Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG)

Software Pileg : Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG)

Sistem Manajemen Pemilu Legislatif 2019 (SIMPEL PILEG) adalah sebuah sistem informasi berbasis Cloud yang merangkum kegiatan dan pemenangan pileg dari proses awal sampai akhir yaitu perhitungan real. Sistem ini terdiri dari beberapa modul yang diantaranya Manajemen Tim, Data Pemilih, Agenda Kegiatan, Manajemen Logistik, Data Survei Lapangan, Perhitungan Real sampai Manajemen User.

 

FITUR-FITUR

1. Manajemen Tim

Fitur untuk mendata semua personil baik relawan, saksi maupun tim pemuda yang terlibat dalam pemenangan calon legislatif. Setelah didata maka personil tersebut baru ditentukan peran, tugas atau jabatannya. Ada 2 sub fitur didalam modul ini yaitu Manajemen Personil dan Manajemen Tim.

 

2. Data Pemilih

Modul Data Pemilih ini berfungsi untuk mengelola Data Pemilih yang dirilis oleh KPU secara berkala sampai Final menjelang waktu pemilihan. Oleh karena itu kami siapkan untuk bisa menginput beberapa versi Data Pemilih sesuai sumber data yang dimiliki. Data Pemilih ini juga berfungsi terkait manajemen tim ketika memilih saksi pastikan saksi terdaftar di DPT sesuai penugasan TPS-nya. Cara entry Data Pemilih adalah menggunakan fasilitas Import data format Excel. Terdapat juga fitur analisis data ganda dari DPT yang diimport.

 

3. Agenda Kegiatan

Modul Agenda kegiatan dimaksudkan untuk manajemen agenda kegiatan kampanye dan sosialisasi caleg di wilayah pemilihan. Hal ini dimaksudkan untuk controlling pemerataaan kunjungan dan jumlah kunjungan.

 

4. Logistik Kampanye

Dalam proses pemenangan caleg atau kampanye, alat peraga kampanye tentu diperlukan dalam prosesnya baik itu poster, stiker, kartu nama, baliho dll. Modul ini dimaksudkan untuk controlling stok dan jumlah logistik yang sudah diedarkan.

 

5. Survei

Salah satu fitur unggulan adalah Modul Survei, dimana modul ini berfungsi untuk menampung kinerja pendataan yang biasanya dilakukan oleh Tim Relawan. Hal yang biasanya didata adalah kecenderungan pemilih yang biasanya di pisahkan dalam 3 kelompok yaitu : Pemilih Partai Saja, Pemilih Caleg dan Partai dan Pemilih yg belum menentukan pilihan

 

6. Perhitungan / Real Count Caleg

Salah satu modul paling penting dalam proses pemenangan caleg yang merupakan ujung dari proses yaitu perhitungan. Perhitungan Caleg di tahun 2019 berbeda dengan tahun 2014, metode yang digunakan adalah Sainte Lague Murni. Dimana suara dibagi habis langsung dengan deret pembagi 1,3,5,7…dst sampai kuota kursi habis dibagikan. Dengan modul ini tim hanya perlu entry data C1 tiap TPS maka rekap dan nama caleg terpilih secara otomatis akan muncul. Di momen perhitungan itu pentingnya kecepatan data karena terkait kans dan menjaga perolehan suara supaya jangan sampai dicurangi pihak lain.

 

7. Master Data

Modul master data ini untuk setup data-data awal yang diperlukan misalnya Data Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa, TPS, RT, Dapil, Caleg dll. Untuk Kab/Kota,Kecamatan, Kelurahan/Desa sudah kami sediakan data awalnya, sehingga user hanya perlu melengkapi dengan data TPS, RT, Jumlah DPT dan lain lain yang diperlukan.

 

8. Manajemen User dan Hak Akses

Tiap klien boleh menambahkan user sebanyak-banyaknya tanpa batasan, hal ini dikarenakan kami tahu sebuah tim perlu banyak user dalam sekretariat data jadi tiap staff silahkan menggunakan user masing-masing supaya tiap data yang dientry menjadi tanggung jawab masing-masing staf tersebut.

