Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG)

Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG)

Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG) adalah sebuah sistem informasi berbasis Cloud yang merangkum kegiatan dan pemenangan pileg dari proses awal sampai akhir yaitu perhitungan real. Sistem ini terdiri dari beberapa modul yang diantaranya Manajemen Tim, Data Pemilih, Agenda Kegiatan, Manajemen Logistik, Data Survei Lapangan, Perhitungan Real sampai Manajemen User.

 

FITUR-FITUR

1. Manajemen Tim

Fitur untuk mendata semua personil baik relawan, saksi maupun tim pemuda yang terlibat dalam pemenangan calon legislatif. Setelah didata maka personil tersebut baru ditentukan peran, tugas atau jabatannya. Ada 2 sub fitur didalam modul ini yaitu Manajemen Personil dan Manajemen Tim.

 

2. Data Pemilih

Modul Data Pemilih ini berfungsi untuk mengelola Data Pemilih yang dirilis oleh KPU secara berkala sampai Final menjelang waktu pemilihan. Oleh karena itu kami siapkan untuk bisa menginput beberapa versi Data Pemilih sesuai sumber data yang dimiliki. Data Pemilih ini juga berfungsi terkait manajemen tim ketika memilih saksi pastikan saksi terdaftar di DPT sesuai penugasan TPS-nya. Cara entry Data Pemilih adalah menggunakan fasilitas Import data format Excel. Terdapat juga fitur analisis data ganda dari DPT yang diimport.

 

3. Agenda Kegiatan

Modul Agenda kegiatan dimaksudkan untuk manajemen agenda kegiatan kampanye dan sosialisasi caleg di wilayah pemilihan. Hal ini dimaksudkan untuk controlling pemerataaan kunjungan dan jumlah kunjungan.

 

4. Logistik Kampanye

Dalam proses pemenangan caleg atau kampanye, alat peraga kampanye tentu diperlukan dalam prosesnya baik itu poster, stiker, kartu nama, baliho dll. Modul ini dimaksudkan untuk controlling stok dan jumlah logistik yang sudah diedarkan.

 

5. Survei

Salah satu fitur unggulan adalah Modul Survei, dimana modul ini berfungsi untuk menampung kinerja pendataan yang biasanya dilakukan oleh Tim Relawan. Hal yang biasanya didata adalah kecenderungan pemilih yang biasanya di pisahkan dalam 3 kelompok yaitu : Pemilih Partai Saja, Pemilih Caleg dan Partai dan Pemilih yg belum menentukan pilihan

 

6. Perhitungan / Real Count Caleg

Salah satu modul paling penting dalam proses pemenangan caleg yang merupakan ujung dari proses yaitu perhitungan. Perhitungan Caleg di tahun 2019 berbeda dengan tahun 2014, metode yang digunakan adalah Sainte Lague Murni. Dimana suara dibagi habis langsung dengan deret pembagi 1,3,5,7…dst sampai kuota kursi habis dibagikan. Dengan modul ini tim hanya perlu entry data C1 tiap TPS maka rekap dan nama caleg terpilih secara otomatis akan muncul. Di momen perhitungan itu pentingnya kecepatan data karena terkait kans dan menjaga perolehan suara supaya jangan sampai dicurangi pihak lain.

 

7. Master Data

Modul master data ini untuk setup data-data awal yang diperlukan misalnya Data Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa, TPS, RT, Dapil, Caleg dll. Untuk Kab/Kota,Kecamatan, Kelurahan/Desa sudah kami sediakan data awalnya, sehingga user hanya perlu melengkapi dengan data TPS, RT, Jumlah DPT dan lain lain yang diperlukan.

 

8. Manajemen User dan Hak Akses

Tiap klien boleh menambahkan user sebanyak-banyaknya tanpa batasan, hal ini dikarenakan kami tahu sebuah tim perlu banyak user dalam sekretariat data jadi tiap staff silahkan menggunakan user masing-masing supaya tiap data yang dientry menjadi tanggung jawab masing-masing staf tersebut.

