PILGUB KALTIM 2018 #25: PILIHAN PILGUB KALTIM SAAT INI?

PILGUB KALTIM 2018 #25: PILIHAN PILGUB KALTIM SAAT INI?

Nah inilah info singkat yang mungkin cukup penting untuk sekedar disadari oleh sesiapa bagi penikmat pilgub Kaltim tahun ini. Perlu disadari bersama bahwa memastikan hasil pilkada jauh sebelum hari H (hari pemilihan) itu sangat tinggi nilai kekeliruannya, meskipun ada cara-cara yang masuk akal untuk mengira-ngiranya. Hasil survei sangat laku dalam masa begini untuk dijadikan bahan diskusi. Ingat hanya sekedar bahan diskusi saja karena kepastiannya nanti tunggu hasil hari Rabu 27 Juni 2018.

Analisis kami posisi dari empat pasangan calon yang ada saat ini adalah sebagai berikut ;

  1. Dari 100% pemilih se-Kaltim angka pemilih yang masih ragu terhadap pilihannya mencapai angka 60%an.
  2. Sedangkan pemilih yang belum menentukan pilihan (pemilih abu-abu) masih tinggi angkanya mencapai 40%an.
  3. Posisi elektabilitas/ dukungan bagi masing-masing pasangan calon berada pada posisi masih dibawah 20%an, itupun angkanya masih bercampur pilihan yang masih ragu itu.
  4. Tehnis menghitung angka prediksi itu harus melibatkan dengan memperkirakan angka partisipasi pemilih dan perkiraan angka  golput, angka keraguan pilihan, jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan, serta peluang kemungkinan kejadian luar biasa.

Dari empat poin diatas Nampak sekali begitu sulitnya untuk memperkirakan untuk saat ini siapa yang paling banyak dukungannya. Perlu di ingat hasil survei hari ini bukan hasil pilgub sesungguhnya. Angka-angka yang dipublish itu hanyalah bahan untuk meramaikan pemberitaan saja, dan ketahuilah itu bagian dari strategi yang mungkin berafiliasi kepada calon tertentu.

BACA JUGA: Menerawang Peta Grass Root Kaltim 2018

Sekali lagi jika ada hasil prediksi pilgub Kaltim yang diberitakan saat ini dengan menyebut nama pasangan calon berikut angka-angka dukungannya maka jadikan itu sebagai bagian dari hidangan untuk penikmat pilgub Kaltim.

Hasil survei itu sesungguhnya rahasia dapur. Survei ilmiah itu harus dijaga marwahnya… heheh. Hasil survei itu untuk perdebatan yang konstruktif bagi perbaikan kehidupan demokrasi. Jangan sampai hasil survei hanya dipergunakan untuk alat perang urat saraf saja.

Survei yang ilmiah itu adalah survei yang dilakukan dengan mentaati hukum keilmiahan. Ada track-record pelaku survei yang dipertaruhkan disana. Memang lembaga survei saat ini sangat menjamur, bak cendawan yang tumbuh dimusim pilkada… hahah. Ada yang motivasinya cuman duit.

Segitu dulu ya opini kami, ntar ada aja lanjutannya…

Selamat siang, selamat beraktifitas bagi penikmat Pilgub Kaltim.

(DC)

BACA JUGA: Panduan Survei Menang Telak Pilkada

PILGUB KALTIM 2018 #24: PENTAS DRAMA KOLOSAL PILKADA SERENTAK

PILGUB KALTIM 2018 #24: PENTAS DRAMA KOLOSAL PILKADA SERENTAK

Beberapa rekan sejawat memberikan  masukan untuk tulisan kali ini. Mereka punya opini yang sangat menarik untuk dicermati sebagai pandangan pribadi tetapi bernilai intelegensi yang tinggi. Rekan-rekan ini mempunyai rasa kebangsaan yang patut diacungi jempol dengan ketulusan akan kesadaran bahwa pemilihan serentak di negri ini adalah tantangan bagi kemajuan kemanusiaan. Nilai-nilai sebagai  manusia dewasa yang sehat akal fikir akan dipentaskan secara nyata sepanjang proses pada panggung demokrasi yang berjudul pemilihan kepala daerah secara langsung dan serentak diseluruh Indonesia.