Terdapat juga manajemen hak akses dalam grup user jadi staff bisa dibatasi hanya mengakses data entry saja, sedangkan report yang sifatnya penting hanya diakses oleh yang dianggap berhak saja.

 

9. Logs

Fitur ini mencatat semua kegiatan user selama menggunakan aplikasi, sehingga tiap aksi apapun terekam, misalnya akses laporan atau export data juga terekam. Hal ini difungsikan untuk antisipasi jika terjadi pencurian data melalui akses legal, maka bisa di tracing user yang melakukannya.

 

Untuk Demo Aplikasi bisa diakses di:

https://app.kopidoni.com
user: demosamarinda@gmail.com
pass: indonesia

Contact Person:
Nizar Mahroussy (081385561000)

PILEG 2019 #17: PENGARUH POTENSI ELEKTABILITAS  PEN-CALEG-AN TERHADAP PILPRES

PILEG 2019 #17: PENGARUH POTENSI ELEKTABILITAS PEN-CALEG-AN TERHADAP PILPRES

Masih ingat tentunya terhadap pentingnya popularitas bagi seorang caleg yang maju tahun 2019 yang akan datang. Berikut opini kuterangkan kepadamu terkait kedua variable hubungan tersebut antara caleg terhadap pilpres.

  1. Dimana dirimu kini berada dalam partai apa dan partaimu mendukung capres-cawapres yang mana, kemudian perhatikan dengan seksama hubungan yang dapat terjadi diantara keduanya apakah akan menguntungkan popularitasmu sebagai caleg. Karena pemilih di dapil sangat mungkin merespon kuat keterhubungan ini atau tidak menghubungkan sama sekali.
  2. Setiap dapil bisa saja respon masyarakat pemilih akan mengaitkan pilihan caleg berbanding seiring dengan pilihan capres-cawapres. Atau sebaliknya, pilihan caleg dapat berbeda dengan pilihan capres-cawapresnya. Pahamiilah peta alur/ perilaku pemilih dalam dapilmu masing-masing, kusarankan ikuti saja maunya suara mayoritas masyarakat pemilih dalam dapilmu karena kepentinganmu sebagai caleg lebih berarti bagimu agar supaya dapat menang.
  3. Bisa saja pilihan masyarakat pemilih menjagokan capres-cawapres tertentu yang berbeda dengan capres-cawapres yang di dukung partaimu. Sementara dirimu sebagai caleg tetap membutuhkan dukungan pemilih yang berbeda dengan dukungan terhadap capres-cawapres partaimu itu.
  4. Sebagai caleg yang maju di musim pemilu yang cukup rumit kali ini (5 kertas suara untuk setiap 1 pemilih di TPS nanti) maka menurutku cukup menguras energi dan kesibukan pikiran masyarakat pemilih dalam dapilmu. Maka dari itu siapkan stok ketelitian dan stok kesabaran yang banyak dalam melakukan komunikasi terhadap masyarakat pemilih di dapilmu. Perhatikanlah prioritas utamamu sebagai caleg menang dalam menghadapi masyarakat pemilih di dapilmu. Kalkulasikanlah dengan seakurat mungkin jika dirimu sebagai caleg menang berkeinginan mengaitkannya dengan pilihan capres-cawapres yang didukung partaimu terhadap capres-cawapres yang didukung oleh masyarakat pemilih dalam dapilmu.
  5. Menurutku masyarakat pemilih saat ini sudah sangat cerdas sehingga mengarahkan pilihan mereka dibutuhkan cara – cara yang tidak boleh sembarangan berdasarkan semangat/ psikologi emosi semata. Detailing memahami perilaku masyarakat pemilih dalam dapilmu sangat dibutuhkan bagi caleg yang mau menang terpilih.
  6. Saat ini kedua paslon (capres-cawapres) didukung oleh koalisi partai. Sementara dirimu sebagai caleg menang perlu mempertahankan kemenanganmu terlebih dahulu sebelum berusaha memenangkan capres-cawapres yang didukung partaimu.
  7. Ingatlah parliament-treshold yang 4% itu nanti akan cukup sulit seiring-seirama jika diterapkan terhadap kepentingan antara pileg dan pilpres, kecuali khusus bagi partai PDIP dan GERINDRA. Para caleg yang berasal dari PDIP maupun GERINDRA akan terhubung langsung yang sangat kuat antara kepentingan pileg dengan pilpresnya.
  8. Bagi kawan-kawan caleg yang berasal dari PDIP maupun GERINDRA menurutku kalian harusnya cenderung lebih mudah dalam melakukan komunikasi politik kepada masyarakat pemilih. Karena materi komunikasinya searah antara kepentingan pileg dan pilpresnya tinggal kemampuanmu ‘mengkondisikan’ masyarakat pemilih dalam dapilmu itu.
  9. Sementara bagi partai selain kedua partai tersebut (PDIP dan GERINDRA) menurutku masih perlu lebih banyak penyesuaian-penyesuaian. PKS, PAN, BERKARYA, dan PBB sangat membutuhkan manuver yang cerdas dalam menjalankan strategi pemenangan calegnya. Begitu juga dengan GOLKAR, NASDEM, PKB, PPP, HANURA, PSI, dan PERINDO menurutku juga mengalami keharusan manuver-politik yang cerdas terkait persoalan strategi pemenangan calegnya.
  10. Beda dengan DEMOKRAT, menurutku langkah yang akan diambil cukup berorientasi terhadap kepentingan pileg semata nantinya karena memfokuskan PT 4% itu adalah bagian dari strategi bertahan dan kepentingan yang tidak dapat dipisahkan. Ini urusan eksistensi partai pada DPR-RI periode 2019-2024, jangan sampai partai yang ada saat akan hilang dalam pemilu 2024 nanti.
  11. Bagi caleg menang lakukanlah riset yang tepat dalam dapilmu untuk mengukur dan mendapatkan peta orientasi masyarakat pemilih. Karena dalam suatu perjalanan, jika tau dengan TITIK pasti tujuan akhir maka jalan yang tepat akan mudah dibuat untuk di lalui.
  12. Semoga kawan-kawan caleg sudah dapat merasakan akan dualisme ini dalam dirinya, antara kepentingan pileg dan pilpres mana yang lebih diutamakan. Atau apakah kepentingan calegmu dapat seiring dengan kepentingan pilpresmu.
  13. Selamat menghadapi paradoks politik nasional dan lokal, seimbanglah dalam menyikapinya maka kedamaian akan diraih.