Terdapat juga manajemen hak akses dalam grup user jadi staff bisa dibatasi hanya mengakses data entry saja, sedangkan report yang sifatnya penting hanya diakses oleh yang dianggap berhak saja.

 

9. Logs

Fitur ini mencatat semua kegiatan user selama menggunakan aplikasi, sehingga tiap aksi apapun terekam, misalnya akses laporan atau export data juga terekam. Hal ini difungsikan untuk antisipasi jika terjadi pencurian data melalui akses legal, maka bisa di tracing user yang melakukannya.

 

Untuk Demo Aplikasi bisa diakses di:

https://app.kopidoni.com
user: demosamarinda@gmail.com
pass: indonesia

Contact Person:
Nizar Mahroussy (081385561000)

PILEG 2019 #15: STRATEGI RAHASIA POPULARITAS CALEG MENANG 2019

PILEG 2019 #15: STRATEGI RAHASIA POPULARITAS CALEG MENANG 2019

Tak kenal maka tak sayang. Pepatah tersebut singkat, padat, dan mengena. Caleg yang paling populer akan berpotensi untuk banyak dipilih. Sehingga langkah pertama sebagai caleg yang sadar akan logika sederhana popularitas akan mengupayakan secara sungguh-sungguh meningkatkan angka kedikenalannya itu.

Namun, jangan lupa juga bukan sekedar asal terkenal juga. Tetaplah memperhatikan instrument kedikenalan itu. Memang, akan berulang ulasan kami terkait langkah awal strategi caleg menang 2019 ini. Alasannya karena mengingat betapa pentingnya bagi seorang caleg untuk dikenal sebelum dipilih oleh masyarakat pemilih di suatu dapil.

1. POPULARITAS UTAMA DALAM DAPIL

Mengenal kampung, mana saja yang termasuk dapilmu dan kecamatan mana saja yang menjadi batasan dapil. Jangan sampai sibuk memperkenalkan diri sebagai caleg salah dapilnya… dungu, hehehe. Diperlukan pengenalan dengan baik terhadap data pemilih dalam dapil yang akan dipilih sebagai wilayah yang akan diwakili.

Dalam setiap dapil akan ditemukan variasi data-data. Biasanya dalam dapil ada pengelompokan – pengelompokan karakter pemilih yang didasarkan pada variable secara umum. Masyarakat pemilih dapat dibagi dalam kategori seperti berikut ini; suku, agama, pendidikan, usia, pendidikan, pekerjaan dan penghasilan. Pengelompokan ini dimaksudkan sebagai pemahaman akan cara melakukan pendekatan kepada mereka.

Masyarakat pemilih yang berkarakter homogen cenderung berdampak kepada bulatnya suara dukungan terhadap calon tertentu jika mampu meyakinkannya. Masyarakat yang homogen itu biasanya memiliki ketaatan kepada tokohnya. Kuatnya sistem patronase dalam suatu masyarakat ini perlu dipelajari dengan seksama agar tidak keliru mentargetnya.

Kalkulasikan berapa jumlah anggota suatu kelompok homogen itu supaya kamu dapat memperkirakan berapa potensi suaramu disitu. Kemudian pelajari loyalitas setiap anggotanya, apakah cenderung kompak ataukah mudah terbuka menerima terhadap setiap calon yang ada. Penting sekali urusan riwayat loyalitas anggota masyarakat pemilih yang homogen ini. Ingat pemilu kali ini kita semua menghadapi sudah tingginya kecerdasan masyarakat pemilih dan juga sudah sama-sama memiliki  pengalaman pemilu sebelum-sebelumnya. Masyarakat pemilih tidak akan mudah untuk dikelabui oleh caleg nakal.