Sudut pandang terhadap pemilihan gubernur tahun 2018 ini misalnya, bisa akan menjadi ajang tarung pemikiran kreatif, adu gengsi antar kelompok, adu kecerdasan dan emosi, eksplorasi gerakan spiritualitas, perebutan eksistensi dan jati diri, serta kesempatan menumpahkan hanya sekedar isi hati. Semua itu akan terbungkus rapi dan klaim dalam rangka mirip memirsa pentas drama kolosal yang dapat membuat gugup atau gegap gempita setiap penonton maupun pelakon.

Kandidat/ calon akan menjadi tokoh yang paling berperan dan akan paling banyak muncul sepanjang alur cerita dari awal hingga akhir pertunjukan. Calon ini menjadi pusat sentral yang akan di upgrade  oleh dirinya sendiri, para tim nya, pendukungnya, maupun oleh media baik yang pro maupun yang kontra. Dalam hal ini pro dan kontra dapat saja menyerang diri pribadi sang calon maupun semua orang disekitarnya. “Serangan” seperti ini dapat terasa secara langsung saat itu maupun tidak secara langsung tetapi sangat  berpengaruh terhadap arah perilaku populasi pemilih. Singkatnya simaklah secara teliti apapun urusan terkait kepribadian kandidat ini,  faktor yang menguntungkan atau justru merugikan bagi jalannya sepanjang proses pemenangan itu. Black-campaign akan menjadi kata yang sangat dramatis pada posisi ini.

Bagaimana dengan tim pemenangan, apakah pengaruhnya besar? Nah kalau yang ini tergantung sudut pandang mana yang mau digunakan.  Tetapi yang namanya tim pasti selalu ada, baik itu yang selalu berada disamping sang calon maupun tim yang selalu bergerak dilapangan yang diarahkan secara sengaja terencana maupun bergerak secara alamiah menurut kesadaran atau non-kesadaran yang semata sekedar untuk asyik-asyik saja. Tim pemenanganmu adalah suara dukungan yang nyata bagimu dan tim pemenanganmu ini akan bekerja siang malam untuk kemenanganmu. Tim pemenangan ini yang berpotensi untuk meratakan sebaran dukungan bagimu disetiap wilayah ataupun di TPS kedepannya. Pilihlah orang-orang yang logis dan untuk menjadi tim pemenanganmu, jangan pilih orang yang karena paling panjang lidahnya untuk menjilatmu… heheh.

Dalam beberapa waktu kedepan masyarakat pemilih akan ditimpa dengan acara-acara yang riuh rendah yang mempertontonkan kedigdayaan kata-kata dipanggung orasi/ kampanye. Pementasan acara mungkin berbalut jumlah massa yang membludak dalam satu lapangan besar, panggung yang menggelegar, tarian heroik pembakar semangat, aktor simpatik, koreo pemanja mata dan telinga, suguhan aksi memukau. Acara – acara tersebut dapat berlangsung secara nyata dilapangan terbuka bersifat offline serta dapat berlangsung secara online disiarkan live pada panggung maha besar yang sering disebut panggung media online. Urusilah ini secara serius kawan, jangan sampai bikin malu dirimu dan calonmu karena ini menyangkut nama besar dan pembiayaan besar pula.

Sekali lagi kawan, pilkada langsung tahun 2018 ini adalah pentasmu untuk menciptakan drama kolosal yang bernilai artistik untuk pembuktian ini adalah peradaban jaman now bagi generasi milenial. Kamu akan dapat berperan apa saja dalam pertunjukan ini, sangat dibutuhkan banyak orang untuk mengisi peran-peran yang strategis maupun peran yang khusus. Pikirkan ini secara mendalam, kan sebentar lagi kalian mau membentuk tim pemenangan. Jangan mudah menselingkuhi komitmen awalmu, apalagi sampai menceraikan wah kalau itu terjadi maka sadari lah mencari pasangan itu tidaklah mudah karena baru saja kita melewati masa kawin yang dijodohkan itu…heheh. Ini baru masa tahap resepsi kok, ini baru mau masa bulan madumu kok. Ingatlah kemarin banyak yang gagal mencari pasangan pada detik-detik terakhir… hikhikzzz’’’’

Sekian dulu opini kami, selamat hari jum’at bagi warga NKRI yang betulan… salam kompak NKRI!!!