Sekian lagi opini hari ini, selamat menyambut HARLAH HUT KEMERDEKAAN RI 17 Agustus 2018, dan selamat menjelang Iedul Qurban 1439 H. Salam kompak NKRI !!!

(DC)

PILEG 2019 #14: LANGKAH AWAL, STRATEGI PEMENANGAN CALEG UNTUK BULAN SEPTEMBER – DESEMBER 2018.

PILEG 2019 #14: LANGKAH AWAL, STRATEGI PEMENANGAN CALEG UNTUK BULAN SEPTEMBER – DESEMBER 2018.

  1. MENDONGKRAK POPULARITAS – AKSEPTABILITAS.
  • Mengenalkan diri secara pribadi kepada setiap masyarakat pemilih secara kontinyu terus menerus sepanjang durasi hingga masa hari pemilu. Dapat ditempuh dengan secara sengaja setiap hari mengunjungi setiap rumah-rumah kenalan dan teman sejawat dalam lingkup dapil (daerah pemilihan). Bertemu langsung kepada masyarakat pemilih ini harus dengan memperhatikan etika saling tidak memberatkan, dengan kata lain proses tersebut diusahakan terjadi secara alamiah sehingga tidak berdampak kepada beban biaya berlebih.
  • Mengenalkan diri dengan cara berusaha hadir pada acara-acara sosial kemasyarakatan dalam selingkungan dapil semisal acara ; gotong royong_ hajatan warga_ perayaan keagamaan_ perayaan adat istiadat_ acara kepemudaan_ dan sebagainya acara yang ada selama ini di dalam dapil.
  • Mengenalkan diri menggunakan media offline; spanduk, baleho, merchandise (kaos, topi, gantungan kunci, dan lainnya alat keratif), stiker, brosur, dan seterusnya sesuai kemampuan yang kemudian di distribusikan kepada masyarakat pemilih.
  • Pengenalan diri melalui aktifitas online dan internet ; facebook, instagram, WA, website, dan seterusnya dengan memperhatikan sopan-santun media sosial yang sering kurang diperhatikan. Sebaiknya hindari perdebatan di media online/medsos secara berlebihan, bangunlah pencitraan diri pada medsos tanpa mencela orang lain. Tampilkan diri secara elegan dan sopan baik itu penampilan pada foto maupun pada kata-kata yang ditulis. Keangkuhan kalimat yang ditampilkan pada medsos cenderung mendapat respon negative dari netizen, demikian juga kalau penampilan kaku dan monoton akan mendapat respon yang menjenuhkan. Tampilkanlah kesegaran dan kesederhanaan namun mengena, bangunlah sikap hormat dan menghargai kepada setiap netizen karena keakraban pada medsos dapat meningkatkan kharisma pribadi sehingga memunculkan rasa penerimaan (akseptabilitas) dari netizen yang mampir/ melihat timeline anda dan semua teman-teman yang berada pada dunia maya tersebut.
  • Rutin mengunjungi tokoh-tokoh yang ada pada dapil anda. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meraih restu atau dukungan mereka. Semakin banyak tokoh yang mendukung maka dampaknya akan semakin cepat (terdongkrak) angka popularitas seorang caleg.
  • Dikenal harus disukai, jangan sampai dikenal karena keburukannya. Karena seseorang yang terkenal namun dikenal sebagai maling atau orang yang curang tidak akan didukung oleh masyarakat. Popularitas seorang caleg harus dibarengi dengan upaya penerimaan (akseptabilitas) dari semua masyarakat pemilih itu, makanya pencitraan juga sangat dibutuhkan ketelitian, kejelian, dan sikap menghormati sehingga mengasilkan suasana keakraban dan keharmonisan yang pada akhirnya akan memudahkan dapatnya dukungan dari berbagai pihak.