2. BRANDING IMAGE DALAM DAPIL

Membangun citramu sebagai caleg adalah upayamu yang sungguh-sungguh agar dapat diterima semua kalangan dalam dapilmu. Faktor disukai menjadi alat ukur utama. Dikenal tapi tidak disukai buat apa, hanya merugikanmu. Cara pendekatan agar disukai masyarakat pemilih memerlukan kecerdasan alami dan kecerdasan buatan.

Kecerdasan alami dalam pendekatan kepada masyarakat pemilih adalah upayamu yang selama ini (sejak sebelum menjadi caleg) dalam kehidupan bermasyarakatmu. Kecerdasan alami inilah yang akan mendorong tingginya angka popularitasmu sebagai caleg. Kecerdasan alamiah adalah kelebihan yang dimiliki oleh setiap caleg, akan tetapi akan berbeda kekuatannya bagi setiap diri caleg. Kelebihan almiah ini misalnya gaya/ style pembawaan dirimu secara fisik ketika tampil, gaya berkomunikasi verbal, cara berfikir (philosofis), track-record, dan seterusnya.

Sedangkan kecerdasan buatan dalam pendekatan kepada masyarakat pemilih dapat diartikan sebagai upaya yang direncanakan dan dilakukan dengan sengaja dibuat untuk “menarik perhatian” mayoritas dari masyarakat pemilih agar mendukungmu. Hindari gaya non-logis selama menjalankan strategi ini, agar dirimu dapat terhindar dari black-image yang tidak disukai itu.

Janganlah lebay menghadapi masyarakat pemilih. Tampilkan dirimu secara orisinil sebagai caleg berpotensi. Tariklah image masyarakat pemilih kedalam dirimu, bukan sebaliknya dirimu sibuk “memaksakan” image-mu kepada masyarakat pemilih.

Image masyarakat pemilih dalam dapilmu adalah image-mu, bukannya image-mu sebagai image masyarakat pemilih. Karena dirimu mewakili mereka !

Masyarakat yang muak terhadap janji-janji politik selama ini bukan tugasmu untuk meyakinkan mereka. Karena tugasmu adalah “menarik hati” mereka agar supaya mendukungmu. Perdebatan kalah-menang tidak digunakan dalam upaya ini. Kemampuanmu mengkritik hanya boleh kamu lakukan ketika masyarakat pemilih memang menginginkannya bukan atas dasar keinginanmu. Itupun musti kamu lakukan dengan sikap bijaksana tidak menyudutkan pihak yang di kritik.

Sekali lagi, tampilkanlah dirimu sebagai caleg yang sadar, elegan-enerjik, bermasyarakat, antusias, sangat menghormati, tulus,  tulus-tidak menjilat, dan seterusnya dan pahamilah. Kurang-kurangi egoisme yang suka berkata-kata basi itu karena itu sering menunjukan hipokrit.

3. BLOCKING TOKOH DALAM DAPIL

Dirimu dan keluargamu adalah tokoh utama yang harus ditaklukan sebelum meminta dukungan kepada tokoh-tokoh dalam dapil (daerah pemilihan). Tokoh yang terkenal akan sering ditemui oleh bebagai caleg. Sehingga tokoh yang terkenal akan merasa kesulitan untuk mengarahkan pengaruhnya kepada masyarakat pemilihnya. Rekrutlah tokoh (blocking tokoh) yang senyap tetapi memiliki ruang gerak yang leluasa dalam turut membantu upayamu.

Pileg kali ini akan sarat muatan kompetisinya. Tiba-tiba akan terlihat dengan mudahnya dukungan masyarakat itu beralih kelain hati. Begitu juga dengan tokoh-tokoh yang terkenal, mereka cukup kesulitan untuk menentukan satu dukungan tertentu.

