekstra. Karena tingginya angka kesukaan (setelah tingginya angka popularitas) maka selanjutnya adalah meningkatnya angka didukung atau elektabilitas.

(DC)

PILGUB KALTIM 2018 #30: PERILAKU PEMILIH

PILGUB KALTIM 2018 #30: PERILAKU PEMILIH

Masyarakat pemilih memiliki berbagai macam respon terhadap berbagai peristiwa politik yang berkembang saat ini. Respon tersebut dapat berwujud langsung berupa dukungan, penolakan, atau hanya sekedar bagi penambah wawasan semata.

Pada perkembangannya kalangan peneliti dari waktu ke waktu selalu mencari pola yang disesuaikan dengan kebutuhan saat itu, guna membuat kesimpulan-kesimpulan sehingga dapat membaca arah perilaku politik pemilih dalam rangka mengukur tingkat kedewasaan demokratisasi di suatu wilayah tertentu.

Keran demokrasi yang terbuka lebar seperti saat ini ditanah air yang berupa pemilukada serentak tahun 2018 ini di 171 daerah yakni provinsi, kabupaten, dan kota adalah bagian dari perwujudan sikap demokratis. Diharapkan Indonesia dalam menyongsong masa depannya akan mampu sederajat dan aktif dalam pergaulan dunia internasional.

Mengukur perilaku pemilih disuatu wilayah yang akan melaksanakan proses pemilukada (baik itu pilgub, pilbup, maupun pilwali) adalah semacam kebiasaan yang senantiasa ditunggu kehadirannya. Banyak sekali pakar yang terlibat dalam pengukuran/ analisis perilaku pemilih ini. Hanya saja bahan yang tersedia saat ini masih dirasa belum memadai. Hal ini ditandai dengan masih kurangnya literatur khas ke-Indonesia-an yang mengulas perilaku pemilih ini dari berbagai sudut pandang.

Sebagai masukan bagi kalangan yang konsen dibidang penelitian perilaku pemilih ini, kami meng-opini-kan uraian singkat ini. Namun, kami sadar bahwa opini kami ini jauh dari kepuasan yang bersifat komprehensif dari sisi penilaian yang kompleks pula demi memenuhi hasrat yang nyata dilapangan.

Tidak dipungkiri bahwa pemahaman perilaku pemilih dapat bermanfaat praktis dalam ajang kompetisi semacam pemilukada. Konsultan pendamping kandidat memiliki track-record yang akan ditawarkan sebagai jasa konsulting-nya. Sebagai konsultan tentu arahannya akan didengar dan mungkin akan menjadi bagian dari bahan pertimbangan sebagai langkah-langkah strategis dalam proses kampanye.

Mengetahui perilaku pemilih dapat akan berhubungan dengan kemampuan mempengaruhi perilaku memilih itu sendiri. Semakin lengkap informasi perilaku pemilih maka akan berpeluang semakin efektif dan efisien langkah kampanye kandidat.

BACA JUGA: Sikap Jurkam Efektif?

Meskipun pemanfaatan pemahaman perilaku pemilih ini masih jadi bahan perdebatan pada tataran keilmuan modern, dikarenakan bisa nampak seperti menariknya kearah pragmatisme sesaat sehingga mungkin akan mengabaikan etika ilmu pengetahuan itu sendiri. Tetapi hal tersebut tidak harus menghentikan pengembangan teori perilaku pemilih itu sendiri. Karena konsep teori perilaku pemilih itu berlandaskan keilmiahan ilmu pengetahuan yang boleh hadir dalam pengembangan proses demokrasi bagi suatu Negara.

Kami meyakini bahwa konsep atau teori perilaku pemilih ini sangat membantu dalam meningkatkan wawasan semua pihak baik itu masyarakat pemilih maupun bagi kontestan (kandidat) yang memperebutkan suara pemilih selama proses pemilihan semacam pemilukada tahun ini.

Nah bagaimana dengan perilaku pemilih di Kaltim??? Hmm….mungkin ditulisan selanjutnya saja yaa..hehe…

Selamat berdemokrasi negriku, selamat menyambut pemilukada tahun 2018 bagi yang merayakannya. sekian

(DC)

BACA JUGA: Pilgub Kaltim 2018 #28: Kandidat Paling Populer Saat Ini?

PILGUB KALTIM 2018 #29: JENIS JURKAM EFEKTIF?

PILGUB KALTIM 2018 #29: JENIS JURKAM EFEKTIF?

Kandidat/ calon  dalam pemilukada memiliki jurkam (juru kampanye) yang akan melakukan orasi di panggung kampanye. Seorang jurkam memiliki fungsi untuk menyemarakkan situasi di arena kampanye. Seorang jurkam juga akan berusaha membuat peserta kampanye menjadi lebih antusias dalam mengikuti proses sepanjang kampanye dilakukan.

Ada beberapa macam jurkam yang akan mendampingi seorang kandidat. Kandidat sendiri adalah jurkam bagi dirinya sendiri. Team dari kandidat juga secara makana adalah jurkam. Setiap pendukung kandidat termasuk jurkam baik pendukung di media online maupun offline. Jurkam-jurkam inilah yang selalu menjadi juru penyampai informasi yang dilakukannya setiap saat kepada masyarakat pemilih.

Tulisan ini hanya berfokus kepada “jurkam-jurkam” yang setiap saat melakukan upaya bantu terhadap kandidatnya meskipun mungkin jurkam jenis ini secara umum bukan disebut jurkam yang sering dilihat ber-orasi di atas panggung kampanye seperti biasanya selama ini.

Berikut tiga kategori jurkam yang bukan jurkam orasi di panggung kampanye sebagaimana biasanya, pengkategorian ini sangat longgar untuk ditelaah ulang dan silahkan disesuaikan dengan kondisi lapangan masing-masing;

Pertama, sadarilah bahwa setiap pendukungmu adalah jurkam-mu walaupun mungkin pendukung tersebut belum pernah bertemu kandidatnya. Jenis jurkam ini bisa saja hanya sekedar semacam seorang pedagang sayuran keliling yang setiap hari intens bertemu pelanggannya dari rumah ke rumah kemudian secara alamiah mengkomunikasikan tentang kandidat kepada setiap masyarakat pemilih yang dijumpainya.

Kedua, bahawa setiap orang saat ini pada dunia maya/ medsos mungkin sekali adalah pendukung setia terhadap kandidat. Bentuk dukungannya bisa saja dilakukan dengan cara memposting, men-share, mengkomentari, atau hanya sekedar memajang foto tertentu, atau bahkan melakukan apa saja yang dampaknya mungkin sangat menguntungkan bagi kandidatnya secara tidak langsung.

Ketiga,  ketahuilah pemilih yang nge-fans kepada kandidat itu dialam bawah sadarnya sudah terprogram secara alamiah semacam keinginan yang selalu melakukan upaya menyalurkan informasi terkait kehebatan kandidat yang didukungnya. Pendukung jenis ini memiliki energy berlimpah yang sangat positif untuk menyebarkan informasi yang menguntungkan bagi kandidat yang didukungnya. Meskipun biasanya kepentingan pendukung jenis ini tidak se-pragmatis pendukung yang lainnya.

BACA JUGA: Pilgub Kaltim 2018 #29: Kandidat Paling Populer Saat Ini?

Uraian singkat ini terinspirasi dari pada suatu bagian dari metode marketing-politik yakni konsep marketing WOMM (Word Of Mouth Marketing = pemasaran dari mulut ke mulut).  Ada semacam asumsi para marketer dalam dunia bisnis bahwa suatu produk unggulan biasanya akan mendapat referensi dari pelanggan setia untuk menganjurkan tanpa disuruh kepada calon konsumen berikutnya.

Sekian opini kami untuk penambah pengayaan ragam analisis dalam kompleksitas di musim kampanye seperti saat ini. selamat berdemokrasi bagi seluruh daerah pemilukada, do’a ketulusan kita haturkan kepada para pahlawan penegak NKRI.

(DC)