  • Oleh karena itu pada mulanya proses pengenalan diri ini mengharuskan persiapan atau perencanaan yang matang. Ada hal pada diri yang harus ditampilkan, ada pula yang tidak harus ditampilkan. Nah, memilah atau mensortir materi untuk popularitas ini haruslah dilakukan secara betul-betul dengan memperhatikan berbagai aspek kemampuan dan aspek social. Beberapa kemampuan dasar pribadi yang harus ditampilkan kepada masyarakat/ publik pada alternatif cara sosialisasi tersebut diatas hendaknya disesuaikan dengan momentum yang ada, paskan timingnya. Secara pribadi caleg maka latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi serta pengalaman (track record) sangat penting untuk ditampilkan dalam ruang publik, sekali lagi berhati-hatilah untuk urusan ini karena jika keliru menampilkannya maka bisa jadi dianggap publik sebagai sikap arogansi.

 

  1. BLOCKING TOKOH
  • Mengharapkan dukungan tokoh adalah upaya yang rasional. Sebaiknya memang seorang caleg banyak didukung oleh tokoh yang dari latar belakang yang beragam. Biasanya ada tokoh  panutan yang memiliki basis masa yang luas. Namun tokoh semacam ini sangatlah kesulitan untuk mendukung caleg tertentu, hal tersebut dikarenakan banyaknya caleg yang datang menemui beliau. Jadi, hendaklah tetap dekat dengan tokoh yang kaliber besar tersebut namun jangan lupa menyadari bahwa ada tokoh-tokoh pada lini bawah yang memiliki pengaruh sangat kuat kepada masyarakat langsung.
  • Untuk blocking tokoh yang dimaksud pada uraian ini adalah tokoh yang disesuaikan dengan keluasan jangkauan pengaruhnya. Ada tokoh berpengaruh se-Kabupaten ada juga tokoh yang berpengaruh se-RT ditempat tinggalnya. Menyesuaikan dengan”kebutuhan” adalah hal yang strategisnya.
  • Melakukan pendekatan kepada tokoh berpengaruh ditingkat RT (Rukun Tetangga) adalah langkah paling jitu, meskipun langkah ini memerlukan energy yang tidak sedikit namun akan sesuai nanti dengan efek yang ditimbulkannya. Karena tokoh pada level terbawah justru dapat menghasilkan dukungan ril kepada seorang caleg. Akan sangat banyak “diperlukan” tokoh semacam ini untuk direkrut pada setiap titik potensial suara dukungan yang anda butuhkan. Sampai akhir tahun nanti (2018) cukuplah dulu dengan membangun komunikasi pertemanan kepada tokoh-tokoh yang dimaksud pada point ini.
  • Sekali lagi tokoh pada setiap level sangat beragam, pastikan sesuaikan dengan jangkauan anda sendiri. Adat tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh pengusaha, tokoh organisasi, tokoh partai, tokoh pemuda, tokoh olahraga, tokoh lingkungan, dan seterusnya. Dari pilihan-pilihan kategori ketokohan inilah perlunya penyesuaian dengan kebutuhan seorang caleg.