Secara sederhana pahamilah dua karakter tokoh dalam dapil berikut ini. Pertama ; tokoh masyarakat, dimana tokoh ini bisa saja adalah tokoh agama, tokoh adat (suku), tokoh organisasi, tokoh pengusaha, tokoh birokrat, dan seterusnya. Beliau-beliau inilah yang sangat sering kita sebut sebagai tokoh. Tetapi dalam uapaya dirimu sebagai caleg ingatlah ada tokoh yang cocok atau kurang cocok dengan karakter dirimu sebagai caleg tersebut. Kedua ; tokoh senyap , yakni tokoh yang tidak terdeteksi potensi pengaruhnya oleh umum. Bisa saja tipe tokoh senyap ini jarang tampil dalam permukaan ruang publik tetapi potensi pengaruhnya terhadap masyarakat pemilih sangat besar. Tokoh semacam ini semisal orang yang sudah lama menetap tinggal di dapilmu yang kesehariannya terlepas sama sekali dengan hiruk-pikuk dunia politik namun keputusan politiknya sangat didengar oleh warganya. Tugasmu lah mencari dan merekrut tokoh semacam ini.

Blocking tokoh juga ada yang perlu dipublikasikan, dan ada juga yang tidak perlu dipublikasikan/ diumumkan. Sesuaikan dengan iklim ditempatmu. Karena suara pemilih/ elektabilitasmu nanti bicaranya bukan sekarang. Telah banyak opini yang telah kami tulis terkait persoalan ini.

Akhir kata, selamat bersosialisasi. Lakukanlah dengan maksimalnya kecerdasanmu sebagai caleg menang tahun 2019. Opini kami akan selalu kami terbitkan dalam weblog ini khusus buatmu.

Bagi pembaca www.vote-indonesia.com yang intens membaca tulisan kami selama ini,kami ucapkan salam persahabatan yang tulus dari hati sanubari. Mari tetaplah bersemangat selalu untuk membaikan.

(DC)

PILEG 2019 #14: LANGKAH AWAL, STRATEGI PEMENANGAN CALEG UNTUK BULAN SEPTEMBER – DESEMBER 2018.

PILEG 2019 #14: LANGKAH AWAL, STRATEGI PEMENANGAN CALEG UNTUK BULAN SEPTEMBER – DESEMBER 2018.

