PILGUB KALTIM 2018 #19: PEREMPUAN PEMENANG PILGUB KALTIM

PILGUB KALTIM 2018 #19: PEREMPUAN PEMENANG PILGUB KALTIM

Kegalauan dahsyat yang menerpa penikmat pilgub Kaltim hari ini, begitulah yang dapat kutangkap dari pesan tersirat tak langsung dari berbagai komentar dalam group WA sepanjang pagi ini,

BACA JUGA: PILGUB KALTIM 2018 #17: CHAOS PILGUB KALTIM??

Mentari bersinar pagi di hari Selasa 2 Januari 2018 barusan masuk sebagai hari kedua dalam perhitungan kalender miladiyah, hari kedua yang cukup menegangkan harapan yang masih harap-harap, sementara langit tetap berawan apakah ini menandakan arti kerinduanku dalam kerinduanmu bersama kerinduan mereka dalam menggapai cintanya Dia kepada semua umat manusia?

Nun jauh disana dimana saja wanita kita mungkin kekasih kita saat ini sedang dalam do’a yang khusyuk untuk  keselamatan para lelakinya yang sedang sedikit galau,

BACA JUGA: PILGUB KALTIM 2018 #2 : KALTIM MENANGISI RITA?

Mungkin perempuan-perempuan kita diam hari ini, no-comment sikapnya, menurut saja selama ini tapi ketahuilah jika bisikannya sangat keras dalam topeng kelembutannya itu,

Kita semua lelaki ini pernah singgah dalam rahim perempuan, tapi kenapa kau sakiti perempuan?

Perempuan-ku adalah ibu-ku, saudari-ku, dan putri-putriku yang dimana mereka semua adalah keluarga-mu juga bahkan mungkin adalah bagian dari kekasih-mu yang mirip ceritaku ini,

Meskipun cerita-mu lain tetaplah kau wajib membela perempuan-mu itu,

Santunlah kawan karena waktumu tidak banyak kok, sedikit waktumu itu akan terus di ingat sepanjang waktu oleh-ku oleh sejarah

Berilah sejarah yang membanggakan perempuan-mu

Perempuan itu sama banyaknya sih dengan lelaki, banyak juga perempuan banyak juga jumlah lelaki, karena kita tidak selamanya disini, cam-kan itu disudut hatimu yang dalam,

Sumber: https://data.kpu.go.id

Bersandarlah hanya kepada-Nya yang maha sempurna, ini semua hanyalah persiapan semata untuk bekal menghadap kehadirat-Nya.

 

(tulisan ini tanpa bentuk, sengaja kubuat tanpa bentuk karena bentuk sering menipu… silahkan nikmati saja bagi yang berkenan, salam kompak dulur salam hormat perempuan-ku… hidup NKRI !!!)

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada

PILGUB KALTIM 2018 #15: RESOLUSI AKHIR TAHUN, PASANGAN KONTRAK EHM…

PILGUB KALTIM 2018 #15: RESOLUSI AKHIR TAHUN, PASANGAN KONTRAK EHM…

Apa kata dunia bicara resolusi akhir tahun, apa resolusi-mu bro, sudah gak jomblo lagi kan gimana rencana pasanganmu?… cuit-cuiitt. Akan banyak hal yang terkait perkara resolusi ini terutama bagi yang mau nyalon pada Pilgub Kaltim tahun depan. Galau-mu itu urusan kecil bro paling mikirnya seputar nyari pasangan juga kan. Nah menjadi sama tuh dengan calon Pilgub Kaltim yang juga sibuk nge-pas-kan pasangannya.

Bagi partai politik di Kaltim bicara urusan pasang-memasang  juga lagi sedang in nih. Sibuknya beda dengan mencari pasangan beneran. Mencari pasangan hidup urusannya panjang karena rencana jangka panjang hidupmu. Kalau mencari pasangan dalam urusan pilgub Kaltim itu ibaratkan urusan periodik yang berjangka waktunya itu loh mirip pasangan kontrak… mbuh hahah.

Pilgub Kaltim itu = Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur provinsi Kalimantan – Timur, supaya jelas aja penjelasannya. Ini urusan serius, ini urusan negara. Meskipun urusan serius negara termasuk mengurusi hal terlihat tidak serius. Paket komplit lah pokoknya urusan negara itu, intinya negara itu wajib mengurusi manusianya seperti urusan kamu itu, ya aku juga, ya mengurusi mereka juga lah.