 

  1. MANAJEMEN PEMENANGAN
  • Ingat, uraian kali ini dapat diperuntukan pada periode bulan September – Desmber 2018. Kami menyarankan manajemen yang lain lagi setelahnya yakni akan akan bersambung pada tulisan selanjutnya termasuk pokok bahasan manajemen pemenangan untuk diri pribadi caleg. Tunggulah uraian strategi caleg untuk bulan Januari – Maret 2019.
  • Kami menganggap belum diperlukan saat-saat ini bagi caleg untuk sengaja membentuk tim pemenangan/ timses. Lakukan saja pendekatan dulu dengan siapapun sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin tanpa harus berupaya membentuk tim caleg. Tim pemenangan pribadi caleg saat ini hingga akhir tahun 2018 nanti secukupnya saja dulu beberapa orang. Yang paling dibutuhkan untuk pendamping bagi seorang caleg saat ini adalah semacam staf-staf untuk membantu kepengurusan keadministrasian di parpol maupun di KPU setempat. Serta pendukung-pendukung medsos yang perlu “pemeliharaan”.
  • Saat diawal seperti saat ini hendaklah seorang caleg mengembangan jaringan kepada berbagai pihak dari berbagai latar belakang, terutama pada media online.
  • Ingatlah kawan, ini era digitasi.. ini eranya online, dimana kita semua begitu mudahnya saling terhubung baik secara online maupun secara offline.
  • Seriusilah dulu urusan sosialisasi pada medsos, atur dengan baik dan tampilkan pencitraan positif tanpa berlebih.
  • Padatkan dulu urusan manajemen diri pribadi, kini saatnya memperdalam apa-apa saja tugas-tugas bagi seorang wakil rakyat. Mumpung waktu masih mencukupi untuk mempelajari lagi urusan kedewanan. Mempelajari lagi permasalahan-permasalahan sosisal kemasyarakatan diwilayah dapilmu.
  • Ajaklah dulu beberapa orang terdekatmu untuk membantumu mencapai point 1 dan point 2 seperti pembahasan diatas.
  • Manajemenilah secara serius terlebih dahulu urusan popularitas dan akseptabilitasmu sebagai caleg dimata masyarakat pemilih dalam dapil, baik untuk caleg Kabupatan atau Kota, caleg tingkat Provinsi, caleg DPR-RI, maupun DPD-RI.
  • Poinnya adalah lengkapi data-data dapilmu, petakan kemudian agar targetmu kena.

Demikian opini hari ini dipenghujung Syawal 1439 H, minal aidin wal faidzin.

Salam damai harmonis, hidup NKRI !!!

PILEG 2019 #13: UPAYA POPULARITAS BAGI CALEG POTENSIAL

PILEG 2019 #13: UPAYA POPULARITAS BAGI CALEG POTENSIAL

Popularitas sendiri dalam hal ini memiliki ruang lingkup/ konteks yang perlu ditelaah. Batas populer saja belumlah cukup, harus ada ciri khas yang membekas akan keterkenalan seorang caleg dalam benak para pemilih. Keterkenalan idealnya dibarengi dengan membangkitkan rasa suka/ menerima. Rasa suka inilah yang berlanjut dengan potensi dukungan yang meluas bagi diri bersangkutan.