  1. MENDONGKRAK POPULARITAS – AKSEPTABILITAS.
  • Mengenalkan diri secara pribadi kepada setiap masyarakat pemilih secara kontinyu terus menerus sepanjang durasi hingga masa hari pemilu. Dapat ditempuh dengan secara sengaja setiap hari mengunjungi setiap rumah-rumah kenalan dan teman sejawat dalam lingkup dapil (daerah pemilihan). Bertemu langsung kepada masyarakat pemilih ini harus dengan memperhatikan etika saling tidak memberatkan, dengan kata lain proses tersebut diusahakan terjadi secara alamiah sehingga tidak berdampak kepada beban biaya berlebih.
  • Mengenalkan diri dengan cara berusaha hadir pada acara-acara sosial kemasyarakatan dalam selingkungan dapil semisal acara ; gotong royong_ hajatan warga_ perayaan keagamaan_ perayaan adat istiadat_ acara kepemudaan_ dan sebagainya acara yang ada selama ini di dalam dapil.
  • Mengenalkan diri menggunakan media offline; spanduk, baleho, merchandise (kaos, topi, gantungan kunci, dan lainnya alat keratif), stiker, brosur, dan seterusnya sesuai kemampuan yang kemudian di distribusikan kepada masyarakat pemilih.
  • Pengenalan diri melalui aktifitas online dan internet ; facebook, instagram, WA, website, dan seterusnya dengan memperhatikan sopan-santun media sosial yang sering kurang diperhatikan. Sebaiknya hindari perdebatan di media online/medsos secara berlebihan, bangunlah pencitraan diri pada medsos tanpa mencela orang lain. Tampilkan diri secara elegan dan sopan baik itu penampilan pada foto maupun pada kata-kata yang ditulis. Keangkuhan kalimat yang ditampilkan pada medsos cenderung mendapat respon negative dari netizen, demikian juga kalau penampilan kaku dan monoton akan mendapat respon yang menjenuhkan. Tampilkanlah kesegaran dan kesederhanaan namun mengena, bangunlah sikap hormat dan menghargai kepada setiap netizen karena keakraban pada medsos dapat meningkatkan kharisma pribadi sehingga memunculkan rasa penerimaan (akseptabilitas) dari netizen yang mampir/ melihat timeline anda dan semua teman-teman yang berada pada dunia maya tersebut.
  • Rutin mengunjungi tokoh-tokoh yang ada pada dapil anda. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meraih restu atau dukungan mereka. Semakin banyak tokoh yang mendukung maka dampaknya akan semakin cepat (terdongkrak) angka popularitas seorang caleg.
  • Dikenal harus disukai, jangan sampai dikenal karena keburukannya. Karena seseorang yang terkenal namun dikenal sebagai maling atau orang yang curang tidak akan didukung oleh masyarakat. Popularitas seorang caleg harus dibarengi dengan upaya penerimaan (akseptabilitas) dari semua masyarakat pemilih itu, makanya pencitraan juga sangat dibutuhkan ketelitian, kejelian, dan sikap menghormati sehingga mengasilkan suasana keakraban dan keharmonisan yang pada akhirnya akan memudahkan dapatnya dukungan dari berbagai pihak.
  • Oleh karena itu pada mulanya proses pengenalan diri ini mengharuskan persiapan atau perencanaan yang matang. Ada hal pada diri yang harus ditampilkan, ada pula yang tidak harus ditampilkan. Nah, memilah atau mensortir materi untuk popularitas ini haruslah dilakukan secara betul-betul dengan memperhatikan berbagai aspek kemampuan dan aspek social. Beberapa kemampuan dasar pribadi yang harus ditampilkan kepada masyarakat/ publik pada alternatif cara sosialisasi tersebut diatas hendaknya disesuaikan dengan momentum yang ada, paskan timingnya. Secara pribadi caleg maka latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi serta pengalaman (track record) sangat penting untuk ditampilkan dalam ruang publik, sekali lagi berhati-hatilah untuk urusan ini karena jika keliru menampilkannya maka bisa jadi dianggap publik sebagai sikap arogansi.

 

  1. BLOCKING TOKOH
  • Mengharapkan dukungan tokoh adalah upaya yang rasional. Sebaiknya memang seorang caleg banyak didukung oleh tokoh yang dari latar belakang yang beragam. Biasanya ada tokoh  panutan yang memiliki basis masa yang luas. Namun tokoh semacam ini sangatlah kesulitan untuk mendukung caleg tertentu, hal tersebut dikarenakan banyaknya caleg yang datang menemui beliau. Jadi, hendaklah tetap dekat dengan tokoh yang kaliber besar tersebut namun jangan lupa menyadari bahwa ada tokoh-tokoh pada lini bawah yang memiliki pengaruh sangat kuat kepada masyarakat langsung.
  • Untuk blocking tokoh yang dimaksud pada uraian ini adalah tokoh yang disesuaikan dengan keluasan jangkauan pengaruhnya. Ada tokoh berpengaruh se-Kabupaten ada juga tokoh yang berpengaruh se-RT ditempat tinggalnya. Menyesuaikan dengan”kebutuhan” adalah hal yang strategisnya.
  • Melakukan pendekatan kepada tokoh berpengaruh ditingkat RT (Rukun Tetangga) adalah langkah paling jitu, meskipun langkah ini memerlukan energy yang tidak sedikit namun akan sesuai nanti dengan efek yang ditimbulkannya. Karena tokoh pada level terbawah justru dapat menghasilkan dukungan ril kepada seorang caleg. Akan sangat banyak “diperlukan” tokoh semacam ini untuk direkrut pada setiap titik potensial suara dukungan yang anda butuhkan. Sampai akhir tahun nanti (2018) cukuplah dulu dengan membangun komunikasi pertemanan kepada tokoh-tokoh yang dimaksud pada point ini.
  • Sekali lagi tokoh pada setiap level sangat beragam, pastikan sesuaikan dengan jangkauan anda sendiri. Adat tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh pengusaha, tokoh organisasi, tokoh partai, tokoh pemuda, tokoh olahraga, tokoh lingkungan, dan seterusnya. Dari pilihan-pilihan kategori ketokohan inilah perlunya penyesuaian dengan kebutuhan seorang caleg.