Pilgub Kaltim itu urusan semua warga Kaltim!. Kaltim itu wajib punya Gubernur-Wakil Gubernur dan semua warganya ber-hak memilih calon pemimpin yang terbaik untuk Kaltim. Gak mungkin mau kan kalau Kaltim dipimpin orang yang gak pas jadi pemimpin.

Pemimpin kedepan adalah pemimpin jaman now yang mampu mengakomodir semua aspirasi warganya. Tugas pemimpin termasuk utama yakni mampu merangsang tumbuhnya perekonomian lokal sehingga berimbas terciptanya banyak lapangan kerja yang pas untuk warganya bukan pas untuk warga negara orang lain.  Lapangan kerja yang pas adalah pekerjaan yang hasilnya pas juga yaitu pas buat bayar kontrakan, pas buat bayar belanja rumah-tangga, pas buat bayar anak sekolah, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan pas juga buat bayar lainnya. Karena kalau bayaran gak pas maka sulit terjadi transaksi bakal gak terjadi clousing kata orang sales / marketer.

Pemimpin itu “dikontrak” dalam durasi 5 tahun, bukan mengontrak 5 tahun. Jauh bedanya dikontrak vs mengontrak. Dikontrak dapat diartikan disuruh, sedangkan mengontrak biasanya atas keinginan sendiri. Siapa yang menyuruh? Ya rakyat. Jangan sampai masyarakat yang merasa sudah dikontrak, apalagi mau mengontrak rakyat aduh jangan sampai dah.

Pemimpin dikontrak rakyat itu dapat diartikan dalam 5 poin dasar berikut ini;

  1. Rakyat tetap hidup.
  2. Rakyat hidupnya tenang.
  3. Rakyat kaya.
  4. Rakyat mampu piknik.
  5. Rakyat tidak berkelahi.

Seperti itu opini kami hari ini, silahkan opini-mu kawan… selamat menjadi rakyat, ayo ber-NKRI !!!

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada

PILGUB KALTIM 2018 #12: CALON KUAT DI PILGUB KALTIM

PILGUB KALTIM 2018 #12: CALON KUAT DI PILGUB KALTIM

Apa hitung-hitungan-mu sebagai calon kuat?

Sehingga mulai nampak keseriusan bagi sesiapa yang akan maju nyalon pada pilgub Kaltim mendatang setelah sempat sepi  keseriusan itu. Kontestan yang ditunggu-tunggu akhirnya bermunculan menampakan batang hidungnya kepermukaan arena. Kini, masyarakat pemilih mulai memasang ancang-ancang kembali akan jatuh kepada siapa dukungannya diberikan.

Kalkulasi kekuatan biasanya mulai diutak-atik berdasarkan segmen-segmen dasar yang ada pada keragaman perilaku pemilih. Pertama, Kalau berdasarkan politik-ethnik maka pemilih terbanyak adalah bersuku Jawa 30%, kemudian urutan kedua Bugis 19%, Banjar 15%, Kutai 9%, Dayak 9%, kelimanya suku ini berjumlah 82%. Pemilih berdasarkan suku lainnya ada toraja, sunda, batak, buton, paser, berau, madura, dan suku lainnya yang berjumlah 18% se-Kaltim.  Demikian angka-angka ini sebagai gambaran kalkulasi bekal menaksir hitung-hitungan strategi pemenangan.

Kemudian yang kedua, jika ingin mengitung peta kekuatan berdasarkan geografis jumlah pemilih maka yang paling banyak pemilih ada di tiga wilayah terbesar yakni Kota Samarinda 22,90%, Kutai Kartanegara 20,71%, Balikpapan 16,76%. Ketiga wilayah ini kalau dijumlahkan pemilihnya sebesar 60,37%, artinya lebih separuhnya pemilih se-Kaltim ada di tiga wilayah ini yang mana akan terjadi perebutan dukungan suara yang paling seru dan bakalan melelahkan bagi calon dan tim suksesnya.

Sedangkan pemilih di tujuh wilayah lainnya adalah sekitar 40%-an. Tentu wilayah kabupaten/ kota lainnya ini juga adalah wilayah yang harus dimenangkan bagi setiap pasangan calon nantinya. Data jumlah pemilih ini kami sajikan sekedar tambahan bahan diskusi penikmat Pilgub Kaltim. Selanjutnya pada urutan 4-10 ada Kutai Timur 11,09%, Paser 7,19%, Berau 6,23%, Kubar 4,84%, Bontang 4,75%PPU 4,73%, dan Mahulu 0,79%.