Dikenal dan disukai adalah perpaduan dalam menysun rencana popularitas, ditambah eksekusi/ pelaksanaan program tersebut yang kemudian berdampak positif bagi berbagai kalangan masyarakat pemilih dalam dapil.

Dikenal dan disukai juga merupakan dua hal yang selalu seiring-sejalan yang selalu kompak untuk tidak dapat dipisah-pisahkan selama proesnya. Karena upaya yang baik untuk membangun popularitas selalu memperhatikan etika-etika agar menumbuhkan rasa suka. Popularitas bukan ditujukan untuk membangun rasa ke tak-sukaan.

Membangun rasa kesukaan masyarakat pemilih terhadap diri pribadi caleg haruslah diperhatikan secara lebih serius. Melebih-lebihkan “sikap” selama menjalani proses upaya popularitas dapat berdampak negative.

Jangan sampai melakukan upaya popularitas yang sekaligus juga mengganggu kecerdasan berfikir bagi masyarakat pemilih.

Karena popularitas yang dibangun oleh caleg tahun 2019 adalah dalam rangka ikhtiar untuk menangkap peluang  elektabilitas sebanyak-banyaknya dalam format kalkulasi/ perhitungan Sainte Lague Murni.

Kemudian popularitas itu dibangkitkan untuk menuju kedewasaan berpolitik, pencitraan peradaban terkini, pengkomunikasian/ sharing demokratisasi, dan penyamaan informasi sehingga untuk keputusan memilih bagi masyarakat pemilih dapat tepat menentukan pilihannya.

Upaya popularitas itu menganut prinsip-prinsip kecerdasan yang saling menghargai. Adapun kompetisi yang terjadi antar sesama caleg dimaksudkan untuk mem-filter sehingga menemukan caleg yang memang paling pantas untuk didukung/ dipilih.

Dalam rangka “memperebutkan” amanah rakyat inilah proses popularitas dibingkai.

Batasan-batasan popularitas mengandung dua makna yakni makna idealis sekaligus makna pragmatis. Dimana sebagai makna idealis proses popularitas dimaksudkan untuk menghadirkan pelurusan informasi, mempresentasikan ide/ gagasan konstruktif sehingga muncul asumsi layak dukung yang kemudian secara tidak langsung memberikan edukasi kepada masyarakat pemilih. Sedangkan makna popularitas sebagai pragmatis dimaksudkan agar supaya masyarakat pemilih dapat tertarik kepada kontestan politik (caleg) sehingga menjatuhkan pilihan politiknya kepada yang bersangkutan.

Nah, dari langkah-langkah popularitas yang telah dilakukan oleh setiap caleg hari ini perlu kiranya memperhatikan rambu-rambu yang etis sehingga terciptanya pemilu tahun 2019 yang lebih beradab.

Sebagai tips tambahan pada artikel singkat ini kami ingin mengemukakan bahwa dalam desain popularitas sebaiknya tambahkan bumbu-bumbu sehingga kesukaan engkau dapatkan. Hindari  popularitas yang berimplikasi kegaduhan dan polemik berkepanjangan.

Karena, upaya popularitas tidak sama dengan argumentasi yang berniat mematahkan lawan.

Popularitas harus dilakukan secara bil-hikmah, menginspirasi, penghargaan, dan merangsang motivasi.

Popularitas bukanlah intens menampilkan hoax.

Juga bukan upaya membelah ekstrim para fans.

Kesimpulannya, upaya popularitas harus dilakukan dengan cara-cara yang merangkul sehingga menimbulkan “perasaan” senasib-sepenanggungan yang berlanjut pada merebaknya “kesukaan” masyarakat pemilih kepada dirimu sebagai caleg menang tahun 2019.

Segitu saja dulu, masih ada waktu….

Selamat ber-nisfhu sya’ban… may day.. bagi yang menjalankan. Salam Pancasilais !!!

(DC)