 

  1. MANAJEMEN PEMENANGAN
  • Ingat, uraian kali ini dapat diperuntukan pada periode bulan September – Desmber 2018. Kami menyarankan manajemen yang lain lagi setelahnya yakni akan akan bersambung pada tulisan selanjutnya termasuk pokok bahasan manajemen pemenangan untuk diri pribadi caleg. Tunggulah uraian strategi caleg untuk bulan Januari – Maret 2019.
  • Kami menganggap belum diperlukan saat-saat ini bagi caleg untuk sengaja membentuk tim pemenangan/ timses. Lakukan saja pendekatan dulu dengan siapapun sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin tanpa harus berupaya membentuk tim caleg. Tim pemenangan pribadi caleg saat ini hingga akhir tahun 2018 nanti secukupnya saja dulu beberapa orang. Yang paling dibutuhkan untuk pendamping bagi seorang caleg saat ini adalah semacam staf-staf untuk membantu kepengurusan keadministrasian di parpol maupun di KPU setempat. Serta pendukung-pendukung medsos yang perlu “pemeliharaan”.
  • Saat diawal seperti saat ini hendaklah seorang caleg mengembangan jaringan kepada berbagai pihak dari berbagai latar belakang, terutama pada media online.
  • Ingatlah kawan, ini era digitasi.. ini eranya online, dimana kita semua begitu mudahnya saling terhubung baik secara online maupun secara offline.
  • Seriusilah dulu urusan sosialisasi pada medsos, atur dengan baik dan tampilkan pencitraan positif tanpa berlebih.
  • Padatkan dulu urusan manajemen diri pribadi, kini saatnya memperdalam apa-apa saja tugas-tugas bagi seorang wakil rakyat. Mumpung waktu masih mencukupi untuk mempelajari lagi urusan kedewanan. Mempelajari lagi permasalahan-permasalahan sosisal kemasyarakatan diwilayah dapilmu.
  • Ajaklah dulu beberapa orang terdekatmu untuk membantumu mencapai point 1 dan point 2 seperti pembahasan diatas.
  • Manajemenilah secara serius terlebih dahulu urusan popularitas dan akseptabilitasmu sebagai caleg dimata masyarakat pemilih dalam dapil, baik untuk caleg Kabupatan atau Kota, caleg tingkat Provinsi, caleg DPR-RI, maupun DPD-RI.
  • Poinnya adalah lengkapi data-data dapilmu, petakan kemudian agar targetmu kena.

Demikian opini hari ini dipenghujung Syawal 1439 H, minal aidin wal faidzin.

Salam damai harmonis, hidup NKRI !!!

PILEG 2019 #13: UPAYA POPULARITAS BAGI CALEG POTENSIAL

PILEG 2019 #13: UPAYA POPULARITAS BAGI CALEG POTENSIAL

Popularitas sendiri dalam hal ini memiliki ruang lingkup/ konteks yang perlu ditelaah. Batas populer saja belumlah cukup, harus ada ciri khas yang membekas akan keterkenalan seorang caleg dalam benak para pemilih. Keterkenalan idealnya dibarengi dengan membangkitkan rasa suka/ menerima. Rasa suka inilah yang berlanjut dengan potensi dukungan yang meluas bagi diri bersangkutan.