(DC)

BACA JUGA : E-Book Survei Menang Telak Pilkada

PILGUB KALTIM 2018 #23: MENERAWANG PETA GRASS-ROOT KALTIM 2018

PILGUB KALTIM 2018 #23: MENERAWANG PETA GRASS-ROOT KALTIM 2018

Paling banyak jumlah pemilih ada di kota Samarinda, sedangkan yang paling sedikit pemilihnya ada di kabupaten Mahulu. Samarinda itu hampir 23% sedangkan di Mahulu sekitar 1% saja dari total pemilih se-Kaltim. Angka – angka seperti ini akan menjadi dasar perhitungan dalam menggerakan roda pemenangan selama proses pilgub kali ini.

Kukar dan Balikpapan memiliki persentase total pemilih sebanyak hampir 38% dari total pemilih se-Kaltim. Kukar adalah basisnya Golkar begitu juga Balikpapan. Namun ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi calon yang diusung oleh Golkar apakah berbanding lurus nanti  dengan hasil yang diperoleh calonnya.

Sementara itu di kota Samarinda ada dua partai yang besar jika dilihat dari keterwakilannya di DPRD, yaitu PDIP dan Golkar. Sekali lagi apakah nanti hasil pilgubnya akan berbanding lurus dengan hal ini mengingat Walikotanya yakni Bapak Syaharie Ja’ang dan Wakil Walikotanya Bapak Nusirwan Ismail juga sama-sama maju bertarung dalam pilgub saat ini namun saling berhadap-hadapan. Kita akan melihat warga kota Samarinda dalam pilgub ini apakah dominan mendukung Jaang atau apakah mendukung Nusirwan.

Kutai-Barat adalah basis terbesar PDIP di provinsi Kaltim. Kubar sendiri mencapai 5% dari total pemilih se-Kaltim. Tentu wilayah ini akan dipertahankan secara serius oleh calonnya PDIP yakni Rusmadi-Safaruddin. Tantangan ini menjadi sangat menarik untuk ditelisik mengingat Jaang digadang-gadang sebagai tokoh kelahiran asal sana. Kaitan-kaitan ini tentu tidak sesederhana yang dibayangkan, akan bayak faktor lain yang mempengaruhi perilaku pemilih sehingga ke calon mana hati pemilih akan berlabuh.

Berau dan Kutim juga menjadi menarik untuk dianalisis. Ada sekitar 17% total pemilih se-Kaltim di kedua kabupaten ini (berau 6%, dan Kutim 11%). Pak Isran pernah memimpin Kutim dengan cukup sukses yang mampu mengangkat nama Kutim dipanggung nasional. Sekali lagi apakah rakyat Kutim akan mendukung penuh kepada pak Isran? Analisis tajam sangat diperlukan untuk menjawab hal ini.

Kota Bontang dimana pak Sofyan pernah dua kali menjadi Walikota disana. Bontang adalah sekitar 5% jumlah pemilihnya se-Kaltim. Apakah Sofyan-Nusirwan akan mendapat dukungan penuh oleh warga kota Bontang ini? Tidak segampang itu tentunya untuk mengambil kesimpulan saat ini.

Kabupaten Pasir sekitar 7% pemilihnya se-Kaltim.kemudian bergeser ketetangganya yakni Penajam Paser Utara(PPU) sangat unik kaitannya terhadap pilgub Kaltim saat ini  karena PPU sendiri disibukan dengan pemilihan bupati diwilayahnya (pilbup PPU). Dukungan terhadap calon dalam pilbup PPU apakah berkorelasi signifikan terhadap calon pada pilgub Kaltim? Hal ini juga menarik untuk diutak-atik bagi penikmat pilgub Kaltim tahun ini.

Demikian dulu peta sederhana ini kami opinikan, mana opinimu?…. selamat bersemokrasi, salam kompak NKRI!!!.

(DC)

PILGUB KALTIM 2018 #22: KETUA DEWAN DI BUNGULI

PILGUB KALTIM 2018 #22: KETUA DEWAN DI BUNGULI

(Edisi bahasa Samarinda, silahkan dampingi penerjemah jika diperlukan… heheh)

KEJADIAN ini barusan tadi malam waktu habis bulikan bedapat kekawalan. Dengan tetiba ada WA masuk dikirimi gambar crop hasil WA yang isinya kira-kira negkaya ini nah (WA aslinya kadausah ulun tampilkan disini lah takutan jua kalo pina kena melanggar undang-undang ITE).

Ini diskusi WA antara broker-politik vs ketua dewan ;

Broker ; pak haji ulun lagi di Jakarta ini, piyan handak ke Jakarta kalo bebila?

