PILEG 2019 #9: MENDONGKRAK POPULARITAS CALEG MENANG DI SETIAP DAERAH PEMILIHAN

PILEG 2019 #9: MENDONGKRAK POPULARITAS CALEG MENANG DI SETIAP DAERAH PEMILIHAN

Pemilu tahun 2019 mendatang akan menjadi harapan baru bagi caleg new-comer. Semangat yang dimilikinya tentu perlu dibarengi komitmen yang sungguh-sungguh untuk mewakili rakyat dalam wilayah pemilihannya.

Sebagai langkah awal caleg menang adalah berupaya meningkatkan keterkenalan dirinya sebagai caleg di daerah tersebut. Upaya kedikenalan ini sering disebut dengan popularitas dimana hal ini seiring dengan upaya mencitrakan diri sebagai diri yang pantas untuk didukung dan dipilih.

Berbagai macam cara yang dapat dilakukan untuk mengangkat nama caleg menang dipermukaan panggung masyarakat pemilih dalam dapil. Rutin turun menemui target konstituen merupakan langkah sederhana namun bernilai sangat strategis.

Trend berkenalan sama masyarakat pemilih saat ini bukan sekedar hanya jor-joran memasang baleho atau spanduk lagi seperti pemilu sebelumnya. Kini masyarakat pemilih cenderung merasa pengen bertatap muka langsung kepada caleg yang bakal dipilihnya. Walaupun alat peraga kampanye tersebut tetaplah dibutuhkan dan tetap harus ada, cuma masih kurang.

Sehingga semua langkah cerdas menjalankan strategi untuk meningkatkan peluang keterpilihan bagi seorang caleg adalah dengan kemampuan akses langsung kepada setiap pemilih, itu mind-set sebagai pondasi yang mendasarnya.

Sebagai langkah di awal-awal seperti saat ini cukuplah dulu men-sett upaya peningkatan popularitas. Berikut poin-poin ruang lingkup mendongkrak popularitas caleg menang tahun 2019 ;

  1. Medsos/ akun internet menjadi media penghantar yang paling mudah dijangkau oleh kedua belah pihak (antara caleg dan masyakat pemilih).
  2. Merancang pencitraan diri dengan menampilkan hal kesesuaian kekinian dengan tema yang khas, unik, menarik, serta tampil berbeda dengan keumuman.
  3. Komunikatif terhadap setiap isu yang lagi trending dengan respon positif yang tulus.
  4. Menggabungkan unsur marketing politik kemudian meramunya menjadi suatu menu yang tepat sasaran.
  5. Merencanakan dengan matang setiap aksi yang hendak ditampilkan kedalam ruang publik.
  6. Menyadari dinamisnya masyarakat pemilih, sehingga sikap populer dibuat untuk menjadi dapat diterima bukan alih-alih menambah beban bagi masyarakat itu sendiri mengingat “kesibukan” masyarakat pemilih itu sesungguhnya bukan mengurusi politik tetapi mereka telah dicukupkan dengan kesibukan kesehariannya.

Poin-poin diatas silahkan ditambahkan sendiri untuk disesuaikan kondisinya di dapil masing-masing caleg menang. Perlu diingat juga dimana kalau strategi caleg menang itu dimiliki oleh setiap caleg lain dengan perbedaan sesuai dengan kemampuannya atau mungkin telah adanya pengalaman sebelumnya.

Belum adanya strategi pasti menang ini, sehingga membuat atau merencanakan sendiri upaya pemenangan caleg menjadi keharusan tersendiri. Kata kuncinya, selama strategi itu sudah memperhitungkan secara komprehensif antara kemampuan maksimal caleg ditambah kemampuan pemahaman perilaku grass-root dalam dapil maka itulah strategi-mu.

Karena sebenarnya strategi caleg menang itu perlu untuk dirahasiakan, bukan untuk dipublish dimana-mana. Sekali lagi inilah strategimu sendiri tentu janganlah kompetitormu mengetahuinya, kalau strategi terbuka itu bukan strategi menang-mu. Kompetisi pemilihan itu menghasilkan terpilih atau tidak, Pahamilah.

Sekian.

Salam damai, salam kompak NKRI !!!

(DC)