Dikenal dan disukai adalah perpaduan dalam menysun rencana popularitas, ditambah eksekusi/ pelaksanaan program tersebut yang kemudian berdampak positif bagi berbagai kalangan masyarakat pemilih dalam dapil.

Dikenal dan disukai juga merupakan dua hal yang selalu seiring-sejalan yang selalu kompak untuk tidak dapat dipisah-pisahkan selama proesnya. Karena upaya yang baik untuk membangun popularitas selalu memperhatikan etika-etika agar menumbuhkan rasa suka. Popularitas bukan ditujukan untuk membangun rasa ke tak-sukaan.

Membangun rasa kesukaan masyarakat pemilih terhadap diri pribadi caleg haruslah diperhatikan secara lebih serius. Melebih-lebihkan “sikap” selama menjalani proses upaya popularitas dapat berdampak negative.

Jangan sampai melakukan upaya popularitas yang sekaligus juga mengganggu kecerdasan berfikir bagi masyarakat pemilih.

Karena popularitas yang dibangun oleh caleg tahun 2019 adalah dalam rangka ikhtiar untuk menangkap peluang  elektabilitas sebanyak-banyaknya dalam format kalkulasi/ perhitungan Sainte Lague Murni.

Kemudian popularitas itu dibangkitkan untuk menuju kedewasaan berpolitik, pencitraan peradaban terkini, pengkomunikasian/ sharing demokratisasi, dan penyamaan informasi sehingga untuk keputusan memilih bagi masyarakat pemilih dapat tepat menentukan pilihannya.

Upaya popularitas itu menganut prinsip-prinsip kecerdasan yang saling menghargai. Adapun kompetisi yang terjadi antar sesama caleg dimaksudkan untuk mem-filter sehingga menemukan caleg yang memang paling pantas untuk didukung/ dipilih.

Dalam rangka “memperebutkan” amanah rakyat inilah proses popularitas dibingkai.

Batasan-batasan popularitas mengandung dua makna yakni makna idealis sekaligus makna pragmatis. Dimana sebagai makna idealis proses popularitas dimaksudkan untuk menghadirkan pelurusan informasi, mempresentasikan ide/ gagasan konstruktif sehingga muncul asumsi layak dukung yang kemudian secara tidak langsung memberikan edukasi kepada masyarakat pemilih. Sedangkan makna popularitas sebagai pragmatis dimaksudkan agar supaya masyarakat pemilih dapat tertarik kepada kontestan politik (caleg) sehingga menjatuhkan pilihan politiknya kepada yang bersangkutan.

Nah, dari langkah-langkah popularitas yang telah dilakukan oleh setiap caleg hari ini perlu kiranya memperhatikan rambu-rambu yang etis sehingga terciptanya pemilu tahun 2019 yang lebih beradab.

Sebagai tips tambahan pada artikel singkat ini kami ingin mengemukakan bahwa dalam desain popularitas sebaiknya tambahkan bumbu-bumbu sehingga kesukaan engkau dapatkan. Hindari  popularitas yang berimplikasi kegaduhan dan polemik berkepanjangan.

Karena, upaya popularitas tidak sama dengan argumentasi yang berniat mematahkan lawan.

Popularitas harus dilakukan secara bil-hikmah, menginspirasi, penghargaan, dan merangsang motivasi.

Popularitas bukanlah intens menampilkan hoax.

Juga bukan upaya membelah ekstrim para fans.

Kesimpulannya, upaya popularitas harus dilakukan dengan cara-cara yang merangkul sehingga menimbulkan “perasaan” senasib-sepenanggungan yang berlanjut pada merebaknya “kesukaan” masyarakat pemilih kepada dirimu sebagai caleg menang tahun 2019.

Segitu saja dulu, masih ada waktu….

Selamat ber-nisfhu sya’ban… may day.. bagi yang menjalankan. Salam Pancasilais !!!

(DC)