Segmen ketiga, sasaran kekuatan sang calon juga harus memperhatikan angka pemilih berdasarkan tingkat pendidikan se-Kaltim. Datanya adalah sebagai berikut; masih kuliah-sarjana 4,6%, SLTA 32%, SLTP 23%, SD-sederajat 34,6%, dan pemilih yang tidak lulus SD sebanyak 5,6%. Data ini mungkin bukan data pasti jika dihitung berdasarkan data terkini di Dinas Pendidikan Kaltim, karena ini data ini berdasarkan kategori usia yang sudah punya hak-pilih dalam pemilu.

Pengkategorian pemilih berdasarkan geografis, suku, dan pendidikan ini tidak mutlak dijadikan standard kalkulasi strategi pemenangan dalam Pilgub Kaltim kedepan, masih banyak sekali faktor-faktor lain yang musti dipertimbangkan dengan sematang mungkin oleh Calon Gubernur – Wakil Gubernur dan tim suksesnya. Tetapi mungkin selama ini masyarakat pemilih di Kaltim agak melupakan fakta-fakta data seperti yang telah diuraikan diatas.

Dengan keberagaman background pemilih se-Kaltim yang begitu heterogen (beragam) maka persatuan dan kesatuan tidak mudah berpecah – belah adalah semboyan yang harus selalu didengungkan sepanjang proses pilgub ini. Jangan sampai perbedaan menjadi pemicu pertengkaran dan keretakan dalam kehidupan keluarga besar NKRI ini.

Demikian opini kami, mana opini-mu kawan… salam kompak NKRI !!!

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada

PILGUB KALTIM 2018 #8: SUARA “LGBT” 30% DALAM PILKADA KALTIM

PILGUB KALTIM 2018 #8: SUARA “LGBT” 30% DALAM PILKADA KALTIM

Gak usah ngeres dulu, baca aja opini kami sampai selesai. Selamat Natal hari ini (bagi yang merayakan), Yuk mari silahkan menyimak sambil tetap mengamati lingkungan sekitar…

Si A akan mendukung calon ini, Si B akan mendukung calon itu, sedangkan Si C masih belum jelas calon mana yang akan didukungnya. Informasi dukungan seperti tersebut biasanya diperoleh dari hasil survei atau identifikasi yang mendalam terhadap perilaku pemilih.

Kejelasan siapa mendukung calon mana adalah bagaikan kejelasan jenis kelamin laki-laki atau perempuan, sedangkan ketidak jelasan siapa mendukung calon mana seolah-olah bagaikan ketidak jelasan jenis kelamin.

Dalam suatu pilkada biasanya pemilih yang belum jelas akan mendukung siapa termasuk kategori pemilih abu-abu (swing-voters). Besaran angkanya bisa mencapai diatas 30%. Sementara setiap calon mau-tidak mau harus berusaha maksimal untuk mendapatkan suara dukungan pemilih sebanyak banyaknya termasuk dukungan dari pemilih kategori abu-abu ini. Namun “menggarap” pemilih kategori abu-abu ini cukup sulit sehingga diperlukan strategi yang khusus.

Jangan dilupakan juga bagi calon beserta tim suksesnya bahwa sangat penting juga untuk mengkalkulasikan antara kategori pemilih abu-abu ditambahkan dengan potensi golput (golongan putih/ gak ikut nyoblos). Kelompok golput ini biasanya sama banyaknya dengan pemilih kategori abu-abu tersebut. Jumlah golput adalah jumlah semua pemilih dikurangi jumlah pemilih yang ikut nyoblos pada hari pemungutan suara. Nah, dari hitungan seperti  inilah angka partisipasi pemilih itu diperoleh. Pilgub Kaltim kedepan rasa-rasanya angka partisipasinya tidak lebih sekitar 70%-an saja, pengalaman kami selama ini begitu angkanya.

Pemilih yang gak ikut nyoblos seyogyanya (bukan se-Jakartanya hehe) kudu diperhatikan oleh semua penikmat pemilu. Jangan sampai kelompok golput ini bertransformasi menjadi kelompok “LGBT”, hahaha..

Kesimpulannya, calon yang maju dalam pilgub Kaltim kali ini dan tim suksesnya harus mampu memetakan pemilih yang belum menentukan pilihan ini dan mana pemilih yang berpotensi golput. Jika belum mampu memetakan seperti pemilih belum jelas ini (abu-abu + potensi golput) maka roda pergerakan pemenanganmu bakal membingungkan,  itu ibarat perang melawan LGBT yang lagi diributkan oleh berbagai kalangan dibeberapa waktu terakhir ini.

Sudah jelas kan, sekian dulu kawan-kawan… ayo cari pasangan supaya gak jomblo… hehehe

(DC)

BACA JUGA : Survei Menang Telak Pilkada