Pak Haji ; beapa aku umpat ke Jakarta kalau aku ini kada di herani urang jua ding ae. (bepura merajuk sidin ini gegara selama ini handak maju calon Gubernur Kaltim tapi pina kada pernah digutil-gutil urang).

Broker ;  (dalam hatinya ah bagus ini respon pak haji)… ujar DPP piyan masuk bursa calon ini. Lakasi ke Jakarta piyan lah ulun menunggui nah.

Pak Haji ; hau bujuran kah itu. (mulai harap-harap cemas).

Broker ; ulun ini kada berani pang bekeramput. (beusaha meyakinkan).

Pak Haji ; ayu ae amun ujar ikam kaetu, tulak nih aku kena habis subuh lah.

Broker ; (dalam hatinya duit sudah ini)… inggih piyan ulun tunggui sungsung isuk lah di bandara Soekarno-Hatta.

Pak Haji ; hi ih ding ae, tunggui haja lah…

(baluman tangah hari sudah bedapat pak haji wan broker-politik ini di Jakarta, kesah berlanjut).

Broker ; nah syukur jadi datang piyan pak haji, urang DPP sudah menunggu piyan.

Pak Haji ; aku sudah siap ini ding ae, ayo kita be-nego.

Broker ; jadi nengkaya ini pak haji lah piyan kan tahu sorang di Jakarta ini apa-apa larang. Supaya kita nyaman bekesahan dengan urang DPP sekalian meambil hatinya itu piyan bayari dulu tagihan bubuhannya malam tadi di hotel ini.

Pak Haji ; berapa? … (sudah mulai kada nyaman perasaan).

Broker ; 12 juta… (pina mantap banar broker ini menyambat haraga).

Pak Haji ; nah ini ni ding ae nang sudah kuduga, tapi kada papalah… (sambil meunjuk duit).

Broker ; (tuntung sudah kesahnya membayar ke kasir, tapi pak haji kada meumpati ke kasir tadi)… ayo pak haji piyan ulun bawa mehadap…

Pak Haji ; setumat pang… apa garang yang ikam dangar dari DPP.

Broker ; yang ulun dangari dari buhannya piyan handak dimasukan bursa calon di Kaltim.

Pak Haji ; terus apa lagi…

Broker ; baluman ada calon nang pasti jarnya, makanya ulun lakas mehabari piyan.

Pak Haji ; iya ae amun kaetu… aku setumat kekamar dulu handak besiap. Tunggu aja ikam kaina kuhabari. (sambil dalam hatinya… rasa dibunguli aku ini baluman apa-apa sudah ditagih suruh bayar, kayapa amun disuruh bayar SK bisa-bisa larang banar itu, sementara yang nyata-nyata mau nyalon haja masih belum jelas apalagi aku ini lah nang kada pernah umpatan kesana-kemari, nah am baru kepikiran).

Sementara segitu dulu lah, pak haji sudah tekor 12 juta tu disuruh membayari entah apa tagihan ujarnya bubuhannya. Gegara beharap di calonkan urang langsung percaya aja padahal sidin lupa kalau pencalonan itu harus melalui mekanisme, kadanya langsung main panggil main ketemu DPP terus dapat SK.

BACA JUGA: PILGUB KALTIM 2018 #9: MENIPU ITIK DALAM PILGUB KALTIM

Detik-detik terakhir seperti saat ini dimana SK pusat belum keluar itu dijadikan kesempatan broker-politik untuk becari duit dengan cara membunguli nang tuha tapi kada tapi paham permainan kekanakan. Duit bakal habis kahandak jadi dicalonkan urang kada tecapai, bingung jadinya siapa nang dihamuki.

Tuntung ae dulu kesahnya be WA-an antara pak haji dengan broker-politik ini, tapi pak haji masih membatin jua apa bujur kekanak nangini membawa habar lah, mulai terasa jua hawatir dibunguli kekanakan.. Lalu ae pak haji membawa kesah ini ke anak buah sidin nang kada tapi paham urusan politik itu, karena inya begawi wan pak haji ini hanya meurusi bini mudanya pak haji haja supaya kada ketahuan bini tuha sidin. Nah, anak buah pak haji inilah yang mengirimi crop-chat WA itu malam tadi makanya jadi kesah ini. Kita tunggu ae amun ada kelanjutannya karena ini masih benego urang disana.

Sekian…  ambil hikmahnya jika ada, bagi yang sudah terbiasa mengalami gak usah komen diam-diam aja supaya gak ketahuan trik jitunya.

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada