PILGUB KALTIM 2018 #17: CHAOS PILGUB KALTIM??

PILGUB KALTIM 2018 #17: CHAOS PILGUB KALTIM??

Kita telah memulai hari ini 01 Januari 2018, tahunnya politik kata banyak orang. Tahun dimana mesin-mesin politik akan mulai di start di tingkat lokal maupun nasional. Mungkin akan ada mesin-mesin yang kurang mampu bersaing dengan mesin lainnya, dan inilah tahunnya pilkada serentak diberbagai daerah se-Indonesia pada bulan Juni mendatang.

BACA JUGA: PILGUB KALTIM 2018 #3 : PERANG BHARATAYUDHA DI KALTIM

Kaltim kebagian jatah pilgub, untuk itulah opini ini kami sajikan kehadapan khalayak yang termasuk penikmat pilgub Kaltim. Pilgub Kaltim pasti terjadi persaingan, segala cara akan dilakukan oleh sang calon dan tim suksesnya untuk bersaing merebut hati dan dukungan masyarakat pemilih se-Kaltim.

Berproses dalam urusan dukung-mendukung ini sepekan terakhir menjelang akhir tahun kemarin di Kaltim sangat terasa meninggi tensinya. Ramainya ditingkat elit sih. Media lokal maupun medsos secara bertubi-tubi menghujani pemberitaan dengan isu seputar pilgub Kaltim. Ada berita pengunduran diri seorang ketua partai. Ada berita calon pilgub yang sedang “nyangkut” urusan hukum. Ada juga calon yang sudah mengantongi SK pusat yang siap digunakan sebagai bekal mendaftar Gubernur-Wakil Gubernur Kaltim pada KPU Kaltim antara tanggal 8 – 10 Januari 2018.

Surat Pengunduran Diri Yusran
Berita Pemeriksaan Dua Cagub

Kami yakin pilgub Kaltim mendatang akan seru. Baleho besar sudah sangat banyak kan berkeliaran dimana-mana, dipohon-pohon juga ada loh baleho dipasang juga secara sengaja. Keseruan pilgub Kaltim kali ini akan berasa beda. Tokoh-tokoh yang bermunculan adalah muka-muka lama dengan polesan kekinian. Gaya tampilan terasa lebih modern, dengan sentuhan rasa lebih muda dan lebih energic. Stock lama yang se-agresif kaum muda khas Kaltim.

Berikut proposal kami untuk kalian yang mau menikmati pilgub Kaltim tahun ini ;

  1. Persaingan dalam merebut suara pemilih itu keniscayaan dalam pilkada langsung seperti saat ini. Meskipun mungkin ada potensi gesekan-gesekan yang dapat berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat Kaltim itu sendiri.
  2. Pilgub Kaltim sangat erat hubungannya dengan peristiwa pileg dan pilpres tahun akan datang (tahun 2019). Kepentingan bagi partai politik nasional seirama dengan kejadian koalisi ditingkat daerah. Serapi lah poin ini secara terus-menerus.
  3. Masyarakat pemilih Kaltim itu sangat heterogen dengan tingkat perbedaan dari berbagai latar belakang jika ditelisik secara mendalam. Masyarakat pemilih di Kukar sangat berbeda karakteristiknya dengan masyarakat pemilih di Berau misalnya. Begitu juga akan terasa beda perilaku pemilih di Samarinda dengan Balikpapan. Hal ini sangat penting disadari oleh penikmat pilgub Kaltim.
  4. Jangan sampai merasa dihantui oleh pilgub Kaltim, karena mungkin bakal ada “hantu-hantu” bergentayangan untuk mengintimidasi masyarakat pemilih. Tutupi pintu rapat-rapat dan kunci yang kuat jika ada hantu politik mau mampir kerumah kalian.
  5. Nikmati saja pilgub Kaltim jangan ikut berkelahi secara fisik, karena hal itu dapat menyebabkan kerugianmu. Hal sederhana tapi bisa berdampak fatal. Hindari chaos itu.
  6. Gunakan kata hatimu yang baik itu dalam mendukung calon. Jangan ikut-ikutan orang lain, tetapi mikirlah mendalam sebelum menentukan pilihan. Mikir sekali lagi sebelum memilih.
  7. Bersemangatlah, karena baru saja malam tahun baru kita lewati.
  8. Ingatlah bahwa Kaltim bagian dari semangat dan harapan untuk NKRI.
  9. Ikuti calonmu yang membuatmu semakin baik bukan semakin buruk.
  10. Yang terakhir, mari jadikan dirimu sebagai sebagai pribadi yang tidak menyakiti Kaltim. Titipkanlah Kaltim ini kepada orang yang cinta kepada Kaltim. Gunakan cinta bukan emosi sesaat.

Demikian hari ini opini kami, mana opinimu yang baik-baik itu… silahkan share artikel ini jika tidak memberatimu. Salam semangat baru, selamat menikmati pilgub Kaltim.

Happy new year 2018, salam cinta dari kami untuk pencinta Kaltim dan NKRI!!!

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada

PILGUB KALTIM 2018 #16: CALON DARI GOLKAR BUKAN SENGAJA UNTUK KALAH

PILGUB KALTIM 2018 #16: CALON DARI GOLKAR BUKAN SENGAJA UNTUK KALAH

Partai Golkar di Kaltim adalah partai besar. Pemilih Golkar di Kukar adalah mayoritas. Tiga kota se-Kaltim (Balikpapan, Samarinda, Bontang) juga menjadi basis Golkar. Paser dan PPU dimana partai Golkar juga besar, begitu pula Kutim dan Berau juga adalah basisnya Golkar. Tokoh dari Golkar telah berpengalaman panjang menjadi pemimpin di Kaltim secara silih berganti. Ini menjadi simpanan modal besar bagi partai sebesar Golkar di Kaltim.

Kini menjelang penantian siapa yang akan diputuskan untuk dicalonkan oleh Golkar pada pilgub Kaltim mendatang menjadi nervous untuk ditunggu-tunggu. Pada mulanya sudah umum diketahui Golkar telah fix bakal mengusung Rita Widyasari sebagai calon Gubernur Kaltim pada pilkada tahun 2018 sebentar lagi, namun hal tersebut menjadi galau ketika bunda Rita (sebagaimana fans-nya menyebutnya) kesandung urusan hukum dengan KPK di Jakarta sana. Padahal Rita adalah tokoh perempuan Kaltim yang paling dijagokan dalam pertarungan pilgub Kaltim tersebut.

Politik itu dinamis, begitu kata banyak orang. Golkar di Kaltim saat ini pasti mengambil ancang-ancang dengan kuda-kuda yang kokoh untuk start bergerak menjelang keputusan siapa yang akan dicalonkannya. Rita mungkin masih masuk hitungan tetapi realita yang ada juga jauh lebih penting untuk dicermati.

Begini pengamatan kami untuk calon yang bakalan diusung Golkar;

  1. Ketua Golkar yang baru saat ini sangat “membutuhkan” prestasi keberhasilan dalam era pilkada serentak tahun 2018 mendatang. Kemenangan dari pilgub Kaltim akan menjadi bagian dari kebutuhan itu.
  2. Calon yang akan dimajukan idealnya adalah calon yang mampu menang.
  3. Bukan calon asal yang penting maju nyalon berdasarkan ego dan “keyakinan” semata.
  4. Untuk indikator ukuran kalkulasi kemenangan secara komprehensif tentu Golkar di Kaltim sudah mahfum, begitu juga DPP Golkar di Jakarta pasti sudah punya standard pertimbangan untuk “memfatwakan” SK-nya terhadap calon Golkar di Kaltim.
  5. Dinamika di internal Golkar Kaltim semestinya akan lebih mengedepankan faktor strategis untuk waktu kedepan bukannya alih-alih selalu disibukan urusan perbedaan pendapat yang dapat berakibat merugikan eksistensinya, misalnya (jikalau ada)… heheh.
  6. Kesenioran pihak-pihak di Golkar Kaltim akan diuji kali ini untuk memberikan contoh dalam sikap “mau berdamai” dan jitu dalam mengambil keputusan yang sudah hampir limit waktunya.
  7. Mem-peta-kan potensi dan tantangan terhadap “calon lawan” kudu-musti juga akan diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Tanyakan ke internal Golkar sendiri dan tanyakan kepada seluruh masyarakat pemilih se-Kaltim supaya sesuai apa maunya rakyat sesuai maunya internal dan sesuai juga calon yang disusung.
  8. Popularitas, likebilitas/ afeksi, dan elektabilitas, bagi bakal calon dari Golkar Kaltim akan bakalan dikupas habis-habisan sebelum SK diterbitkan.
  9. Kemungkinan koalisi dengan partai lain juga akan dapat dijadikan bahan pertimbangan nampaknya.
  10. Bagaimana dengan peluang Rita???

Begitu sementara menurut kami, menurutmu gimana kawan? Silahkan jika mau komentar pada kolom yang ada pada blog kami ini.  Dan tentu kami sangat senang jika kawan-kawan juga senang meskipun kesenangan kawan-kawan saat ini tidak ada hubungannya dengan opini kami disini (Sangat mungkin kawan-kawan senang hari ini karena baru saja dapat senyuman dari “kekasihnya” masing-masing…. Hehehe. Sekian dan salam kompak selalu di hari Jum’at ini untuk seluruh rakyat NKRI saja!!!

Catatan; Tulisan ini sebagian kami sarikan dari hasil obrolan panjang  yang dilakukan dengan sangat santai sambil ngopi bareng di warung makan-makan jl. P.Antasari-Samarinda seharian kemarin kepada tokoh muda Golkar Kaltim yaitu Syarkowi V Zahri (juga ketua Fraksi Golkar di DPRD Prov. Kaltim). Beliau berbicara sebagai pribadi saja dan berdasarkan perkawanan semata (bukan se-telinga) dengan kami.

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada

PILGUB KALTIM 2018 #15: RESOLUSI AKHIR TAHUN, PASANGAN KONTRAK EHM…

PILGUB KALTIM 2018 #15: RESOLUSI AKHIR TAHUN, PASANGAN KONTRAK EHM…

Apa kata dunia bicara resolusi akhir tahun, apa resolusi-mu bro, sudah gak jomblo lagi kan gimana rencana pasanganmu?… cuit-cuiitt. Akan banyak hal yang terkait perkara resolusi ini terutama bagi yang mau nyalon pada Pilgub Kaltim tahun depan. Galau-mu itu urusan kecil bro paling mikirnya seputar nyari pasangan juga kan. Nah menjadi sama tuh dengan calon Pilgub Kaltim yang juga sibuk nge-pas-kan pasangannya.

Bagi partai politik di Kaltim bicara urusan pasang-memasang  juga lagi sedang in nih. Sibuknya beda dengan mencari pasangan beneran. Mencari pasangan hidup urusannya panjang karena rencana jangka panjang hidupmu. Kalau mencari pasangan dalam urusan pilgub Kaltim itu ibaratkan urusan periodik yang berjangka waktunya itu loh mirip pasangan kontrak… mbuh hahah.

Pilgub Kaltim itu = Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur provinsi Kalimantan – Timur, supaya jelas aja penjelasannya. Ini urusan serius, ini urusan negara. Meskipun urusan serius negara termasuk mengurusi hal terlihat tidak serius. Paket komplit lah pokoknya urusan negara itu, intinya negara itu wajib mengurusi manusianya seperti urusan kamu itu, ya aku juga, ya mengurusi mereka juga lah.

Pilgub Kaltim itu urusan semua warga Kaltim!. Kaltim itu wajib punya Gubernur-Wakil Gubernur dan semua warganya ber-hak memilih calon pemimpin yang terbaik untuk Kaltim. Gak mungkin mau kan kalau Kaltim dipimpin orang yang gak pas jadi pemimpin.

Pemimpin kedepan adalah pemimpin jaman now yang mampu mengakomodir semua aspirasi warganya. Tugas pemimpin termasuk utama yakni mampu merangsang tumbuhnya perekonomian lokal sehingga berimbas terciptanya banyak lapangan kerja yang pas untuk warganya bukan pas untuk warga negara orang lain.  Lapangan kerja yang pas adalah pekerjaan yang hasilnya pas juga yaitu pas buat bayar kontrakan, pas buat bayar belanja rumah-tangga, pas buat bayar anak sekolah, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan pas juga buat bayar lainnya. Karena kalau bayaran gak pas maka sulit terjadi transaksi bakal gak terjadi clousing kata orang sales / marketer.

Pemimpin itu “dikontrak” dalam durasi 5 tahun, bukan mengontrak 5 tahun. Jauh bedanya dikontrak vs mengontrak. Dikontrak dapat diartikan disuruh, sedangkan mengontrak biasanya atas keinginan sendiri. Siapa yang menyuruh? Ya rakyat. Jangan sampai masyarakat yang merasa sudah dikontrak, apalagi mau mengontrak rakyat aduh jangan sampai dah.

Pemimpin dikontrak rakyat itu dapat diartikan dalam 5 poin dasar berikut ini;

  1. Rakyat tetap hidup.
  2. Rakyat hidupnya tenang.
  3. Rakyat kaya.
  4. Rakyat mampu piknik.
  5. Rakyat tidak berkelahi.

Seperti itu opini kami hari ini, silahkan opini-mu kawan… selamat menjadi rakyat, ayo ber-NKRI !!!

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada

PILGUB KALTIM 2018 #13: DEMOKRAT KE PDIP? PDIP KE GOLKAR? GOLKAR KE SIAPA?

PILGUB KALTIM 2018 #13: DEMOKRAT KE PDIP? PDIP KE GOLKAR? GOLKAR KE SIAPA?

Duh paling ribet rasanya kalau sudah urusannya menebak-nebak model seperti ini, kesaktian macam apa yang harus dimiliki jika menaksir-naksir arah koalisi yang beginian dan harus pasti benar. Yuk baca dulu tulisan kami berikut ini.

Langkah senyap dan cepat begitu kata orang-orang jika waktu sudah mepet. Bidikan harus jitu supaya tepat sasaran. Buka mata lebar-lebar, pasang telinga pas pada tempatnya, dan tutup mulut rapat-rapat. Negosiasi arah koalisi sudah hampir rampung (meskipun belum rampung juga sih cuman dah hampir).

Begini kawan, coba amati kepentingan “menang” dalam pilgub Kaltim ini, kemudian cek kemauan elit lokal (daerah) baik yang senior maupun yang setengah senior termasuk kepentingan elit partainya kemudian tarik ke-kepentingan elit di nasional (pusat). Memang bakalan ditemukan kemiripan kepentingan yang nyambung antara keduanya (meskipun lagi-lagi ada juga sih perbedaan kepentingan diantara keduanya kan).

Jika calonnya demokrat bersilaturrahim (membuka komunikasi) ke PDIP dan mungkin ngajak koalisi atas pertimbangan apa coba?  Boleh-boleh saja kan dan memang itu halal dalam sistem demokrasi modern.

Saat ini pilgub Kaltim gak ada calon dari incumbent/ petahana. Yang ada new-entry… tapi wajah-wajah lama sih. Sehingga terbuka peluang lebih besar bagi sesiapa saja yang akan jagoan “menarik” dukungan masyarkat pemilih terbanyak.

Mungkin arahan (dukungan) petahana saat ini sudah terlihat gak begitu besar pengaruhnya, sehingga ini menjadi peluang bagi tokoh-tokoh untuk lebih berani maju mencalon dengan adu peruntungan.

Bagaimana dengan PDIP dan Golkar sendiri yang hingga tulisan ini diturunkan masih belum kedengaran jelas di telinga bagi para pencari fakta (eh penikmat pilgub maksudnya… heheh). Sudah adakah calonnya?

PDIP adalah partai besar di Kaltim begitu juga dengan partai Golkar, tentu elit dikedua partai ini sudah saling banyak pengalamannya.  Calonnya PDIP harus menang, sementara calonnya Golkar juga harus menang. Atau bersepakat saja deh PDIP dan Golkar untuk berkoalisi? Masih mungkin untuk mengusung calon bersama-sama.

Ada sih opsi lain bagi kedua partai ini (PDIP & Golkar) yakni gabung koalisi dengan bapak Syaharie Jaang (calonnya Demokrat) sehingga tercipta koalisi besar untuk melawan (berkompetisi-sportif) terhadap pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi (Gerindra, PKS, PAN).

Urusan pilgub Kaltim ini bukan hanya elit saja yang mebicarakan, pun masyarakat pemilih jauh lebih seru membahasnya.

Mengingat ini sudah akhir tahun 2017, dan tahun 2018 sudah didepan mata itu menandakan bahwa waktu pendaftaran bagi calon Gubernur-Wakil Gubernur di Kaltim tinggal 11 hari lagi dari sekarang. Ada kah sudah calonmu?… tinggal menghitung hari…

Sekian.

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada